Jangan Tergoda Rayuan Calo CPNS

CEK JADWAL : Seorang peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) sedang mengecek jadwal tes seleksi kompetensi dasar (SKD), Selasa (28/1). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak sudah mengumumkan jadwal seleksi kompetensi dasar (SKD) untuk rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019. Dari jadwal yang diumumkan jadwal SKD itu dimulai tanggal 3 hingga 9 Februari 2020.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak, Heri Adha meminta peserta mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti tes SKD ini.

Menurutnya, tes SKD dilaksanakan secara transparan dengan sistem computer assisted test (CAT) sehingga peserta bisa melihat langsung perolehan hasil setelah mengikuti tes. Menurutnya, dengan sistem yang digunakan sehingga tidak ada jeda untuk bermain nilai tes

“Jadi jangan mudah percaya dengan bujuk rayu bisa membantu meloloskan dalam rekrutmen CPNS. Percayakan pada pemerintah ini bahwa pelaksanaan ini berjalan secara transparan,” kata Heri di Pontianak, kemarin.

Ia meminta peserta untuk terus mengecek website Pemerintah Kota Pontianak. Pada situs itu tersedia informasi jadwal, kapan, dan tempat tes dilaksanakan. Jika sudah tiba hari pelaksanaannya, peserta diminta sudah tiba di lokasi satu jam sebelum tes dimulai.

Saat tes nanti, dikatakan Heri, peserta wajib berpakaian rapi. Peserta dilarang mengenakan jeans dan rok pendek. Bahkan peserta dilarang membawa alat tulis. Menurutnya, panitia menyiapkan semua keperluan selama berlangsungnya tes.

“Saat masuk ruangan nanti peserta hanya membawa kartu tes dan KTP. Semua sudah disiapkan, termasuk alat tulis di ruang. Kemudian dengan datang satu jam sebelum tes, peserta akan melakukan registrasi melalui website,” terang dia.

Saat tes, lanjut Heri, satu hari dibagi lima sesi. Untuk satu sesi berisi 120 peserta. Jika dihitung lima sesi, maka ada 600 peserta yang ikut tes. Jika terhitung tujuh hari pelaksanaan tes maka ada 4.200 pelamar yang ikut SKD untuk rekrutmen CPNS 2019 di Pemkot Pontianak.

Sementara itu, lanjut Heri, pemerintah kota batal memberikan sanksi berupa denda bagi peserta yang lulus namun mengundurkan diri. “Belum ada aturan yang memadai untuk sanksi itu, tetapi jika ada yang mengundurkan diri maka namanya langsung diblokir sehingga tidak bisa lanjut di tahun berikutnya. Itu merupakan kebijakan dari pusat,” tegas Heri.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengingatkan peserta maupun pihak keluarga jangan mudah termakan bujuk rayu dari siapapun yang menjanjikan bisa meloloskan dengan membayar hingga ratusan juta rupiah.

“Sekarang sistemnya CAT dan sangat transparan sehingga sulit untuk tidak objektif dalam pelaksanaan tes,” ujar Edi.

Ia tak menampik jika perbuatan itu bisa saja dilakukan oleh ASN untuk kepentingan sendiri. “Kalau itu dilakukan oleh ASN, sudah pasti hukumannya jelas dan bahkan bisa sampai pemecatan karena itu pidana,” tegasnya. (mse)

error: Content is protected !!