Rangkul Jukir Edukasi Masyarakat Disiplin Prokes
Ingatkan Jukir Tertib dalam Tugas

PEMBINAAN: Puluhan juru parkir di Kubu Raya mendapatkan pembinaan terkait pengelolaan parkir dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya, Rabu (9/6) di Coffe Evergreen. ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST

SUNGAI RAYA – Puluhan petugas parkir di Kubu Raya kembali mendapatkan sosialisasi sekaligus pembinaan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kubu Raya, agar lebih tertib dan maksimal dalam menjalankan tugasnya di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Pembinaan tersebut dilakukan Dishub di Coffe Evergreen, Rabu (9/6).

Kepala Dishub (Kadishub), Odang Prasetyo mengatakan, untuk menghindari kerumunan dan dalam upaya menegakkan protokol kesehatan, edukasi dan pembinaan bagi juru parkir (jukir) kali ini dilakukan secara bertahap.  Jika dijumlahkan, kata Odang, saat ini terdapat sekitar 62 titik lokasi parkir di Kubu Raya.  Masing-masing titik lokasi parkir, menurut dia, memiliki satu koordinator dengan 3 – 4 personel yang sama-sama bertugas menjadi juru parkir di lapangan.

“Karena saat ini masih pandemi Covid-19,  jadi yang kami batasi maksimal 50 – 60 peserta dulu untuk mengikuti sosialisasi dan pembinaan terhadap juru parkir ini, dan sejak awal juga sudah kami ingatkan, agar selama mengikuti pembinaan para juru parkir ini tetap disiplin protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan sejenisnya,” kata Kadishub usai menjadi pemateri dalam pembinaan juru parkir di Kubu Raya.

Dalam kesempatan itu, Odang mengingatkan juru parkir untuk bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Misalnya disiplin menerapkan tarif parkir, karena telah diatur dalam Perda dan Perbup Kubu Raya.

“Hingga saat ini tarif parkir di Kubu Raya itu untuk sepeda motor Rp1.000 dan mobil Rp2.000,  jadi diharapkan jangan ada juru parkir yang menaikkan tariff yang sudah ditentukan ini. Karena infromasi yang kami terima masih banyak masyarakat yang mengeluhkan adanya tariff parkir yang dinaikkan sesuai dengan ketentuan yang ada, makanya secara bertahap masalah ini akan kami tertibkan,” ucap Odang.

Odang juga mengingatkan para juru parkir untuk selalu bertanggung jawab dan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. “Artinya para juru parkir ini diharapkan bisa ramah, sopan, santun dalam melayani masyarakat sebagai juru parkir termasuk bisa turut menjaga keamanan lingkungan dan ketertiban khususnya di wilayah titik parkir masing-masing.  sikap ini perlu terus dilakukan mengingat juru parkir juga menjadi mitra pemerintah dan membantu pemerintah daerah dalam rangka ketertiban dan kelancaran lalu lintas di jalan,” paparnya.

Seperti diketahui, kata Odang, jenis parkir ada dua, yakni parkir yang terkait dengan pajak parkir dikelola Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kubu Raya seperti parkir di mal, bandara, dan sejenisnya dan parkir yang dikelola Dinas Perhubungan Kubu Raya seperti parkir yang ada di setiap pinggir jalan.

“Untuk pengelolaan parkir yang ada di pinggir jalan ini problematikanya luar biasa, misalnya  yang kerap ditemuukan itu masalah yang berkaitan dengan perebutan lahan parkir, namun dengan adanya pendekatan persuasif yang baik Alhamdulillah pelan-pelan masalah yang ditemui di lapangan terkait parkir ini bisa kami atasi,” katanya.

Mengakomodir sejumlah pertanyaan dari juru parkir mengenai potensi kenaikan tarif parkir, terlebih melihat di Kota Pontianak saat ini sudah menaikkan tarif parkir, membuat pihaknya nantinya juga akan melakukan kajian tentang tarif parkir di Kubu Raya. “Kalau koordinator dan juru parkir dengan naiknya tarif parkir pasti suka, karena pendapatannya bertambah. Namun harus kita kaji lagi lebih dalam apakah memang sudah layak di Kubu Raya menaikkan tarif parkir di tengah pandemi Covid-19 saat ini, di mana banyak masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.

Setelah rampung melakukan pengkajian teradap tarif parkir, pihaknya akan melaporkan hasilnya ke Bupati Kubu Raya dan DPRD Kubu Raya untuk kembali dibahas bersama. “Karena penentuan terhadap besaran tarif parkir ini diatur di dalam Perda, jadi sebelumnya harus ada kajian dari Dinas Perhubungan dulu terkait potensi bisa naik atau tidaknya tarif parkir di Kubu Raya ini,” jelasnya.

Jika di lapangan ditemukan oknum jukir yang menarik tarif parkir di atas nominal yang telah ditentukan, pihaknya akan memberikan teguran atau peringatan. Pasalnya hingga saat ini dipastikan dia, belum ada kenaikan tarif parkir baik sepeda motor maupun mobil di Kubu Raya.

Dishub sendiri memiliki delapan media pengaduan yang melayani keluhan masyarakat seperti melalui telepon, telegram, dan sejumlah media lainnya. Jika ada laporan  dari warga yang ditarik biaya parkir melebih ketentuan yang ada, mereka akan melaukan pengecekan di lapangan. “Kalau memang benar ada juru parkir yang sengaja menaikkan tarif parkir ini tentunya akan kami berikan teguran dan berikan peringatan, jika saat diberikan teguran lebih dari dua kali oknum petugas parkir tersebut masih membandel maka pada teguran yang ketiga akan kami cabut izin parkir lahannya,” tegas Odang.

Odang kembali mengingatkan agar setiap petugas parkir bisa menjalankan tugas dan kewajibannya, termasuk memberikan pelayanan dengan baik bagi masyarakat. “Saya meyakini, kalau petugas parkir ini baik dalam memberikan pelayanan parkir, masyarakat bisa ikhlas memberikan bayaran lebih dari tarif parkir yang berlaku,” jelasnya.

Mengingat saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir, Odang pun meminta para jukir bisa menjaga kesehatan diri dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jukir juga diminta dia untuk mengingatkan masyarakat bersama-sama berkomitmen untuk terus disiplin terhadap protokol kesehatan, dalam upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 di kabupaten ini.

Sementara itu Kasat Binmas Polres Kubu Raya, Iptu Suharto  yang turut menjadi pemateri dalam pembinaan tersebut berharap para jukir bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja masing-masing. “Karena hingga saat ini masih ada Covid-19, makanya kami sangat berharap terhadap koordinator dan juru parkir untuk selalu menjaga dan menerapkan protokol kesehatan, kami juga berharap para juru parkir ini bisa mengingatkan masyarakat untuk sama-sama berkontribusi mencegah penyebaran Covid-19 ini dan kami juga berharap ada para juru parkir ini tidak mengkonsumsi dan narkoba dan minuman keras,” ucap Suharto.

Juru Parkir di Kawasan Pasar Melati Desa Parit Baru, Baim mengaku terbantu dengan adanya pembinaan yang diberikan tersebut. “Memang sejauh ini saya pribadi belum pernah bermasalah dalam menjalankan tugas sebagai juru parkir, namun dengan pembinaan dan informasi yang disampaikan pihak Dishub tadi tentunya akan menambah pemahaman dan pengetahuan saya agar bisa menjalankan tugas dengan lebih baik lagi ke depan,” jelas Baim.

Baim pun mengaku, sejak adanya pandemi Covid-19, selain membiasakan diri untuk disiplin protokol kesehatan, juga kerap mengingatkan para konsumen yang parkir di wilayah kerjanya untuk turut disiplin terhadap protokol kesehatan. “Alhamdulillah sejauh ini hubungan dengan hampir semua konsumen yang parkir juga baik, karena saling mengingatkan untuk sama-sama tetap disiplin terhadap protokol kesehatan dengan harapan agar upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini berjalan lebih maksimal,” pungkasnya. (ash)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!