Jaringan Internet Tak Merata jadi Kendala

DUDUK BERSAMA: Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama pengurus PGRI Sintang membahas masalah pendidikan pada Konferensi PGRI ke 8, kemarin. FOTO ISTIMEWA

SINTANG-Salah satu kendala yang dihadapi dunia pendidikan Kabupaten Sintang adalah minimnya akses jaringan internet di desa-desa. Hal ini dikatakan langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno. Dia memaparkan, dari 391 total desa di Kabupaten Sintang, 46% tidak memiliki jaringan internet.

“Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita sebagai sebagai pemerhati dunia pendidikan di Kabupaten Sintang,” ungkap Jarot saat buka Konferensi PGRI yang ke 8 di pendopo rumah dinas jabatan Bupati, kemarin.

Orang nomor satu di Bumi Senentang ini menjelaskan, ini salah satu tantangan dari setiap organisasi guru untuk melakukan inovasi dan kreatifitas dalam mendidik.

“PGRI harus tetap semangat dan jangan putus asa justru menjadi pemacu konsep merdeka belajar. Kita memasuki era digital, perubahan teknologi komunikasi yang begitu cepat, yang memberikan konsep belajar dimana saja, kapan saja dan dengan cara apa saja,” ucapnya.

Apalagi, lanjut Jarot, tenaga pendidik juga masih terus dibenahi. Dia menjelaskan, kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang.

“Adaptasi menghadapi kebiasaan baru ini kita harus hati-hati. Pun termasuk kualitas anggota, etika dan profesi sebagai anggota PGRI setelah itu baru kita menciptakan masyarakat Sintang yang cerdas,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Pengurus PGRI Kalbar, Prof Simiun yang turut hadir dalam konferensi ini mengatakan, kesejahteraan guru tetap menjadi momok dan masalah yang belum kunjung tuntas sampai saat ini.

“Seperti kita ketahui masih banyak tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Kabupaten Sintang ini yang belum diperhatikan sama, mereka mengabdi sebagai pendidik namun jauh dari kata sejahtera ini lah peran PGRI dalam tugas dan fungsinya,” tegasnya.

Dia menambahkan, permasalahan bagu guru meski melibatkan mitra dan Pemerintah Daerah dalam mengatasinya. Apalagi, ungkap dia, jumlah anggota PGRI di Kabupaten Sintang sudah mencaai ribuan.

“Tidak ada pegawai negeri yang paling banyak selain guru di kabupaten atau kota, namun permasalahan juga banyak yang harus di hadapi PGRI. Ini sangat luar biasa, potensi ini harus kita berdayakan sehingga peran PGRI aktif membenahi diri dalam dunia,” tutupnya.(fds)

loading...