Jangan Ada Lagi Istilah Kelompok

ANGGOTA LEGISLATIF: Proses pelantikan dan pengucapan sumpah dan janji 25 anggota DPRD Kayong Utara periode 2019 – 2024 di Gedung DPRD Kayong Utara, Senin (9/9). DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

25 Anggota Legislatif Resmi Diambil Sumpah

SUKADANA – Jangan ada lagi istilah kelompok atau pengelompokan dalam membangun masyarakat di Kayong Utara. Pesan tersebut disampaikan sesepuh masyarakat Kayong Utara Abdul Rani, saat menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Anggota DPRD terpilih Kabupaten Kayong Utara Periode 2019 – 2024 di Gedung DPRD Kayong Utara, Senin (9/9).

“Karena anggota DPRD yang baru saja dilantik ini merupakan perwakilan rakyat se-Kabupaten Kayong Utara, sehingga warga berharap tidak ada lagi pengelompokan-pengelompokan, baik itu dalam pembangunan untuk masyarakat,” pesan dia. Dia juga mengingatkan kepada anggota DPRD Kayong Utara yang telah dilantik agar bekerja sesuai fungsinya.

Terutama, kata dia, dalam memenuhi janji selama masa kampanye. Selain itu, sambung dia, anggota DPRD tersebut harus mampu menyerap segala bentuk aspirasi masyarakat.

Dia juga berpesan kepada anggota DPRD agar tidak egosektoral dalam mengemban amanah sebagai wakil rakyat. Dengan demikian, harapan dia agar pembangunan di Kayong Utara dapat berjalan dengan stabil dan baik.

“Untuk DPRD terpilih saat ini harus memperhatikan masyarakat Kayong Utara, karena selama ini aspirasi-aspirasi masyarakat selalu terabaikan,” sindir dia.

Prosesi pengambilan sumpah serta janji anggota legislatif terpilih tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Daerah, Kejaksaaan Negeri, Pengadilan Negeri Ketapang, serta Asisten III Setda Kalimantan Barat sebagai perwakilan dari Pemerintahan Provinsi.

Pelantikan ini sendiri berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 1169/PEM/2019 tentang Peresmian Pengangkatan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kayong Utara Masa Jabatan 2019 – 2024.

Bupati Kayong Utara Citra Duani ditemui usai prosesi pelantikan tersebut berharap dengan telah dilantik serta diambil sumpah jabatan anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara tersebut, menjadikan eksekutif dan legislatif mampu bersinergi membangun Kabupaten Kayong Utara. Tentunya, pesan Bupati, semua sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah. Dia juga berpesan bahwa yang terpenting sebagai perwakilan rakyat, mereka harus mampu menjalani tugas sebagaimana telah diamanatkan dalam undang-undang.

“Legislatif harus menjalankan tugasnya dengan sebaik-baik mungkin seperti yang pertama fungsi legislasi, fungsi pengawasan dan anggaran. Legeslatif boleh menyampaikan kritikan dan masukan kepada kepada pemerintah daerah.

Karena itulah tugas dan fungsi dewan, untuk memperbaiki mungkin adanya kelemahan dan benar-benar kita mengawal, termasuk dalam penggunaan anggaran,” terang Bupati.

Sebagai mitra pemerintah daerah, Bupati berharap banyak terhadap anggota DPRD terpilih, agar dapat mendukung dan mengawal pembangunan di Kayong Utara ke depannya. Sebab, diingatkan Bupati, dalam penggunaan APBD tentunya harus tepat sasaran.

“Agar tepat sasaran bagimana? sejak dilantik, saya sebagai Bupati, sudah saya sampaikan peringatan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Baik kepada kepala dinas maupun staf agar dapat benar-benar dalam berkerja. Kerena lebih baik mencegah. Sebab ke depan dalam pelaksanaan membangun Kayong Utara diharapakan dapat dilakukan dengan kejujuran,” jelas Bupati.

Ketua DPRD Kayong Utara sementara Sarnawi menegaskan, dalam 5 tahun ke depan DPR dan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara akan komit dalam berkerja sama demi percepatan pembangunan. Terutama, ditegaskan dia, mengenai laporan masalah yang belum terselesaikan.

“Jadi memang perlu adanya kerja sama antara DPR dan Pemerintah Daerah. Kalau DPR dan Pemerintah Daerah tidak ada kerja sama, kapan mau majunya? Tujuan kita apa lagi DPR untuk membangun Kayong Utara,” ungkapnya. (dan)

Read Previous

Api Mendekati RSUD Muhammad Jamaludin I

Read Next

Asap Selimuti Kota Sanggau

Tinggalkan Balasan

Most Popular