Insentif Guru Ngaji dan Petugas Fardhu Kifayah

INSENTIF: Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan secara simbolis menyerahkan insentif bagi guru mengaji dan petuigas fardhu kifayah di Kubu Raya. HUMAS PEMKAB KUBU RAYA

SUNGAI RAYA –  Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Selasa (19/5) mengucurkan insentif bagi petugas fardhu kifayah dan guru mengaji.

Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kubu Raya, Nasutiun Usman menerangkan, terdapat 1.545 petugas fardhu kifayah dan guru ngaji yang akan menerima insentif pada Mei 2020. Namun, ada pembatasan pembuatan rekening penyaluran, maka penyerahan insentif dilakukan dalam dua gelombang.

“Gelombang pertama diberikan bagi 174 petugas fardhu kifayah dan 356 guru ngaji, selebihnya nanti akan diserahkan pada Juni 2020,” kata Usman, Selasa (19/5).

Usman, menerangkan insentif tahap pertama untuk Januari-Mei sebesar Rp1.187.500 setelah dipotong pajak. Pemberian insentif dilakukan kepada mereka yang memenuhi kriteria sesuai peraturan bupati. Jumlah petugas fardhu kifayah tahun ini sebanyak 485 orang dan guru ngaji sebanyak 1.060 orang.

“Setiap kecamatan memberikan data petugas fardhu kifayah dan guru ngaji. Data tersebut diverifikasi agar insentif tersebut benar-benar diberikan kepada orang yang memiliki kemampuan di bidang itu,” jelasnya.

Kata Nasutiun, pencairan insentif tahun 2020 dilakukan dengan sistem nontunai. Insentif akan ditransfer ke rekening penerima.

“Mengingat situasi dan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, maka pencairan insentif diatur secara simbolis dengan perwakilan dari empat kecamatan, yaitu Sungai Raya, Rasau Jaya, Sungai Ambawang, dan Sungai Kakap,” ucapnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menambahkan penyerahan dalam dua tahap dilakukan mengingat adanya pembatasan dari pihak bank dalam mencetak buku rekening. Karena itu ia memastikan tidak ada kendala sedikitpun dalam penyaluran insentif.

“Ini bukan memilih-milih. Karena pandemi Covid-19 ini Bank Kalbar membatasi dalam pembuatan rekening. Dananya sudah disiapkan, tinggal menunggu nomor rekeningnya. Ketika rekening selesai, tabungan langsung bisa dibuka,” terangnya.

Kata Muda, insentif yang diberikan adalah bentuk perhatian kepada setiap elemen yang punya kontribusi kepada daerah termasuk petugas fardhu kifayah dan guru ngaji. Melalui peran guru ngaji dan petugas fardhu kifayah, diharapkan generasi muda di desa-desa akan dapat terkawal.

“Insya Allah kita memahami dan selalu berusaha mengakomodir setiap elemen yang punya peranan di masyarakat. Jadi insentif adalah penghargaan sekaligus kita menitipkan pesan sebagai upaya menjaga generasi. Guru ngaji dan fardhu kifayah menjadi contoh dan teladan untuk keluarga dan masyarakat. Itu yang diharapkan,” ungkapnya.

Muda mengingatkan masyarakat Kubu Raya untuk tetap waspada namun tidak panik menghadapi pandemi Covid-19. itu Dia meminta masyarakat tidak lengah dan panik.

“Yang wajib saat ini adalah selalu menggunakan masker saat beraktivitas keluar rumah,“ ujarnya.

Guru ngaji penerima insentif, Ahmad Ismail menilai insentif yang diberikan tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ahmad menilai insentif  yang diberikan itu merupakan salah satu bentuk nyata perhatian Pemerintah Kubu Raya bagi para guru ngaji dan petugas fardhu kifayah.

“Alhamdulillah berapapun nilainya wajib untuk disyukuri. INsentif ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Yang lebih penting, pemberian ini membesarkan hati kami bahwa pemerintah daerah ternyata memberikan perhatian khusus terhadap para guru ngaji dan petugas fardhu kifayah,” pungkasnya. (ash)

Read Previous

Pekerja Migran Jalani Tes Cepat

Read Next

Sidak Bahan Pangan Jelang Lebaran di Landak