Jalan Gajah Mada Ditutup Lebih Awal

PENYEKATAN JALAN : Pengalihan dan penyekatan arus lalu lintas disejumlah jalan di Pontianak salah satunya di Jalan Gajah Mada sudah dimulai, Kamis (1/7). Penyekatan ini dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Kepolisian Resort Pontianak Kota melakukan penyekatan atau penutupan sejumlah ruas jalan di Pontianak dalam rangkap mengurangi aktivitas masyarakat selama status Darurat Covid-19 di Kota Pontianak.

Penyekatan sejumlah ruas jalan tersebut di antaranya Jalan Gajah Mada dan Jalan Reformasi yang dimulai pada pukul 14.00 WIB. “Hal ini untuk mengurangi aktivitas masyarakat di Kota Pontianak. Seperti yang kita tahu, saat ini Kota Pontianak dan Kalimantan Barat sudah zona merah,” kata Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Rio Sigal Hasibuan, kemarin.

Dikatakan Sigal, penutupan atau penyekatan ruas jalan tersebut berlaku dari tanggal 1 Juli 2021 hingga 14 hari ke depan. “Dengan penutupan jalan atau rekayasa lalu lintas ini dapat mengurangi aktivitas masyarakat dan juga kerumunan,” kata dia.

Selain jalan Gajah Mada dan Jalan Reformasi, penyekatan dibagi menjadi empat wilayah, wilayah Pontianak Utara-Timur, di antaranya di antaranya, simpang Jalan Parit Nanas, simpang Jalan Tanjung Raya, dan Tanjung Hulu. Wilayah Pontianak Selatan dan Tenggara, di antaranya, Simpang Garuda, simpang Jalan Daya Nasional, simpang Flambon, Jalan Diponegoro, Jalan Ketapang, Jalan Tanjungpura, Jalan Hijas, Simpang Masjid Jihad, jalan Veteran, Ahmad Yani, Bundara Digulis Untan, U-Turn Zambrut Khatulistiwa Jalan Ahmad Yani.

Wilayah Pontianak Barat di antaranya Jalan RE Martadinata, Jalan Hanura, Jalan Tabrani Ahman dan Jalan Tebu.

Sedangkan di wilayah Pontianak Kota di antaranya Jalan Putri Candramidi dan Jalan Danau Sentarum. “Untuk sejumlah wilayah itu, pelaksaan penyekatan jalan dimulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB,” jelas Sigal.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Leo Joko Triwibowo mengatakan, dengan meningkatkan kasus konfirmasi positif Covid 19, Pemerintah Kota Pontianak menerapkan PPKM Darurat per 1 Juli 2021.

“Saat ini kita sudah menerapkan PPKM Darurat, karena Pontianak sudah zona merah, pukul 20.00 tutup, kota harapkan pukul 21.00 clear, tidak ada lagi cafe, warung kopi, dan tempat usaha yang buka, tidak ada pengecualian,” katanya.

Direncanakan PPKM Darurat ini akan diberlakukan hingga 14 hari kedepan, seluruh tempat usaha cafe maupun rumah makan hanya diperbolehkan terisi hingga 25 persen.

Kemudian, selama PPKM Darurat, patroli pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di Kota Pontianak pun dikatakan Kapolresta akan diperketat. “Pengetatan aktivitas akan dilakukan dua shif, siang dan malam, bila terjadi kerumunan maka akan langsung kita bubarkan, dan ini dalam rangka menekan angka penyebaran Covid 19,” tegasnya. (arf)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!