Jaga Kawasan Pengembangan Komoditas Khas Daerah

BELAH DURIAN: Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan membelah durian di acaraHUMAS PEMKAB KUBU RAYA

SUNGAI RAYA – Melihat cukup bervariasi dan berkualitasnya komoditas durian membuat Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menilai perlu lebih digencarkannya promosi potensi komoditas durian termasuk potensi pertanian di Kalbar melalui berbagai even atau ajang yang atraktif.

“Jenis ekonomi kreatif itu banyak. Yang penting ajang yang punya nilai atraksi atau daya tarik tidak terbatas hanya festival,” katanya disela menghadiri ferstival durian, Sabtu (24/8) di halaman Ayani Megamall.

Muda menegaskan, pemerintah daerah, khususnya di Kubu Raya juga komitmen mendorong dan memfasilitasi pengembangan ide-ide kreatif masyarakat. Bupati pertama Kubu Raya ini menyarankan ke depan upaya promosi potensi durian lokal dapat digandeng dengan sejumlah momen budaya, sehingga juga bisa sekaligus menggerakkan pertumbuhan sektor pariwisata di daerah.

Dia menilai, momen potensial dapat merangsang minat publik untuk hadir. Bahkan, Muda mengusulkan promosi durian berupa festival dan semacamnya juga bisa dilakukan langsung di kebun-kebun durian milik warga.

“Karena beda makan di kebun dengan makan di kota. Suasana batinnya lebih beda. Itu yang paling penting. Jadi sekarang ini harus diperbanyak inisiatif dan kreativitas untuk menciptakan event-event yang pada akhirnya juga akan dapat membuat harga durian lokal pun ikut terangkat,” ungkapnya.

Muda mengatakan festival durian yang digelar Pemerintah Kalimantan Barat menjadi stimulan bagi setiap daerah dalam meningkatkan komitmen menjaga kawasan. Misalnya saja, di kawasan Sungai Raya Dalam, sebalumnya kata Muda dikenal sebagai salah satu penghasil langsat, durian dan manggis. Namun pesatnya pembangunan membuat lahan-lahan perkebunan jadi tergerus.

“Makanya kita harus menjaga kawasan. Ketatkan di situ. Nanti rencana detail tata ruang atau RDTR-nya harus kita kawal termasuk tata ruang desa. Yang penting ini dulu. Karena untuk menjaga ini memang bukan pekerjaan mudah. Sebab menyangkut masyarakat bagaimana merawat lahan-lahan supaya jangan jadi perumahan,” ungkapnya.

Untuk terus menjaga dan mendorong pengembangan komoditas durian, Muda menyebut pemerintah daerah fokus menjaga sejumlah sentra penghasil durian di Kubu Raya. Seperti di sejumlah lokasi di Sungai Kakap. Beberapa kawasan dikembangkan menjadi kawasan wisata hortikultura seperti langsat dan durian.

“Jadi kawasannya harus kawasan wisata untuk mengembangkan seperti itu. Karena peluangnya besar. Pontianak kan sebagai sentra penjualan. Kalau ada even bagus harga akan baik,” ujarnya.
Festival Durian Bumi Khatulistiwa dibuka langsung Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. Acara yang diikuti 200 peserta dari berbaga daerah di Kalbar itu bertujuan mencari durian terbaik. Selain itu juga diadakan makan durian gratis untuk 1.000 orang.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan, selama ini para petani durian belum mendapatkan perhatian yang seharusnya. Padahal Kalbar memiliki banyak jenis durian unggulan. Ia mengungkapkan, dari 38 jenis durian unggul di seluruh Indonesia, 12 di antaranya terdapat di Kalimantan Barat. “Jika ini mampu dimaksimalkan, hal ini tentu menjadi keuntungan bagi Kalbar,” jelasnya.

Sutarmidji memastikan, di bawah kepemimpinannya, kondisi petani durian akan menjadi perhatian pemerintah provinsi. Yakni dengan cara melakukan promosi dan kebijakan yang berpihak kepada petani. Di antara promosi yang akan rutin digelar yakni Festival Durian Bumi Khatulistiwa. “Melalui kegiatan ini, durian di Kalbar akan dikenal dan harganya paling tidak meningkat dua kali lipat dari saat ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar Heronimus Hero mengatakan, tujuan utama festival durian adalah mengenalkan dan mempromosikan berbagai potensi pertanian Kalbar khususnya komoditas durian. Selain itu, pihaknya juga hendak mencari dan membangun jaringan pemasaran durian Kalbar. Heronimus menambahkan, melalui festival para petani durian juga diberi edukasi bagaimana merawat dan melestarikan tanaman durian dengan baik dan benar.

“Petani durian juga diajarkan bagaimana memasarkan buah mereka serta membuat berbagai olahan. Tahun depan akan dilaksanakan festival serupa sebanyak dua kali dalam setahun,” pungkasnya. (ash)

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi pelaksanaan Festival Durian Bumi Khatulistiwa 2019 yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar.

Festival yang digelar di Halaman Ayani Mega Mall Pontianak, Sabtu (24/8), menurutnya merupakan cara kreatif dalam menjaga, mengenalkan, dan mengembangkan potensi buah lokal khususnya durian. Di sela menghadiri festival pada Sabtu (24/8), Muda penyebut perlunya promosi potensi pertanian Kalbar khususnya komoditas durian melalui berbagai event atau ajang yang atraktif.

“Ekonomi kreatif itu banyak. Yang penting ajang yang punya nilai atraksi atau daya tarik. Tidak terbatas hanya festival,” ujarnya.

Muda menyatakan pemerintah daerah komit mendorong dan memfasilitasi ide-ide kreatif masyarakat. Ia menyarankan ke depan upaya promosi potensi durian lokal dapat digandeng dengan momen-momen budaya. Momen potensial yang menurutnya dapat merangsang minat publik untuk hadir. Bahkan, dirinya mengusulkan promosi durian berupa festival dan semacamnya dilakukan langsung di kebun-kebun durian milik warga.

“Karena beda makan di kebun dengan makan di kota. Suasana batinnya lebih beda. Itu yang paling penting. Jadi sekarang ini harus diperbanyak inisiatif dan kreativitas untuk menciptakan event-event yang pada akhirnya juga akan dapat membuat harga durian lokal pun ikut terangkat,” tuturnya.

Muda mengatakan festival durian yang digelar Pemprov Kalbar menjadi stimuli bagi daerah dalam meningkatkan komitmen menjaga kawasan. Ia mencontohkan kawasan Sungai Raya Dalam, di mana dulu dikenal sebagai salah satu penghasil langsat, durian, dan manggis. Namun pesatnya pembangunan membuat lahan-lahan perkebunan jadi tergerus.

“Makanya kita harus menjaga kawasan. Ketatkan di situ. Nanti rencana detail tata ruang atau RDTR-nya harus kita kawal termasuk tata ruang desa. Yang penting ini dulu. Karena untuk menjaga ini memang bukan pekerjaan mudah. Sebab menyangkut masyarakat bagaimana merawat lahan-lahan supaya jangan jadi perumahan,” paparnya.

Karena itu, Muda menyebut pemerintah daerah fokus menjaga sejumlah sentra penghasil durian di Kubu Raya. Seperti di sejumlah lokasi di Sungai Kakap. Beberapa kawasan dikembangkan menjadi kawasan wisata hortikultura seperti langsat dan durian.

“Jadi kawasannya harus kawasan wisata untuk mengembangkan seperti itu. Karena peluangnya besar. Pontianak kan sebagai sentra penjualan. Kalau ada event bagus harga akan baik,” ucapnya.

Festival Durian Bumi Khatulistiwa dibuka langsung Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. Acara yang diikuti 200 peserta dari berbaga daerah di Kalbar itu bertujuan bertujuan mencari durian terbaik. Selain itu juga diadakan makan durian gratis untuk seribu orang.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan, selama ini para petani durian belum mendapatkan perhatian yang seharusnya. Padahal Kalbar memiliki banyak jenis durian unggulan. Ia mengungkapkan, dari 38 jenis durian unggul di seluruh Indonesia, 12 di antaranya terdapat di Kalimantan Barat.

“Jika ini mampu dimaksimalkan, hal ini tentu menjadi keuntungan bagi Kalbar,” ucapnya.
Sutarmidji memastikan, di bawah kepemimpinannya, kondisi petani durian akan menjadi perhatian pemerintah provinsi. Yakni dengan cara melakukan promosi dan kebijakan yang berpihak kepada petani. Di antara promosi yang akan rutin digelar yakni Festival Durian Bumi Khatulistiwa.

“Dengan kegiatan ini, durian di Kalbar akan dikenal dan harganya paling tidak meningkat dua kali lipat dari saat ini,” harapnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar Heronimus Hero mengatakan, tujuan utama festival durian adalah mengenalkan dan mempromosikan berbagai potensi pertanian Kalbar khususnya komoditas durian. Selain itu, pihaknya juga hendak mencari dan membangun jaringan pemasaran durian Kalbar. Heronimus menambahkan, melalui festival para petani durian juga diberi edukasi bagaimana merawat dan melestarikan tanaman durian dengan baik dan benar.

“Petani durian juga diajarkan bagaimana memasarkan buah mereka serta membuat berbagai olahan. Tahun depan akan dilaksanakan festival serupa sebanyak dua kali dalam setahun,” pungkasnya.

Festival Durian Bumi Khatulistiwa 2019 turut dihadiri Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan serta sejumlah bupati/wali kota se-Kalimantan Barat. (ash)

Read Previous

Tempias Ibu Kota Baru

Read Next

Bukti Suzuki Kuat Di Akselerasi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *