Jalan Negara Terendam Banjir

LANGGANAN BANJIR: Ruas Jalan Putussibau – Kalis yang menjadi langganan banjir tahunan. Padahal ruas jalan yang juga menghubungkan Kapuas Hulu serta Sintang tersebut merupakan ruas jalan negara. DOKUMEN

NANGA KALIS – Jalan negara yang menghubungkan ibukota Kabupaten Kapuas Hulu – Kabupaten Sintang, tepatnya di Kecamatan Kalis, saat ini terendam banjir, dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter (cm). Informasi tersebut disampaikan Kapolres Kapuas Hulu melalui Kapolsek Kalis Ipda A.A Harahap.

Dari informasinya, titik banjir terjadi pada hampir sejumlah tempat seperti Dusun Sabang, Desa Nanga Kalis, dengan ketinggian air 30 – 50 cm. Kemudian di Dusun Karya Suci, Desa Nanga Kalis, disebutkan dia bahwa kedalaman air mencapai 25 cm. Kedalaman terparah, menurut dia, terjadi di Dusun Korma Jaya, Desa Kalis Raya, dengan ketinggian air mencapai 120 cm.

“Kita tidak boleh under estimate, meskipun kejadian banjir ini sudah menjadi langganan setiap tahunnya dan masyarakat Kalis khususnya sudah terbiasa di mana rumah warga pada umumnya berbentuk panggung, sehingga tidak menggangu aktivitas mereka,” ujarnya.

Untuk memastikan warga di wilayah hukumnya baik-baik saja, Kapolsek pun memerintahkan anggotanya untuk melakukan monitoring ke beberapa lokasi yang menjadi rawan banjir dan bencana alam. “Saat ini anggota terus memantau wilayah yang berdampak banjir,” katanya.

Dikatakan Harahap, hal tersebut ia lakukan untuk menindaklanjuti perintah Kapolda Kalbar melalui Kapolres Kapuas Hulu, agar anggota Polri khususnya Polres Kapuas Hulu selalu mengantisipasi bencana alam, baik banjir, puting beliung, maupun tanah longsor.

“Kami diperintahkan untuk selalu hadir di setiap bencana, guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” paparnya.

Atas dasar itu, Harahap memerintahkan anggotanya untuk selalu siap siaga, terutama di musim penghujan. Sebab, tak dipungkiri dia jika wilayah Polsek Kalis termasuk daerah yang rentan dan rawan bencana alam khususnya banjir. “Banjir ini terjadi dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini, sehingga mengakibatkan meluapnya sungai Mandai,” pungkasnya.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kapuas Hulu menyebabkan sejumlah pemukiman warga dan ruas jalan negara terendam banjir. Di antaranya, sebut saja di wilayah Teluk Barak, Kecamatan Putussibau Selatan. Jajaran Polsek Putussibau Selatan pun melakukan pengecekan terhadap kondisi banjir yang terjadi di daerah tersebut.

Pengecekan tersebut dilakukan dengan menggunakan sampan di sepanjang daerah terkena banjir, terutama di Kelurahan Kedamin Hilir (Teluk Barak), Desa Tanjung Jati, Desa Jaras, dan sejumlah titik rawan longsor.

“Untuk kedalaman air saat ini bervariasi berkisar 20 – 80 sentimeter, terutama di jalan Kalimantan Teluk Barak, kendaraan tidak bisa melintas,” kata Kapolres melalui Kapolsek Putussibau Selatan, Ipda Cahya Purnawan, kemarin.

Disampaikan Cahya, pengecekan atau pemantauan daerah rawan bencana tersebut dilakukan untuk mengantisipasi atau cegah dini, hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan, menurutnya, anggota Polsek Putussibau Selatan yang turun langsung di tengah masyarakat juga memberikan imbauan agar masyarakat waspada bencana.

“Kami sampaikan imbauan waspada bencana, terutama para orang tua agar dapat mengawasi anak-anaknya di saat banjir terjadi,” ucap Cahya.

Dikatakan Cahya, untuk wilayah Putussibau Selatan, memang rawan banjir dan tanah longsor. Hanya saja tak dipungkiri dia, untuk saat ini sedang terjadi banjir.

“Banjir terjadi sejak Sabtu (11/1) kemarin, karena luapan Sungai Kapuas yang disebabkan curah hujan cukup tinggi,” jelas dia. Selain itu, banjir juga merendam ruas jalan Lintas Selatan Kilometer 11, Dusun Sampak, Kecamatan Kalis, kemarin. (arf)

loading...