Ingatkan Bahaya Karhutla

VIDKON: Dandim dan Kapolres Sambas menyampaikan upaya penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Sambas, Senin (22/2). FAHROZI/PONTIANAK POST

TNI, Polri, serta Manggala Agni mewanti-wanti kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merupakan ancaman ketika memasuki musim kemarau. Hal tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 1208 Sambas Letkol Inf. Setyo Budiyono pada konferensi video terkait pencegahan bencana karhutla yang langsung dipimpin Presiden, Senin (22/2) di aula samping Kantor Bupati Sambas. Semua pihak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk di Kabupaten Sambas, lantaran sebelumnya ada hotspot hasil pantauan satelit.

“Di Kabupaten Sambas, sudah ditemukan hotspot. Dua hari lalu ada enam titik, di antaranya di wilayah Kecamatan Paloh, Teluk Keramat,” kata Dandim, Senin (22/2). Adanya hotspot, tim gabungan kemudian melakukan pemadaman sesegera mungkin, agar kondisi api tak merembet atau meluas. “Ada enam titik hotspot, atau sekitar 3 hektare lahan yang terbakar dan itu sudah dipadamkan,” katanya. Saat ini, karhutla yang terjadi sedang dalam penyelidikan mereka akan penyebabnya.

Dandim mengingatkan kepada seluruh masyarakat, untuk bersama-sama dalam upaya pencegahan karhutla di wilayah Kabupaten Sambas. “Melalui upaya bersama, nanti kejadian karhutla bisa diantisipasi, agar di Kabupaten Sambas tak ada karhutla,” katanya.

Jika terjadi karhutla, dikhawatirkan dia, akan memberikan dampak kerugian yang luar biasa, baik material, kesehatan, hingga matinya ekosistem yang ada di area tersebut.

Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry AP mengatakan, sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat, terkait dengan kearifan lokal, maka maksimal 2 hektare lahan yang boleh dilakukan pembakaran. Hanya saja, kegiatan itu diingatkan dia harus dijaga, disampaikan kepada kepala desa setempat, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. “Dan yang paling penting, itu tidak dilakukan di lahan gambut,” katanya. (fah)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!