Indonesia-Malaysia Beda Persepsi Soal Pintu Ekspor Lewat PLBN Aruk

LEPAS EKSPOR: Gubernur Kalbar Sutarmidji bersama bupati dan pihak terkait melepas ekspor di PLBN Aruk, Kabupaten Sambas, Senin (10/2). BIRO ADPIM FOR PONTIANAK POST

SAMBAS – Beberapa hal terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) lintas instansi yang membahas percepatan pembangunan wilayah perbatasan Aruk sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di PLBN Aruk, Kabupaten Sambas, Senin (10/2). Ternyata belum ada kesamaan persepsi antara Indonesia dengan Malaysia terkait pintu ekspor (dry port) via Aruk, Kabupaten Sambas dengan Biawak, Sarawak.

“Bahwa Kalbar (Indonesia) sudah menganggap PLBN Aruk sebagai pintu ekspor, sementara pihak Sarawak (Malaysia) belum,” ungkap Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji usai rakor. Menurutnya, masalah ini menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, tambahnya, pihak Konsulat Jenderal RI di Kuching menyatakan siap menyampaikan usul ke pihak Sarawak, Malaysia agar Biawak juga dijadikan pintu ekspor. “Dirjen Perdagangan Luar Negeri harusnya juga bagaimana melobi Malaysia untuk supaya sama-sama menjadikan pintu ekspor seperti di Badau,” harapnya.

Sementara keberadaan Sosek Malindo pun dirasa belum optimal. Seharusnya, kata Sutarmidji, masalah bidang ekonomi seperti ini bisa dicarikan jalan keluar lewat hubungan kerja sama bilateral tersebut.

“Ini saya tidak tahu. Tidak jelas apa yang dikerjakan mereka (Sosek Malindo). Buktinya tidak ada gregetnya selain budaya, cuma olah raga sepeda-sepedaan, padahal namanya Sosek Malindo tetapi ekonominya tidak kelihatan. Nah, itu yang harus dibenahi ya,” ucapnya.

Meski demikian, kegiatan ekspor di Aruk diketahui sudah mulai berjalan sejak akhir tahun lalu. Aktivitasnya terpaksa dilakukan di zona netral, dengan membawa barang ekspor untuk bongkar muat ke angkutan-angkutan dari Malaysia. “Jadi tidak efisien. Tapi jumlah ekspornya mulai Desember kemarin progresnya terus meningkat,” kata pria yang akrab disapa Midji ini.

Midji juga menyayangkan komoditas ekspor di sana rata-rata merupakan produk pertanian mentah. Padahal masih banyak potensi yang bisa diolah sebelum dijual ke luar negeri seperti salah satunya kelapa. Hal lain yang juga mengagetkan menurutnya adalah ekspor jagung. Padahal Kalbar sendiri masih membutuhkan jagung sebagai pakan ternak yang murah.

“Nah, banyak hal yang tadi juga kami bahas dan sudah diinventaris semua masalahnya. Nanti akan kami bahas kembali,” katanya.  Termasuk soal bagaimana ke depan membuat kawasan Pantai Temajuk sebagai objek wisata andalan Kalbar. Untuk mulai menggaungkannya, perbatasan Temajuk di Kecamatan Paloh perlu dilengkapi dengan beberapa fasilitas. Masalah tata ruang wilayah dan tanah, maupun pintu keluar masuk resmi bagi orang dari luar negeri juga diatur.

“Di sana itu hanya bisa masuk untuk kendaraan roda dua, tapi pengunjungnya ramai, wisatawan yang dari Kuching dari Malaysia juga bisa masuk dari situ, termasuk yang dari luar Malaysia,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Kalbar itu berharap semua peluang bisa ditangkap. Mulai dari kegiatan industri perdagangan sampai dengan industri kreatif dan pariwisata.

“Saya minta kawasan ini (PLBN Aruk) dijaga betul dan ekspornya terus ditingkatkan dan produknya juga lebih beragam,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut gubernur juga sempat melepas ekspor harian. Komoditas yang diekspor berupa produk pertanian dan perikanan dengan nilai devisa sebesar Rp149 juta. Untuk produk pertanian, ada buah naga sebanyak 1,4 ton, jeruk 300 kilogram, petai 300 kilogram, ubi jalar 200 kilogram, talas 100 kilogram, kelapa 19 ton, pisang dua ton, bawang merah 400 kilogram dengan total Rp72,4 juta. Lalu untuk perikanan ada ekspor ubur-ubur sebanyak 4,6 ton senilai Rp74 juta.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan PLBN Aruk BNPP Purwoto mengatakan hal serupa. Poin yang ditangkap dari pihaknya sebagai pengelola PLBN adalah belum terbukanya border Biawak, Sarawak, Malaysia sebagai pintu perlintasan barang. Pihak Indonesia sudah menganggap ekspor resmi menggunakan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), sementara pihak Malaysia masih menganggap sebagai perdagangan tradisional.

“Mereka di sana (Malaysia) masih memperlakukan sebagai perlintasan orang, sementara kami sudah action sampai pada ekspor,” katanya. Ia berharap kedua negara bisa sama-sama membangun area bongkar muat. Saat ini, sebut Purwoto, pihak Indonesia sudah mulai membangun. Ditargetkan pembangunannya selesai dan difungsikan pada 2021. “Namun di sebelah (Malaysia) masih terkendala terkait loading area. Itu yang harus dipikirkan bersama,” ucapnya.

Ke depan, PLBN diharapkan menjadi kawasan industri sesuai dengan delineasi pengembangan kawasan tersebut. Ia melihat Sambas memiliki komoditas unggulan yang berpotensi besar untuk pengembangan skala industri. “Sekarang barang yang diekspor full dari Sambas. Pelaku usaha yang ada, eksportirnya adalah orang Sambas asli. Dua modal ini harusnya bisa dimanfaatkan dan dikembangkan. Jangan hanya bahan baku (mentah) diekspor. Harus ada produk turunan dan sudah bicara investasi,” ujarnya.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menambahkan, ekspor yang dilakukan kemarin merupakan yang ke-38 kalinya dilakukan di PLBN Aruk. Dari data terakhir, total ekspor di sana sudah mencapai Rp1,5 miliar. “Dan tadi gubernur juga melepas banyak komoditas ekspor. Tentu ini sekaligus pencanangan oleh Bapak Gubernur saya pikir akan semakin mendorong ekspor di Sambas untuk bisa lewat Aruk,” ujarnya.

Dengan sudah berjalannya aktivitas perdagangan antar-dua negara diharapkan menjadi momentum pengembangan lebih lanjut untuk menjadikan perbatasan Sambas sebagai kawasan industri. Jadi, ke depan masyarakat tidak lagi mengekspor bahan mentah tetapi bahan olahan.

“Artinya apa yang dijual hari ini (kemarin) berupa bahan mentah ke depan jangan bahan mentah. Tentunya dengan dukungan pemprov dan semua kementerian terkait supaya wilayah ini betul-betul sesuai keinginan Bapak Presiden, berefek pada peningkatan masyarakat perbatasan,” pungkasnya.(bar)

 

Read Previous

Observasi WNI di Natuna Segera Usai, Waktu Kepulangan Dirahasiakan

Read Next

Polairud Tangkap Penambang Pasir Ilegal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *