Jadikan Donor Darah sebagai Gaya Hidup

FOTO BERSAMA: Para Pengurus PMI Ketapang Periode 2019 – 2014 diabadikan bersama denga Ketua PMI Provinsi Kalbar, H. Anwar, SPd, SH, MH. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Pelantikan Pengurus PMI Ketapang Periode 2019 – 2024

Ketua PMI (Palang Merah Indonesia) Provinsi Kalimantan Barat, H. Anwar, S.Pd, SH, MH, melantik kepengurusan PMI Kabupaten Ketapang Periode 2019 – 2024, Sabtu (24/8) malam. Pelantikan kepengurusan yang diketuai Pitriyadi, S.Hut, M.Si tersebut dilaksanakan di Hotel Onyx Ketapang dengan disaksikan Asisten III Setda Ketapang, Drs. Heronimus Tanam, ME, mewakili Bupati.

PROSESI pelantikan Kepengurusan PMI Ketapang diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengesahan Pengurus PMI Kabupaten Ketapang oleh pengurus PMI Provinsi Kalimantan Barat. Selanjutnya dilakukan pelantikan pengurus PMI Ketapang. Usai pelantikan, kemudian dilaksanakan penandatangan berita acara pelantikan dan penyematan pin pengurus yang disaksikan Bupati Ketapang. Bupati sendiri dalam kepengurusan ini bertindak sebagai pelindung PMI Kabupaten Ketapang.

Pelantikan pengurus PMI Ketapang dilakukan setelah organisasi ini melakukan Musyawarah Kabupaten (Muskab) III PMI Ketapang tahun 2019. Muskab dibuka Asisten III mewakili Bupati. Agenda inilah yang kemudian berhasil menetapkan kepengurusan PMI Ketapang masa bakti 2019 – 2024.

Usai penetapan kepengurusan terpilih dan program kerja, maka Sabtu (24/8) lalu dilaksanakan pelantikan pengurus PMI Ketapang. Penutupan kegiatan kembali dilakukan Asisten III mewakili Bupati. Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Asisten III, diakui bahwa kinerja PMI semakin meningkat dan dirasakan oleh masyarakat dan bangsa Indonesia. Misi kemanusiaan yang dikedepankan lembaga nonprofit ini, dampak positifnya, diakui dia, dirasakan masyarakat secara global.

Karena itu, sampai Februari 2019, diungkapkan dia jika PMI telah eksis di 33 provinsi dan 474 kabupaten dari 3.406 kecamatan, dengan jumlah relawan sebanyak 1,5 juta sukarelawan yang siap melakukan pelayanan sosial kemanusiaan. Karena itu, khusus di Kabupaten Ketapang, Bupati berharap kinerja pengurus untuk memobilisasi masyarakat sadar bencana agar lebih ditingkatkan.

Sebagai daerah terluas dan garis terpanjang di Kalbar, maka PMI Ketapang diharapkan dia selalu mengambil peran dalam penyadartahuan masyarakat terhadap ancaman bencana. Sehingga, apabila terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gelombang pasang, tsunami, dan lain-lain, diharapkan dia, masyarakat sudah siap mengantisipasinya atau meminimalisir jumlah korban beserta dampaknya.

Bupati juga menyoroti mengenai kejadian demam berdarah yang pernah menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) beberapa waktu lalu. Hal ini diharapkan Bupati, harus juga menjadi perhatian PMI untuk terlihat aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk, pengasapan, pembagian abate, atau kegiatan bersih lingkungan yang membangun partisipasi masyarakat. Demikian juga harapan dia mengenai peran PMI terhadap kasus stunting atau gizi buruk, yang dapat menghilangkan generasi emas Indonesia. Dia berpesan agar PMI melalui relawan di lapangan harus antisipatif dan berkaloborasi dengan elemen masyarakat lainnya. Dengan perhatian, kepedulian, dan komitmen semua pihak, Bupati yakin kasus stunting dan gizi buruk dapat diminimalisir.

“Saat ini, kebutuhan darah di semua rumah sakit Ketapang meningkat, perharinya tidak kurang 400 sampai 500 kantong darah wajib disediakan oleh laboratorium darah RSUD Agoesdjam Ketapang,” kata Bupati dalam pesan tertulisnya yang disampaikan Asisten III.

Dipaparkan dia bahwa keperluan tersebut terutama untuk pasien demam berdarah, gagal ginjal, kecelakaan, melahirkan, operasi, anemia, dan pasien lainnya. Karena itu, melalui pengurus baru, Bupati berpesan agar terus menggalakkan kegiatan donor darah sukarela bagi masyarakat. Kegiatan donor darah tersebut, menurut dia, tidak saja penting bagi kemanusiaan. Tetapi juga, dia menambahkan, menyehatkan bagi pendonor jika dilakukan secara rutin dan diperhatikan aspek higienis lainnya. “Jadikan donor darah sebagai gaya hidup, bergabunglah sebagai relawan palang merah Indonesia,” ucapnya. (PK)

Read Previous

30 Agustus Jemaah Haji Tiba di Ketapang

Read Next

Seringlah Periksa Kesehatan Mata Anak

Tinggalkan Balasan

Most Popular