Jalan Mantoman, Singkawang Timur Hancur, Warga Sakit pun Ditandu Menuju Puskesmas

pasien ditandu

VIRAL: Warga sakit ditandu viral di media sosial. Informasinya di wilayah Mantoman, Kecamatan Singkawang Timur.

Kondisinya sudah berlangsung lama. Jalan rusak. Belum tersentuh listrik PLN. Serta segudang permasalahan, yang intinya pembangunan masih minim. Akibatnya di unggahan facebook, ketika warga sakit dan hendak berobat, terpaksa ditandu.

Hari Kurniathama, SINGKAWANG

WARGA sakit yang dibawa menggunakan tandu viral di media sosial. Informasinya di wilayah Mantoman, Kecamatan Singkawang Timur. Hal tersebut terlihat di salah satu unggahan Facebook di salah satu akun Tatut Ja’e yang mendokumentasikan kejadian tersebut.

Saat dikonfirmasi pemilik akun Tutu Je’e mengatakan hal tersebut terjadi pada Senin pagi. Di mana salah seorang warga bernama Ipodius yang berusia 62 tahun tersebut harus di bawa ke puskesmas dengan menggunakan tandu buatan warga.

“Bawa orang yang sakit ipodius. Berusia 62 tahun yang mengalami sakit ginjal dan komplikasi tinggal di jalan Mantoman Harus di bawa ke puskesmas,” katanya.

Kondisi demikian, kata sang pemilik akun lantaran sulitnya akses jalan yang masih jauh di atas layak.

“Ini harus digotong karena akses jalan yang masih hancur. Dan masih tanah.” katanya.
Dirinya mengatakan aksi gotong warga menggunakan tandu ini bukanlah baru pertama kali, karena sebelumnya sudah terjadi.

“Ini bukan baru kali ini. Sebelumnya hal yang sama juga pernah terjadi. Bahkan belum sampai ke puskesmas korban meninggal,” katanya.

Dirinya berharap ada solusi untuk warga yang berada di daerah tersebut agar mengatasi hal demikian. Sementara itu, Ketua RT 07 RW 04 Kelurahan Nyarungkup, Marjo angkat bica terkait keluhan warganya.

Dirinya mengatakan kondisi tersebut berlangsung sudah cukup lama. Di mana baru – baru ini salah seorang warganya harus di gotong menggunakan tandu seadanya.

Marjo mengatakan warga yang sakit bernama Ipodius, dimana warganya itu sudah mengalami sakit dua bulan lamanya.

Di mana waktu itu BPJS nya belum jadi. Maka dari itu warga tersebut masih bertahan di rumah dan hanya minum obat seadanya di tambah biaya yang tidak mencukupi.

“Satu minggu lalu sempat kami bawa ke Puskesmas, dengan menggunakan sepeda motor lantaran kondisi masih bisa duduk di atas motor ditambah waktu itu kondisi jalan yang tidak licin,” jelasnya.

Dari kondisi tersebut, lanjut Marjo, usai operasi pasien tadi sempat pulang kerumah selama empat hari. Namun kondisi kesehatannya semakin parah sehingga harus mendapatkan layanan medis.

“Tepat pada Senin (7/10) kami bawa menggunakan tandu. Lantaran penyakit asam urat, kolestrol, diabetes darah tinggi, dan tipes, semakin parah. Terpaksa menggunakan tadu lantaran jalan licin mobil tidak bisa masuk sehingga terpaksa menggunakan tandu. Untuk membawa keluar kampung kurang lebih 1 jam,” jelasnya.

Sejauh ini ia mengatakan. Kendala warga yang ada di daerah mereka hanya akses jalan yang sangat memprihatinkan. Dirinya mengatakan. Sejauh ini warganya hanya di iming – imingi janji perbaikan jalan namun hingga kini belum terealisasi.

“Sampai kapan kami seperti ini. Selama ini kami hanya menunggu janji. Hingga sekarang belum terealisai perbaikan jalan di daerah kami ini. Bahkan pernah kejadian seorang pemuda kami tandu juga untuk di bawa ke rumah sakit. Belum sempat masuk ke mobil meninggal di jalan,” katanya.

Tidak hanya itu. Ada seorang ibu mau melahirkan juga harus di tandu, bahkan istrinya sendiri pun sudah mengalami hal tersebut yakni menggunakan tandu

“Istri saya pernah mengalaminya. Saat itu istri sayang menangis lantaran tidak mampu menahan sakit,” ucapnya.

Terkait kondisi ini, ia mengatakan pihaknya pernah mengadu mulai pihak kelurahan, kecamatan, anggota dewan, hingga ke Wali Kota.

“Pernah kami sampaikan. Namun jawaban mereka hanya mudah – mudahan. Hanya itu yang selalu kami dengar,” terangnya.

Dirinya berharap pembangunan kalan di wilayah mereka segera terealisasi.

“Kami harapkan yang utama adalah akses jalan. Selama ini kami telah mengajukan proposal. Namun hingga saat ini belum ada satu pun yang yang terealisaai. Pembangunan jalan yang kami harapkan hanya 4 Km,” harapnya.

Terpisah, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie sudah memerintahkan camat dan lurah untuk mengecek pasien yang digotong dengan menggunakan tandu yang sempat viral di media sosial Facebook.

“Sudah saya suruh camat dan lurah untuk meninjau daerah mana, dan saya sampai saat ini masih menunggu laporannya,” katanya.

Dia mengatakan, sebelum dilantik sebagai Wali Kota Singkawang, dirinya pernah berkunjung ke Mantoman.

“Saat tiba di Mantoman, ada sekitar 85 KK belum punya listrik. Begitu juga dengan jalannya sangat susah. Saya aja waktu itu perginya pakai motot,” katanya.

Kemudian, ada satu pengusaha dari Tiongkok, dan dia memberikan Singkawang Solar Sel untuk berapa KK yang belum belistrik khususnya di daerah Mantoman.

“Mestinya bulan Desember 2018 kemarin sudah selesai pemasangannya, namun ternyata pengirimannya agak terhambat. Tetapi tiga hari yang lalu pengirimannya sudah masuk ke Kota Singkawang,” ujarnya. Sedangkan untuk jalan, Pemkot Singkawang bersama Dandim 1202/Skw akan membangunnya melalui program TMMD tahun depan.

“Saya sudah ajukan untuk pembangunan jalan dan jembatan untuk menuju ke sana,” ungkapnya.
Pada intinya, apa yang menjadi masalah atau kendala masyarakat sudah Pemkot Singkawang petakan untuk ditindaklanjuti.

Hanya saja dalam penganggarannya, perlu ada perancanaan. Khusus untuk daerah Mantoman ini, Pemkot Singkawang akan berupaya untuk memasukkan listriknya dulu, setelah itu jalan. (*)

Read Previous

Rumah Terbakar Saat Ditinggal Antar Anak Sekolah

Read Next

Makan Bersama Jadikan Suasana Kian Akrab

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *