Ini Alasan Mengapa Sarapan Pagi Tak Boleh Dilewatkan?

SEBERAPA pentingkah sarapan untuk kesehatan tubuh? Walau berbagai penelitian telah membuktikan santap pagi memberikan berbagai manfaat, kenyataannya masih banyak orang yang melewatkannya. Jika Anda termasuk orang yang kerap absen sarapan atau menyepelekannya, sebaiknya Anda simak dulu pemaparan seputar manfaat santap pagi berikut ini.

Sarapan bukan cuma berfungsi sebagai penghilang rasa lapar. Ketika bangun tidur, sistem cerna Anda kosong dan harus diisi supaya Anda dapat mengerjakan berbagai aktivitas. Suplai energi yang optimal dan menyehatkan bagai bahan bakar yang akan membuat organ tubuh Anda bekerja dengan baik.

Tanpa stamina yang prima, Anda akan sulit berkonsentrasi hingga pingsan. Menghindari sarapan hanya akan membuat Anda lebih memilih camilan dengan kadar gula tinggi yang berbahaya. Pasalnya jenis makanan ini berpotensi menaikkan berat badan hingga membuat tekanan darah Anda kacau.

Jenis makanan yang Anda konsumsi untuk sarapan mempengaruhi kondisi tubuh selama beberapa jam ke depan. Sumber karbohidrat kompleks seperti gandum dan nasi merah sangat direkomendasikan karena membuat Anda kenyang dalam waktu lama tanpa harus meningkatkan glukosa tubuh. Selain itu, kombinasikan juga dengan sayur dan buah untuk menyegarkan tubuh. Sementara untuk minuman, air putih, jus buah, dan susu bisa masuk ke dalam daftar menu sarapan Anda.

Protein tak boleh luput dari atensi Anda dan telur adalah opsi yang bisa dipilih selain daging ayam atau daging sapi. Studi yang dilaksanakan di Pennington Biomedical Research Center telah membandingkan penurunan berat badan perempuan yang memakan dua butir telur dengan bagel untuk santap pagi. Dua jenis sumber protein tersebut tercatat mempunyai volume dan kalori yang sama.

Hasilnya? Perempuan yang rutin menyantap telur untuk sarapan selama lima kali seminggu dalam delapan minggu atau dua bulan akan mengalami pengurangan bobot tubuh sampai 65%. Bukan hanya itu, lingkar pinggang Anda akan menyusut sampai 83%. Di sisi lain, Anda akan memiliki suplai energi lebih tinggi.

Hindari Junk Food

Junk food atau makanan cepat saji sering kita jumpai. Mengonsumsi junk food tidak akan membuat Anda kenyang, namun malah makan berlebihan. Belum lagi bahaya yang ditimbulkan. Hindari konsumsi Junk Food berlebihan, termasuk saat sarapan. Berikut bahaya mematikan akibat sering konsumsi Junk Food.

(1) Kolesterol tinggi. Junk food memiliki nilai gizi rendah, bahkan tidak ada sama sekali. Kebanyakan junk food mengandung kalori cukup tinggi. Hal ini yang menyebabkan kolesterol meningkat.

(2) Diabetes. Siapa bilang diabetes terjadi karena mengonsumsi makanan manis? Banyak faktor penyebab diabetes terjadi. Salah satunya gaya hidup tidak sehat, yakni sering mengonsumsi makanan cepat saji. Junk food sangat mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Sistem metabolisme tubuh yang tidak baik akan menyebabkan nutrisi makanan tidak terserap baik. Selain itu, insulin juga tidak bekerja dengan sempurna. Padahal insulin sangat dibutuhkan tubuh untuk mengolah glukosa menjadi energi.

(3) Penyakit jantung. Masih berhubungan dengan poin pertama, junk food memiliki kandungan lemak jahat tinggi. Hal ini juga yang membuat kolesterol di dalam tubuh meningkat. Selain itu, makanan cepat saji juga menyebabkan kadar gula darah meningkat. Lemak jahat yang menumpuk di dalam tubuh akan sangat mempengaruhi kerja jantung. Selain itu, lemak juga bisa menumpuk di dalam pembuluh darah menyebabkan penyumbatan. Maka dari itu, resiko serangan jantung pun juga akan meningkat.

(4) Gangguan ginjal. Mungkin kita tidak merasa akan bahaya junk food, karena memang rasanya yang nikmat. Namun junk food memiliki kandungan natrium cukup tinggi di dalamnya. Kandungan natrium tersebut bisa mempengaruhi kinerja ginjal. Dengan begitu, ginjal tidak bisa berfungsi untuk menyaring racun dalam darah dengan baik.

(5) Kerusakan hati. Bahaya cukup mematikan akan junk food adalah kerusakan hati. Bahkan, penelitian menunjukan mengonsumsi junk food tanpa berolahraga sama halnya dengan orang mengonsumsi alkohol. Hal ini pula yang menyebabkan jaringan parut dalam hati. Sehingga, hati tidak bekerja secara baik dan optimal. (*)

Tulisan ini disebarkan oleh :

Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019

Read Previous

50 Pasangan di Jawai Ikut Sidang Isbat

Read Next

Palu Pimpinan Rapat Diserahkan Pada Satarudin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *