Alejandro dan Alvaro Putra, Suporter Cilik Tim Thomas-Uber Indonesia
“Indonesia…Indonesia…! Ayo, Tiga Poin Lagi, Om Vito!”

DARI JERMAN KE DENMARK: Alejandro dan Alvaro bersama orang tua mereka, Hendryanto Nugroho dan Eka Permana Sari, di Ceres Arena, Aarhus. (Hendryanto Nugroho for Jawa Pos)

Alejandro dan Alvaro tak henti meneriakkan dukungan sampai Indonesia memastikan kemenangan atas Taiwan. Di kota mereka tinggal, Berlin, Alejandro ikut klub bulu tangkis dan sang ayah rutin bermain badminton dengan staf KBRI.

DINARSA KURNIAWAN, BERLIN

TIM bulu tangkis Indonesia tengah tertekan. Kedudukan sementara sama kuat 2-2. Dan, pada game terakhir di partai terakhir, Shesar Hiren Rhustavito tertinggal 17-18. Kalau tunggal ketiga Taiwan Chi Yu Jen bisa melaju duluan ke poin 21, Indonesia bakal menelan malu.

Karena itulah, beban berat tersandar di pundak pemain yang biasa dipanggil Vito tersebut.

Namun, di tengah situasi sulit itu, dari bangku penonton tiba-tiba terdengar teriakan dengan suara melengking, tetapi khas anak-anak. ’’Indonesia…Indonesia…’’ yang kemudian diikuti tabuhan para suporter Indonesia yang menonton laga di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, tersebut.

Dari tayangan televisi, tersorot dua anak memberikan teriakan semangat dengan lantang. Mereka mengenakan jaket merah dan berada di tengah para pendukung Indonesia lainnya. Beberapa kali tertangkap kamera, Vito yang sedang berjibaku di lapangan melirik ke arah teriakan tersebut.

Semangat yang disalurkan dua anak itu, rupanya, memberikan energi tambahan bagi pemain peringkat ke-19 dunia tersebut hingga akhirnya berbalik unggul 19-18 sebelum bablas menutup laga dengan keunggulan tipis 21-19. Perjuangan Vito selama 1 jam 13 menit itu pun terbayar tunai. Kemenangan tersebut membuat Indonesia unggul 3-2 atas Taiwan dan berhak menempati posisi juara grup A.

Dua anak itu, terutama yang terlihat lebih besar, langsung menjadi perhatian para penonton. Bukan hanya yang menyaksikan langsung, tetapi juga para penonton yang menyaksikan pertandingan dari layar televisi maupun siaran langsung via streaming.

Jagat maya pun heboh. Banyak yang memberikan selamat, ucapan terima kasih, maupun memuji semangat mereka yang sangat total memberikan dukungan.

Lalu, siapakah dua suporter cilik tersebut? Mereka ternyata bukan warga Indonesia yang berdomisili di Denmark atau datang langsung dari Indonesia untuk menyaksikan tim bulu tangkis Indonesia berlaga di Piala Thomas-Uber 2021. Keduanya adalah kakak beradik.

Sang kakak adalah Alejandro Putro Nugroho, 8. Si adik diketahui bernama Alvaro Putra Nugroho, 6. Mereka adalah buah hati pasangan Hendryanto Nugroho dan Eka Permana Sari yang berdomisili di Berlin, Jerman.

Hendry yang diwawancarai wartawan di Berlin tak menyangka apa yang dilakukan keluarga kecilnya, terutama putra-putranya, menjadi viral. ’’Banyak yang menghubungi saya setelah anak-anak viral. Terus terang, kami tidak menyangka,’’ kata pria yang sudah tinggal di ibu kota Jerman selama tiga tahun tersebut.

Dia menceritakan, saat itu keluarga kecilnya berada di Aarhus karena Alejandro dan Alvaro sedang herbstferien (libur musim gugur) selama dua pekan. Sejak dua bulan sebelumnya, Hendry dan istrinya merencanakan liburan di kawasan Skandinavia. Namun, mereka tak lantas merencanakan liburan hanya untuk menyaksikan perhelatan Piala Thomas-Uber di Aarhus. Melainkan menyambangi ibu kota Denmark, Kopenhagen, dan Malmo, Swedia.

Pria yang berprofesi entrepreneur training consultant itu mengungkapkan, pada sommerferien (liburan musim panas) lalu, mereka pernah berkunjung ke kawasan Eropa Timur, tepatnya di Polandia dan Republik Ceko. Nah, kali ini dia mengajak anak-anaknya menikmati suasana di Eropa kawasan utara.

’’Saya sudah lihat ini di kalender, liburan anak-anak pas banget sama tanggal pelaksanaan Piala Thomas-Uber. Jadinya, kami booking tiket sekalian untuk menonton langsung,’’ ujarnya.

Pria yang kerap bermain bulu tangkis dengan staf KBRI Berlin itu pun sudah mempersiapkan diri untuk mendukung Indonesia dalam ajang bulu tangkis yang kali pertama dihelat pada 1949 tersebut. Berbekal sebuah bendera Merah Putih berukuran besar plus empat bendera berukuran kecil pinjaman dari KBRI Berlin, Hendry dan keluarganya menyongsong laga pemungkas di grup A Piala Thomas 2021 tersebut.

Dia menjelaskan, keluarganya masuk ke venue pertandingan saat memasuki partai kedua antara Jonatan Christie melawan Wang Tzu Wei. Mereka berempat duduk di tribun pojok. Ketika itu kedua anaknya sudah heboh. Memberikan teriakan-teriakan semangat untuk Jojo yang sedang berlaga.

Tak lama kemudian, mereka didatangi staf KBRI Kopenhagen yang juga menyaksikan laga tersebut. Keempatnya diajak bergabung di bangku VIP untuk menyaksikan laga lebih dekat. Di situ, mereka diberi belangkon dan angklung oleh staf KBRI Kopenhagen.

Kemudian, dua bocah itu diminta ke depan. Dekat dengan lapangan pertandingan. Lalu, seperti yang terlihat dalam tayangan televisi, Alejandro dan Alvaro pun memberikan dukungan penuh. Tak henti berteriak selama empat partai lainnya. Hingga akhirnya, Indonesia mengamankan kemenangan atas Taiwan.

’’Vito sempat melihat ke arah anak-anak. Anak-anak pun sempat bilang ke Vito, ’Ayo, tiga poin lagi, Om Vito’,’’ ungkapnya menirukan ucapan Alvaro.

Seusai pertandingan, mereka mendapatkan kesempatan berfoto bersama para bintang bulu tangkis Indonesia. Misalnya, Marcus Fernaldi Gideon, Anthony Sinisuka Ginting, dan Mohammad Ahsan serta pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi. Bahkan, mereka mendapatkan hadiah spesial dari Ahsan berupa jersey.

Hendry mengungkapkan, sebenarnya para pemain Indonesia maupun staf KBRI Kopenhagen sudah meminta mereka untuk tinggal dan menyaksikan laga-laga tim Indonesia selanjutnya. Namun, pria yang lama bekerja di perusahaan otomotif itu dengan berat hati harus menolak undangan tersebut. Sebab, mereka merencanakan liburan sejak dua bulan sebelumnya dan memesan tiket untuk kembali ke Jerman.

Saat diwawancarai pada Rabu malam (13/10), Hendry bilang bahwa dirinya bersama keluarga sedang berada di atas kapal feri yang bertolak menuju Malmo. Dia menyebutkan, pada Kamis (14/10), mereka menghabiskan waktu untuk menikmati keindahan kota yang menjadi markas klub sepak bola Malmo FF itu. Tentu saja, mereka juga berfoto dengan latar Jembatan Oresund yang menjadi salah satu ikon di kota terbesar ketiga di Swedia tersebut.

Lalu, hari ini mereka berempat berencana kembali ke Denmark. Bukan ke Aarhus, melainkan ke Kopenhagen. Hendry ingin membawa kedua jagoan ciliknya menyaksikan National Aquarium Denmark, Den Blå Planet, yang merupakan akuarium terbesar di Eropa. Setelah itu, mereka bakal mampir ke Hamburg, Jerman, sebelum kembali ke rumah mereka di Berlin.

Sementara itu, si sulung, Alejandro, saat diwawancarai menyatakan kekagumannya bisa menonton langsung pertandingan bulu tangkis. Apalagi, ketika pulang, dia mendapat hadiah istimewa berupa kesempatan berfoto bareng para pemain Indonesia plus memperoleh jersey. Siswa kelas III Kurt-Tucholsky-Grundschule, Berlin, itu sangat menyukai bulu tangkis.

’’Saya ikut klub bulu tangkis di Berlin. Latihannya seminggu sekali,’’ ucap pemain di klub Deutsch-Indonesischer Badminton Verein Moabit/DIBVM (Klub Bulu Tangkis Jerman-Indonesia Moabit), Berlin, tersebut.

Karena itulah, Alejandro sangat paham dengan aturan-aturan dalam bulu tangkis sehingga bisa mengikuti laga dengan baik. Semoga saja, di masa depan, Alejandro dan Alvaro tak hanya berkesempatan mendukung perjuangan Indonesia, tetapi juga gantian didukung saat berjibaku membawa bendera Merah Putih di lapangan bulu tangkis.*

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!