Jalan Rusak, Pelancong Jiran Ogah ke Temajuk

temajuk
Seorang warga mengendarai sepeda motor di jalan beraspal menuju Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Sambas, Sabtu (31/8). Pemerintah secara bertahap membangun jalan di sepanjang perbatasan untuk membuka keterisolasian wilayah. foto Haryadi

Pelaku Wisata Mengeluh

SAMBAS – Pelaku usaha wisata di Temajuk, Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas, keluhkan berkurangnya wisatawan dari Malaysia. Pasalnya, pengunjung dari negeri jiran dulunya selalu ramai, namun belakangan ini sepi.

Indrawati atau yang akrab disapa Iin misalnya, pelaku usaha wisata di Temajuk, Paloh ini mengaku dulu wisatawan dari Malaysia ramai berdatangan ke wilayah Temajuk. Namun saat ini, jumlahnya berkurang drastis meski masih ada.

“Masih ada wisatawan dari Malaysia, tapi jumlahnya minim sekali,” kata Iin, Senin (16/12). Menurutnya, dirinya memperkirakan menurunnya wisatawan Malaysia ke Temajuk, dikarenakan akses jalan yang kondisinya rusak. Kemudian ada juga yang mengeluhkan masalah perizinan.

“Jalan yang rusak, menjadi salah satu penyebabnya selain izin, meski masih ada yang datang itu karena pakai PLB,” katanya.

Iin menceritakan, dulunya tiap tahun pasti ramai pengunjung dari Malaysia. Tapi sekarang, wisatawan domestik saja yang mendominasi.

Keluhan ini menjadi salah satu masukan reses Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Ir H Prabasa Anantatur selain infrastruktur jalan di beberapa wilayah di Kabupaten Sambas, kelangkaan pupuk subsidi, dan perbaikan tempat ibadah.

“Infrastruktur adalah paling banyak menjadi masukan masyarakat saat reses, termasuk kegiatan sebelumnya,” kata Anggota DPRD Kalbar Dapil Sambas ini, Selasa (16/12).

Persoalan ini, termasuk aspirasi masyarakat Sambas lainnya, akan menjadi bahan, selanjutnya untuk dirapatkan dengan jajaran Pemprov Kalbar melalui instansi terkait. “Apa yang disampaikan pelaku usaha di Temajuk ini akan diperjuangkan, termasuk aspirasi dari masyarakat lainnya, yang berkaitan dengan infrastruktur, kelangkaan pupuk

subsidi, serta perbaikan tempat ibadah,” katanya.

Gubernur Kalbar, sebut Prabasa, akan memperhatikan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sambas serta kabupaten dan kota di Kalbar. Dan ini, akan menjadi sinergi, baik dari Pemkab Sambas, Pemprov Kalbar dan Pemerintah pusat.

“Kalau mengandalkan APBD Sambas, dalam pembangunan infrastruktur juga belum memadai, maka akan dibantu dari Provinsi, karena kalau tak salah sesuai APBD Provinsi Kalbar TA 2020 untuk infrastruktur di Sambas khusus jalan berkisar Rp30 Miliar, dan tentunya akan ada dana dari pusat. Masyarakat tak mau tahu, apakah status jalan adalah milik kabupaten, provinsi atau pusat, yang penting infrastruktur jalan itu bagus, karena ini berpengaruh pada perputaran ekonomi di wilayahnya masing-masing, sehingga ini harus menjadi perhatian baik di kabupaten, provinsi dan pusat,” katanya.(fah)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!