Jaga Keharmonisan di Tengah Keberagaman 

PENGUKUHAN: Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan didampingi Ketua DPP Merah Putih Sukiryanto saat acara pengukuhan DPD Perkumpulan Merah Putih Kubu Raya.ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST

SUNGAI RAYA— Kendati memiliki latar belakangan masyarakat yang majemuk, namun Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapresiasi sikap masyarakatnya yang mampu memupuk dan menjaga kehermonisan. Hal ini bisa dilihat dari banyak dan baiknya silaturahmi antar paguyuban-paguyuban dan pelaku budaya di Kubu Raya.

Kata Muda, ini membuktikan bahwa Kubu Raya memiliki potensi dan kompleksitas penduduknya yang beragam baik etnis dan budaya. Kekayaan ini menjadi modal besar bagi kubu raya dalam membangun daerah.

“Dengan keragaman yang harmonis Kubu Raya sudah menunjukkan bahwa di kabupaten ini merupakan miniatur Indonesia,” kata Muda Mahendrawan, Kamis (29/7), usai mengukuhkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Merah Putih Kabupaten Kubu Raya didampingi ketua DPP Perkumpulan Merah Putih, Sukiryanto di Gardenia Resort Kubu Raya.

Sebagai kepala daerah, Muda memiliki harapan besar kepada Perkumpulan Merah Putih mampu menjaga keamanan, menjaga kerukunan, bangsa khususnya di Kabupaten Kubu Raya yang multietnis penduduknya.

“Kita sudah membuktikan bahwa di Kubu Raya benar-benar memiliki toleransi yang kuat dan solidaritas yang kuat. Kalau di Kubu Raya kita bukan membesar-besarkan isu-isu perbedaan, tapi kita membesarkan isu-isu kesamaan, bahkan sikap ini sudah ditunjukkan saat pembentukan Kubu Raya yang didukung semua etnis. Itu semua jelas memberikan dukungan pada slogan yang selama ini kita sampaikan yakni Kubu Raya untuk Indonesia,” ucap Muda kepada wartawan.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya ini menilai, sikap dan tindakan ke-Indonesiaan yang ditunjukkan oleh paguyuban-paguyuban yang ada perlu ditanamkan akarnya kepada generasi-generasi saat ini. Supaya generasi saat ini punya prestasi yang tidak hanya jago kandang, tapi bagaimana bisa mengukir prestasi di tingkat nasional.

“Ini juga berlaku bagi prmerintahannya, dimana Kubu Raya harus menjadi daerah yang mampu bersaing dalam berbagai inovasi dan pertumbuhan segala lini di tingkat nasional dan tidak hanya untuk gagah-gagahan, namun punya manfaat untuk semua,” jelasnya.

Bahkan beberapa waktu lalu, Muda bersama jajaran Pemerintah Kubu Raya sudah mewacanakan sebuah konsep Kampung Budaya, sehingga dengan dikukuhkannya perkumpulan merah putih ini mampu mendogkrak sektor, seni, budaya dan wisata menjadi ujung tombak dalam pembangunan di daerah.

Dikesempatan yang sama, Ketua DPP Perkumpulan Merah Putih, Sukiryanto turut mendukung terhadap sikap yang ditunjukkan kepala daerah Kubu Raya ini. Dia mengatakan dukungan yang diberikan adalah modal besar untuk melestarikan budaya dari seluruh etnis yang ada di Kubu Raya.

“Kubu Raya menjadi kabupaten pertama yang sudah membentuk kepengurusan DPD. Kita mengapresiasi apa yang telah difasilitasi oleh Pemerintah Kubu Raya saat ini,” ucap Sukiryanto.

Sukiryanto  yang juga menjabat sebagai Anggota  DPD RI Dapil Kalbar ini juga berharap kedepannya, seluruh etnis dan paguyuban bahu membahu dengan pemerintah dalam pembangunan di daerah. “Keharmonisan adalah modal utama dalam pertumbuhan dan perkembangan sebuah daerah. Mari kita jaga kebhinekaan Kubu Raya,” ajaknya.

Pelantikan yang dikoordinir Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya ini juga menyajikan dialog lintas etnis dengan panelis Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam bersama Ketua DPP Perkumpulan Merah Putih.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Cawang menerangkan saat ini perkumpulan merah putih Kubu Raya beranggotakan 22 organisasi kebudayaan di Kubu Raya antara lain ; MABM, DAD, Paguyuban Jawa, IKBM, MABT, KKSS, FKOB, KERABAT, Kerukunan Keluarga Bima NTT, Simpay Seuweu Siwi Siliwangi, Flobamora-NTT, Kerukunan Keluarga Kawanoa Manado, Laskar Satuan Keluarga Madura, Pemuda Batak Bersatu, HARPI, Laskar Pemuda Melayu, Lembaga Budaya Tionghoa, POM, YAKORMA dan Paguyuban Masyarakat Banten.

“Kami memiliki keinginan agar pelaku-pelaku budaya terus menjadi agen-agen yang ada di masyarakat untuk terus menghidupkan dan melestarikan budaya yang berkembang di Kubu Raya. Melalui fungsi dan kewenangan yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, para pelaku budaya adalah mitra pemerintah untuk melestarikan budaya-budaya yang ada,” jelas Cawang. (ash)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!