Jaksa Masuk Kampus
Kajati Kalbar Ajak Mahasiswa IPDN Cegah Korupsi dan Paham Radikal

KUBU RAYA – Mahasiswa Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat mengikuti kuliah umum yang disampaikan Dr. Masyhudi, SH,MH Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar.

Kegiatan dari Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (Binmatkum) 2021 yang berlangsung Rabu (7/4) itu, mengangkat tema peran kejaksaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi dan mencegah paham radikal, juga waspada terhadap narkoba.

Alumni Universitas Padjadjaran Bandung ini memulai pembahasan dengan mengajak mahasiswa untuk bermental melayani, bukan minta dilayani ketika bertugas di masyarakat nantinya. Menurutnya, itu kunci dalam keberhasilan.

Masyhudi menjelaskan, korupsi ini merupakan permasalahan besar yang dihadapi bangsa. Korupsi itu merusak. Tidak hanya sekadar merugikan keuangan negara tetapi juga merusak ekonomi serta tatanan sosial. Bahkan yang lebih penting, korupsi bisa merusak kebutuhan manusia yang paling dasar yakni harapan.

“Kenapa harapan? Harapan itu kebutuhan manusia paling penting. Apa harapan itu? Harapan memperoleh pendidikan, harapan untuk berusaha secara baik, sehingga orang yang mempunyai keterampilan atau hal yang bisa dikembangkan, karna tidak bisa berkompetitif karena dilingkungannya diisi orang-orang yang korupsi. Sehingga harapannya untuk jadi lebih baik hilang,” paparnya di kuliah umum yang berlangsung pukul 14.00 itu.

Masyhudi mengatakan, korupsi tidak hanya menimpa negara miskin, tetapi juga bisa menimpa negara berkembang bahkan negara maju. Perlu optimisme bersama mencegah dan memberantas korupsi.

Masyhudi juga memberikan gambaran dalam menghadapi persoalan hukum. Kemudian, peran Jaksa di dalam penegakan hukum terutama dalam peningkatan penanganan kasus korupsi, serta ragam program Kejaksaan Tinggi Kalbar dalam mengedukasi masyarakat terkait permasalahan hukum yang sedang berkembang.

Kemudian, Masyhudi juga mengingatkan mahasiswa untuk cerdas memahami agama. Menjauhi paham radikal yang berkembang. Menghormati hak azasi manusia, serta hati-hati terhadap pemikiran-pemikiran yang menyesatkan.

Dikesempatan ini, Masyhudi juga mengingatkan generasi muda ini untuk waspada terhadap narkoba. “Indonesia ini darurat narkoba. Narkoba tidak mengenal strata sosial, orang miskin ada, anak pejabat ada,” katanya mengingatkan.

Direktur IPDN Kampus Kalbar, Drs. Zulkarnaen Ilyas BA, MM menyambut baik program Jaksa Masuk Kampus ini. Menurut dia, ini menambah wawasan mahasiswa yang nantinya akan menjadi pelayan masyarakat. Ilmu-ilmu yang disampaikan, lanjutnya tentu berguna bagi praja IPDN yang selama ini telah mendapatkan teori. “Kalau teori mereka sudah dapat. Sekarang dapat ilmu langsung dari praktisi tentu semakin menambah wawasan mereka,” paparnya.

Menurutnya, materi yang disampaikan penting dalam rangka ikut melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Termasuk menghadapi paham radikal, serta kasus narkoba yang terus berkembang.

Dalam kesempatan ini, Zulkarnaen juga menceritakan sejarah singkat berdirinya IPDN serta perubahan-perubahannya.
Zulkarnaen juga menjelaskan tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki mahasiswa IPDN yakni siap sebagai pelayan masyarakat, perancang dan penggerak pembangunan, serta fasilitator pemberdayaan masyarakat. (mrd)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!