Janji Bangun Kembali SDN 19 Telayar

KUNJUNGAN: Bupati dan Muspida saat mengunjungi titik kebakaran di Telayar. SDN 19 Telayar yang terbakar, dijanjikan segera dibangun kembali. ISTIMEWA

Tim Mabes TNI/Polri Bakal ke Mempawah

MEMPAWAH– Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH bersama Wakil Bupati, H Muhammad Pagi beserta Muspida mengunjungi titik api di Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Senin (19/8) sore. Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Mempawah itu untuk melihat langsung kondisi api di wilayah itu.

Melewati jalan darat, rombongan Bupati dan pejabat Muspida Pemerintah Kabupaten Mempawah menggunakan kendaraan roda empat menuju ke Dusun Telayar. Mengenakan perlengkapan masker, Bupati dan pejabat lainnya melihat sendiri hamparan hutan yang ludes terbakar dikiri-kanan jalan yang dilewati.

Kabut dan bau asap yang menyengat menyambut kedatangan rombongan para pejabat daerah ini. Hutan semak belukar yang dulunya tampak menghijau ditumbuhi tanaman pakis dan sejenisnya, kini terlihat menghitam. Masih tampak pula asap tipis mengepul hamparan lahan yang terbakar di Dusun Telayar.

Iring-iringan kendaraan Bupati dan pejabat Muspida Pemerintah Kabupaten Mempawah berhenti di bagian depan Kampung Telayar tepatnya lokasi bekas bangunan SDN 19 Telayar. Bangunan empat lokal yang dulunya menjadi tempat belajar 12 siswa di sekolah itu, kini menyisakan puing. Tak ada satu pun aset sekolah yang berhasil diselamatkan dalam kebakaran tersebut.

Erlina mengaku prihatin dengan kerusakan hutan di Dusun Telayar disebabkan karhutla yang telah berlangsung sejak akhir Juli lalu. Meski demikian, Erlina memastikan petugas gabungan dari BPBD, TNI/Polri, Manggala Agni dan lainnya telah berusaha maksimal melakukan penanggulangan karhutla.

“Segala daya dan upaya sudah dilakukan petugas untuk memadamkan karhutla di Dusun Telayar ini. Namun, banyak sekali kendala yang ditemui dilapangan hingga petugas kewalahan memadamkan titik api,” pendapatnya.

Kendala dimaksud, ungkap Erlina, mulai dari keterbalasan alat pemadam, faktor alam seperti angin kencang dan kemarau hingga kandungan gambut yang cukup tebal. Sejumlah faktor itulah yang menyebabkan titik api di Dusun Telayar sulit dipadamkan.

“Bahkan, api sudah tidak terlihat diatas permukaan melainkan menyala dari dalam tanah. Ini sangat sulit sekali untuk ditanggulangi,” tuturnya.

Karenanya, Istri Wakil Gubernur Kalbar ini mengharapkan dukungan dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalbar bahkan Pemerintah Pusat untuk mengatasi persoalan karhutla di Kabupaten Mempawah. Pihaknya berharap karhutla di lingkungan masyarakatnya dapat segera diatasi.

“Rencananya nanti akan datang rombongan dari Mabes TNI/Polri untuk melihat langsung titik api di Dusun Telayar. Mudah-mudahan kedatangan tim dari Mabes ini dapat membantu mengatasi persoalan karhutla,” harapnya.

Masih dalam upayanya menanggulangi karhutla di Dusun Telayar, Erlina menyebut rencananya besok (hari ini) pihaknya akan meminta bantuan BNPB Provinsi Kalbar untuk melakukan water boombing wilayah Dusun Telayar. Agar titik api di wilayah itu dapat dipadamkan secara total hingga tidak mengancam pemukiman masyarakat.

“Kalau terus dibiarkan kita khawatir api semakin merembet ke wilayah lainnya dan mengancam pemukiman masyarakat di Dusun Telayar dan sekitarnya,” sebut Erlina.

Tak hanya fokus pada penanggulangan, Bupati menegaskan pihaknya selalu berkoordinasi bersama TNI/Polri untuk menyelidiki penyebab karhutla. Jika ditemukan adanya unsur kesengajaan oknum tidak bertanggungjawab, maka pihaknya tak segan memberikan sanksi tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Dari hasil penyelidikan nanti akan terungkap status lahan, siapa pemiliknya dan apa yang menjadi pemicu tiitk api di Dusun Telayar ini. Kalau memang terbukti ada unsur kesengajaan maka akan kita usut tuntas. Pelakunya harus bertanggungjawab dihadapan hukum,” tegas Erlina.

Terkait bangunan SDN 19 Telayar yang ludes terbakar, Erlina berjanji untuk membangun kembali sekolah itu. Namun, dia mengatakan rencana pembangunan tersebut tidak bisa lakukan dalam waktu singkat.

“Insha Allah, bangunan SDN 19 Telayar akan kami bangun kembali. Tetapi, kita harus menunggu hingga situasi kondusif dan terkendali. Nantinya akan kita cari lokasi yang lebih aman untuk mengantisipasi kejadian serupa dimasa mendatang,” jelas Erlina.

Dilain pihak, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah mengaku telah memutuskan untuk memindahkan aktivitas belajar siswa-siswi SDN 19 Telayar.

“Sesuai hasil pertemuan kami dengan Kepala Sekolah, Pengawas Wilayah, Ketua Rt dan masyarakat Dusun Telayar, kegiatan belajar mengajar akan dipindahkan sementara waktu ke Gedung PAUD atau Gedung Guru Kunjung yang lokasinya berada di tengah pemukiman masyarakat Telayar,” kata Sawardi.

Sawardi meyakini penggunaan Gedung PAUD tersebut sangat mendukung kelancaran aktivitas belajar mengajar siswa-siswi SDN 19 Telayar. Sebab, lokasi gedung berada di tengah pemukiman masyarakat hingga memudahkan siswa untuk bersekolah.

“Hari ini (kemarin) anak-anak belum belajar. Sebab, gedung yang akan digunakan untuk aktivitas belajar harus dibersihkan lebih dulu. Setelah dibersihkan dan dilengkapi dengan fasilitasnya, barulah anak-anak mulai bersekolah,” tukasnya.(wah)

Read Previous

Komunitas Motor Salurkan Bantuan ke Sekolah

Read Next

194 Ha Lahan Pelang Hangus

Tinggalkan Balasan

Most Popular