Ikan Hias Bernilai Ekonomis, Corak Unik di Tubuh Channa

Channa Maru Red. Ist

Ikan channa kian populer. Kini, predator air tawar yang oleh masyarakat dikenal dengan ikan gabus ini banyak diincar oleh pehobi ikan hias.

Oleh : Siti Sulbiyah dan Yusuf An-Nasir

Ikan dengan nama ilmiah Channa striata ini memiliki corak tubuh yang unik. Tak heran jika harganya di pasaran mencapai jutaan rupiah. Selain itu, pemeliharaan terhadap ini tidak susah, tidak perlu perlakuan khusus, serta gampang untuk diajak berinteraksi.

“Corak yang indah pada ikan ini tidak kalah dengan ikan hias lainnya. Dan juga ikan channa memiliki spek penilaian sehingga sering diadakan kontes untuk ikan channa,” ungkap Yoyo, pehobi ikan channa.

Channa Pulchra. Ist

Ikan yang disebut juga dengan snakehead ini memiliki banyak jenis. Namun, di pasaran dan kalangan pecinta ikan channa hanya beberapa jenis yang populer serta memiliki nilai ekonomis cukup tinggi.

“Seperti Channa Barca, Auranti, Maru, Stewartii, Asiatica, Pulchra, Andrao, dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Dari puluhan jenis ikan Channa, Yoyo  menyukai Channa Maru (jenis ikan Channa lokal). Sebab, jenis ini memiliki banyak tantangan dan trik untuk merawatnya sehingga menjadi bagus serta layak untuk mengikuti kontes.

Channa Maru Yellow

“Sedangkan untuk ikan channa impor saya suka Channa Auranti karena memiliki corak yang berwarna warni sehingga sangat cocok untuk menjadi pajangan,” ungkapnya.

Tidak seperti ikan hias pada umumnya, memelihara ikan channa sangatlah mudah. Ikan ini tidak memerlukan filter aquarium dan aerator. Cukup bermodalkan aquarium dan air, sudah bisa memelihara ikan channa.

“Namun satu hal yang wajib dicatat dalam memelihara ikan channa, yaitu akuariumnya wajib ditutup bagian atasnya karena ikan channa sering sekali lompat,” jelasnya.

Channa Maru Yellow. Ist

Untuk pakan ikan channa juga tidak sulit. “Pakannya sendiri sama seperti pakan ikan predator lainnya seperti Jangkrik, Kodok, Ulat, Cacing, dan pelet,” tuturnya.

Sementara itu, untuk biaya pemeliharaan masih relatif. “Tergantung sih, karena ada ikan channa yang murah dan juga ada yang sampai puluhan juta,” ujarnya.

Ia mengaku saat ini penjualan ikan ini semakin meningkat. Karena banyaknya orang yang mulai menggemari dan memelihara. “Saya sangat sering menerima orderan dari luar pulau seperti Jawa, Bali, dan Sumatra. Tidak hanya luar pulau, bahkan sampai keluar negeri juga,” pungkasnya.

Wakman dan koleksi ikan channa miliknya. Ist

Serupa dengan ikan cupang, keunikan ikan channa terletak pada coraknya yang menarik. Pola atau motif (bar) pada tubuhnya inilah yang membuat ikan ini menarik hati Wakman.

“Uniknya itu di bagian bar. Motifnya unik, kadang ada yang bermotif bunga,” ungkap warga Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya ini.

Wakman mulai memelihara ikan channa sejak tahun 2017. Seiring popularitas ikan ini, koleksinya semakin bertambah.  “Sekarang ada Channa Maru Sentarum, Channa Red Sampit, Channa Red Barito, Channa Asiatica, Channa Pulchra, Channa Auranti, dan Channa Gachua,” sebutnya.

Semula hanya sekadar hobi. Namun, sejak tahun  2019 ketertarikan orang pada ikan gabus hias ini mulai tampak. Lewat seorang kenalannya di Jakarta, ia mengirim ikan channa kepada pencinta ikan hias di sana.

Seiring berjalannya waktu, popularitas predator air tawar tersebut kian melejit. Wakman yang semula hanya menganggap ikan channa sebagai peliharaan untuk menyalurkan hobi, kini berubah menjadi bisnis yang ia tekuni. Bersama dengan seorang temannya, ia menjadi eksportir ikan channa ke beberapa daerah di Indonesia, seperti Solo, Magelang, dan Yogyakarta. Ada juga yang dikirim ke luar negeri seperti Singapura.

“Tahun 2021 ini semakin banyak permintaannya. Dalam satu minggu kita bisa kirim 20 ribu ekor,” katanya.

Harganya bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan ribu perekor, tergantung umur dan besarnya ikan. Harganya juga ada yang jutaan hingga puluhan juta rupiah. Ikan channa Wakman bahkan pernah tembus harga Rp21 juta.

Ikan channa ini didapatkan dari para nelayan yang ada di Kapuas Hulu. Saat ini, ia telah bermitra dengan lebih dari 30 nelayan yang ada di sana. Ikan channa asal Kalbar memang hanya bisa berkembangbiak di habitat aslinya, yakni di Danau Sentarum.

“Pernah ada yang mencoba membudidayakan, namun gagal. Yang tempat penampungan di Kapuas Hulu itu paling hanya tempat pembesaran saja,” ucapnya.**

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!