Investasi dengan Dana Terbatas

Minimnya anggaran membuat seseorang enggan berinvestasi. Padahal, saat ada sejumlah instrumen investasi yang tidak harus menyiapkan modal yang besar. 

Oleh : Siti Sulbiyah

Investasi merupakan aktivitas keuangan yang menempatkan dana pada suatu periode tertentu dengan harapan penggunaan dana tersebut bisa menghasilkan keuntungan. Investasi sebenarnya memiliki banyak manfaat, terutama sebagai cadangan keuangan di masa yang akan datang.

“Investasi itu, menyisihkan bagian dari pendapatan, yang peruntukannya bukan sebagai konsumsi, melainkan untuk mendapatkan penghasilan yang besar di masa mendatang,” ungkap Mustarudin, Ketua Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura.

Menurutnya, ada investasi yang memerlukan modal yang besar. Sebut saja investasi pada aset riil atau yang memiliki wujud, macam properti, membangun usaha, dan lain sebagainya. Namun, ada pula investasi yang tidak mengharuskan investornya merogoh koceknya dalam-dalam. Saat ini banyak instrumen investasi di aset finansial yang dapat dilakukan dengan modal kecil, tetapi menguntungkan. Investasi aset finansial ini, antara lain investasi di pasar modal dan investasi di pasar uang.

“Kalau investasi di pasar uang, tingkat pengembalian investasinya jangka pendek, kurang atau sampai satu tahun. Tapi kalau mau investasi jangka panjang, kita masuk ke pasar modal, bisa beli saham atau obligasi,” jelas dia.

Menurut Mustarudin, salah satu instrumen invesatasi yang dapat dipilih adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI). ORI merupakan bagian dari Surat Utang Negara yang diterbitkan untuk investor ritel. Harganya cukup terjangkau, serta menjanjikan tingkat pengembalian yang relatif lebih  besar. Rata-rata bunga yang ditawarkan dari instrumen investasi ini lebih tinggi dari deposito.

“Kalau mau aman memang ke obligasi, karena pendapatannya sudah pasti,” kata dia.

Instrumen lain yang dapat dipilih adalah reksa dana. Investasi ini sangat cocok bagi pemodal kecil, sekaligus bagi mereka yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi yang dilakukan. Ada beberapa perusahaan reksa dana yang memberikan syarat minimum investasi dengan nominal yang rendah, bahkan kurang dari Rp1juta. Uang yang diinvestasikan di reksa dan akan diputar oleh perusahaan. Investor tinggal menunggu hasil bunga dengan masa tenor yang sudah dijanjikan.

Investasi emas juga tak kalah menguntungkan. Saat in banyak instrumen investasi emas yang menawarkan modal yang kecil. Emas yang dimaksud bukanlah perhiasan, tetapi emas batangan. Saat ini banyak batangan emas yang beratnya minim, bahkan ada yang 1 gram saja. Dibanding investasi lain,  investasi emas cenderung lebih menguntungkan.

“Dibanding investasi lain, emas memang lebih unggul karena kenaikan harganya lebih tinggi dari inflasi,” tutur dia.

Namun begitu, meski dengan modal kecil, bukan berarti dapat berinvestasi dengan asal-asalan. Jangan asal memilih investasi yang menjanjikan bunga yang tinggi.
“Perlu untuk diingat bahwa, semakin besar bunga investasi, biasanya risikonya semakin besar,” ungkap Mustarudin.
Dia menambahkan pemilihan investasi yang dilakukan secara tepat sejak awal akan memberikan manfaat yang maksimal, serta memperkecil risiko investasi

“Bagaimanapun, meski dengan modal kecil, risiko berinvestasi tetaplah ada. Misalkan kalau kita berinvestasi di saham. Risikonya adalah saat harga saham kita jatuh, di mana harganya lebih rendah dari pada saat dibeli,” pungkas dia. **

loading...