Jadikan Motivasi di Olimpiade

Marcus Fernaldi Gideon - Kevin Sanjaya Sukamuljo

JAKARTA–Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo kembali mencatat capaian special. Pasangan ganda putra terbaik dunia tersebut masuk daftar elite 30 Under 30 Asia. List yang dirilis majalah ekonomi Forbes itu berisi 30 orang dengan usia kurang dari 30 tahun yang paling berpengaruh di bidang masing-masing.

Dari 30 nama yang masuk kategori entertainment and sports, Minions menjadi satu-satunya olahragawan asal Indonesia. Meski begitu, di kategori yang sama, ada penyanyi Isyana Saraswati dan Nicole Zefanya alias Niki. Di luar kategori itu, masih banyak nama wakil Indonesia. Misalnya, di kategori Big Money (start-up bernilai USD 15 juta plus). Disusul retail & e-commerce, finance & venture capital, dan social entrepreneurship.

Pelatih ganda putra pelatnas Herry Iman Pierngadi pun sangat bangga atas prestasi Marcus/Kevin. Dia menilai keduanya pantas masuk 30 Under 30 Asia. ’’Semua itu kan penghargaan yang mereka terima dari masyarakat, baik Indonesia maupun Asia. Itu sesuai dengan prestasi yang mereka raih,’’ kata Herry I.P., sapaannya, kemarin.

Pria berjuluk Coach Naga Api itu berharap penghargaan tersebut punya makna lebih bagi Marcus/Kevin. Yakni, bisa memacu keduanya untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Yang paling dia nantikan tentu saja gelar Olimpiade Tokyo 2020. ’’Harapan saya, bisa meraih emas Olimpiade lah. Supaya prestasi mereka makin lengkap,’’ ucapnya.

Minions memang sangat dominan di ganda putra. Mereka menduduki peringkat I sejak 2017. Hingga hari ini, keduanya telah menduduki posisi itu selama 131 pekan beruntun. Sayang, ada beberapa gelar mayor yang belum mereka raih. Misalnya, kejuaraan dunia dan Olimpiade.

Sejak 2018, Marcus/Kevin menguasai BWF Tour. Tahun itu, Minions merebut delapan gelar plus emas Asian Games. Capaian tersebut diulang pada musim berikutnya (minus Asian Games). Kemudian, tahun ini, mereka merebut gelar Indonesia Masters dan menjadi runner-up di All England.

Saat ini Minions memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya mengatasi Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, pasangan Jepang yang mengalahkan mereka dalam enam pertemuan terakhir. Jika ingin merebut emas Olimpiade, Marcus/Kevin harus bisa mengatasi halangan berupa pasangan nomor 6 dunia itu.

Di sisi lain, Herry menilai mundurnya Olimpiade Tokyo ke tahun depan cukup menguntungkan. Timnya jadi punya kesempatan untuk melakukan evaluasi lebih dalam. Diharapkan, performa Minions yang hebat bisa meningkat secara signifikan.

’’Tim kami harus latihan lagi, banyak evaluasi,’’ ujar Herry. ’’Waktu yang panjang ini harus dimanfaatkan. Selain mencari celah-celah kelemahan lawan, kami harus cari cara untuk memperbaiki apa yang jadi kelemahan kami,’’ imbuh pelatih 57 tahun tersebut.

Prestasi sepanjang 2018 dan 2019 jadi pertimbangan Forbes dalam memasukkan Minions –sebutan Marcus/Kevin– ke list prestisius mereka. ’’Saat ini mereka menempati peringkat I dunia di sektor ganda putra. Pada 2018, pasangan ini merebut delapan gelar BWF Tour dan dinobatkan sebagai pasangan terfavorit serta Athlete of the Year di Indonesian Sport Awards,’’ tulis Forbes di laman resminya. ’’Pada Kejuaraan Asia Beregu 2020 di Manila, Gideon dan Sukamuljo juga menjadi bagian dari tim Indonesia yang meraih emas,’’ tambah pernyataan tersebut.

Marcus, 29, dan Kevin, 24, tentu saja masuk kategori entertainment and sports. Bersanding dengan, antara lain, petenis Australia juara grand slam Prancis Terbuka Ashleigh Barty dan Takumi Minamino, gelandang Liverpool asal Jepang. Dari bulu tangkis, rising star Korea Selatan An Se-young juga masuk daftar tersebut. (raf/c18/na)

error: Content is protected !!