Jalan Protokol Kerap Tergenang Air

TERGENANG: Ruas Jalan Merdeka Timur di Kecamatan Sekadau Hilir kerap tergenang air meskipun dalam keadaan tidak diguyur hujan. SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

SEKADAU HILIR-Genangan air di kawasan protokol, yakni di Jalan Merdeka Timur, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau tak kunjung surut, meskipun tak diguyur hujan. Terkait hal ini, Dinas Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sekadau menyebut sudah beberapa kali melakukan upaya penanganan, meskipun ruas jalan yang tergenang tersebut masuk dalam kewenangan nasional dan bukan prioritas di tingkat Kabupaten.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi menuturkan pihaknya juga telah kerap kali meninjau lokasi genangan air yang kerap membanjiri ruas jalan Merdeka Timur tersebut. Dia menyebut, pihaknya melalui tim teknis Dinas PUPR Sekadau, Binarmarga, serta pihak Kecamatan Sekadau Hilir telah beberapa kali melakukan upaya penanganan di lokasi genangan air tersebut.

“Memang itu kalau kita (Kabupaten) yang tangani salah. Karena itu kewenangan nasional. Jadi untuk langkah sementara yang sudah kita lakukan adalah meminta partisipasi masyarakat untuk memberikan lahan saluran pembuangan,” jelas Kadis PUPR Sekadau.

Dia juga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sekadau sebelumnya juga pernah melakukan perbaikan di ruas jalan yang tergenang air tersebut. Alasannya, hal itu dilakukan atas dasar kesepakatan bersama Gubernur Kalbar melalui atas nama pemerintah pusat.

“Tapi asset itu malah menjadi masalah sekarang. Karena asset itu harusnya dari tingkat nasional. Untuk sekarang, kita hanya mendorong dari PPK, khususnya jalan Sanggau-Sekadau,Tebelian. Cuma mereka sekarang bekerja masalah prioritas,” terangnya.

Lebih lanjut, Akhmad menyebut salah satu kendala lain yang menyebabkan perbaikan di lokasi genangan air tersebut dikarenakan tak adanya salurang pembuangan air di sekitar lokasi tersebut. Disisi lain, kata dia, pemilik-pemilik ruko yang berada di sekitar lokasi juga menolak untuk membeli atau memasang saluran pembuangan.

“Jadi air yang tergenang ini mau dibuang kemana kita juga bingung. Karena beberapa saluran pembuangan yang sebelumnya juga telah dibuat oleh Pemda Sekadau juga telah ditutup saat ini,” tuturnya.

“Maka dari itu, bangunan ruko yang baru sudah kita larang untuk menutup saluran pembungan. Kalaupun ditutup kita minta tidak permanen. Opsinya bisa portabel, jadi apabila suatu saat kita ingin buang genangan air itu, kita bisa buka tutup kapan saja,” pungkasnya. (sig)

loading...