Jaksa Geledah RS Sintang

PENGGELEDAHAN: Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kalbar saat akan melakukan penggeledahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen, Sintang, Rabu (21/8). FIRDAUS/PONTIANAK POST

Dugaan Kasus Pengadaan Alat Kesehatan

SINTANG– Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi Kalbar melakukan penggeledahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang, Rabu (21/8). Penggeledahan dimulai sekitar pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Tim juga terlihat memasuki ruangan Direktur RSUD di lantai 2 rumah sakit umum tersebut.

Sekitar pukul 11.00, tim dari Kejati meninggalkan RSUD Ade M Djoen dengan menenteng koper hitam yang dididuga berisi berkas-berkas. Kemudian, tim dari Kejati Kalbar melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di kantor Kejaksaan Negeri Sintang.

Gandi, salah satu tim dari Kejati yang melakukan penggelahan di RSUD Ade M Djoen tidak berkomentar banyak ketika ditanyai wartawan terkait penggeledahan di RSUD Ade M Djoen Sintang. “Untuk detailnya silakan konfirmasi ke Kejari Sintang atau menghubungi Humas Kejati Kalbar,” ujarnya singkat.

Informasi yang dihimpun, penggeledahan di RSUD Ade M Djoen terkait kasus dugaan korupsi alat kesehatan (alkes). Namun belum diketahui secara pasti kapan tahun pelaksanaan alkes tersebut maupun sudah sejauh mana tahapan penanganan perkara.

Kepala Kejaksaan Negeri Sintang Imran mengatakan bahwa penggeledahan di RSUD Ade M Djoen Sintang ditangani Kejati Kalbar. “Dalam penggeledahan tersebut Kejari Sintang sebatas mendampingi saja. Tapi pekerjaannya di Kejati,” katanya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Pantja Edy Setiawan membenarkan adanya penggeledahan dan penyitaan barang bukti di Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang. Menurut Pantja, penggeledahan dan penyitaan barang bukti yang dilakukan penyidik Kejaksaan Tinggi Kalbar ini berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) tahun 2015 yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Sintang.

“Benar. Kami bersama Kejari Sintang melakukan penggeledahan di RS Ade M Djoen Sintang terkait kasus dugaan korupsi Alkes 2015,” kata Pantja kepada Pontianak Post. Terkait dengan dugaan kasus ini, Pantja mengaku tidak bisa memberikan informasi lebih detail. Menginggat saat ini tim penyidik masih di lapangan. “Untuk lebih detailnya akan kami sampaikan nanti. Karena tim masih bekerja di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang, dr Rosa Trifina mengaku terkejut terkait dengan kedatangan Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi Kalbar ke rumah sakit pada Rabu (21/8) pagi.

Saat dihubungi Pontianak Post, dr Rosa Trifina hanya mengatakan bahwa tim dari Kejati Kalbar tiba-tiba datang dan langsung menemuinya di ruangan kerjanya. “Tiba-tiba datang langsung ke ruangan kerja saya, sekitar jam 8 pagi begitu la dan meminta izin untuk melihat-lihat kondisi rumah sakit,” ujar Rosa Trifina.

Saat ditanya mengenai kepentingan Kejati Kalbar berkunjung ke Rumah Sakit, Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, dirinya mengaku tidak tahu menahu. “Mendadak saya juga tidak tahu apa maksud kedatangannya, tapi intinya kita mendukung segala proses hukum yang sedang dilakukan oleh Kejati Kalbar,” paparnya.

Ia juga mengatakan, kedatangan Kejati Kalbar untuk melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan rumah sakit. “Mungkin ada laporan ya, saya juga tidak tahu, Kejati juga tidak ada meminta dokumen apapun dari kita, kalau pun nanti diminta kita juga akan siapkan,” ungkapnya. “Yang pasti, kami sebagai institusi rumah sakit pada dasarnya memfasilitasi apa yang menjadi laporan masyarakat. Kami proaktif dalam hal ini. Kami menghargai proses hukum,” kata Rosa. (fds/arf)

Read Previous

Tingkatkan Sinergisitas dengan Jurnalis, PLN Kalbar Gelar Media Touring

Read Next

Kue Bulan Spesial Seribu Lapis

Most Popular