Ini Alasan BRI Kerap jadi Sasaran Skimming

PONTIANAK – Pihak BRI Cabang Pontianak masih bungkam terkait kasus skimming yang menimpa para nasabahnya. Permintaan wawancara dan konfirmasi yang dilayang kan ke pimpinan BRI Pontianak tak ditanggapi. Bank pelat merah ini sendiri adalah salah satu bank yang paling sering terkena kasus skimming. Kasus ini terjadi di berbagai kota se-Indonesia.

Faktanya, kasus skimming yang menggunakan alat skimmer di mesin ATM memang kerap menimpa bank-bank BUMN raksasa. Pasalnya bank-bank tersebut, terutama BRI memiliki jaringa ATM terbanyak di Indonesia. ATM terbanyak adalah Bank BRI. Hingga September 2019, BRI memiliki 20.846 mesin ATM dan 3.209 ATM CRM. Selanjutnya ada Bank Mandiri dan BNI. Bank Mandiri memiliki 18.291 mesin ATM dan BNI 18.570 mesin ATM.

Bagi bank menambah mesin ATM lebih murah ketimbang mendirikan kantor cabang bank. Banyak ATM BRI juga dibangun di daerah remote area, sampai kota kecamatan, bahkan desa. Terkadang, jumlah ATM tersebut kurang mendapat keamanan yang optimal. Hal ini membuat BRI dengan jumlah ATMnya yang terbesar dan tersebar menjadi rawan terkena skimming.

Seiring zaman, alat dan metode skimming pun semakin canggih dan kadang selangkah lebih maju dari yang pengawasan pihak bank. OJK pun memberikan sejumlah tips untuk transaksi via ATM. Misalnya Pin juga harus unik. Cukup penting juga Ganti PIN ATM secara berkala saat menggunakan ATM. Selain itu apabila menemukan kejanggalan pada mesin ATM, sebaiknya jangan memasukan kartu tersebut. Nasabah juga perlu melaporkan kepada petugas atau pihak perbankan terkait keanehan itu. Penting pula untuk menuutup area keyboard/pinpad saat memasukkan PIN ATM. (ars)

loading...