Jasa Raharja Bayarkan Santunan Kecelakaan Rp 26,3 Milyar

Angka Kecelakaan Menurun

PONTIANAK-Sepanjang Januari hingga September 2019, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Kalimantan Barat sudah menyerahkan Rp 26,3 milyar kepada ahli waris korban kecelakaan. Demikian dikatakan Kepala PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Kalimantan Barat, Regy S, Rabu (23/10).

Dari Rp 26,3 milyar kata Regy terdiri dari atas santunan meninggal dunia Rp 15,7 milyar, korban luka-luka Rp 9,8 milyar, santunan korban cacat Rp 532 juta, santunan biaya Penguburan sejumlah Rp 20 juta, biaya ambulance Rp 36 juta, dan biaya P3K sejumlah Rp 171 juta.

Besaran santunan korban kecelakaan sampai dengan Bulan September tahun 2019 kata dia mengalami penurunan sebesar 12,85 persen atau senilai Rp 3.9 milyar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018.

“Salah satu fakor penyebab penurunan jumlah santunan yang diserahkan sampai dengan saat ini adalah penurunan jumlah korban meninggal dunia yang mendapat santunan,” katanya.

Jumlah korban meninggal dunia lanjut dia, mengalami penurunan dari 365 menjadi 308 korban. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dan secara keseluruhan jumlah korban yang diserahkan santunannya juga mengalami penurunan menjadi 1.020 korban, sementara tahun lalu adalah 1.050 korban.

Selain bertugas menyergap bantuan, Jasa Raharja juga mempunyai tugas pokok lain, yaitu menghimpun dana berupa Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang (DPWKP) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang (DPWKP) kata dia dikutip dari tiket yang dibayarkan oleh penumpang angkutan umum, penumpang pesawat udara, penumpang kapal laut, penumpang kereta api termasuk penumpang kendaraan angkutan umum luar negeri yang masuk ke wilayah NKRI.

Sedangkan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dikutip dari pemilik kendaraan bermotor yang dikutip bersamaan dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor setiap tahun. Terhadap kendaraan luar negeri yang masuk ke wilayah NKRI, SWDKLLJ dikutip ketika kendaraan tersebut memasuki wilayah NKRI melalui Pos Lintas Batas Antar Negara.

Jasa Raharja (Persero) saat ini juga telah melakukan transformasi pelayanan berupa digitalisasi transaksi keuangan (Cashless Payment) sehingga penyerahan santunan tidak lagi diserahkan dalam bentuk tunai melainkan menggunakan sistem cashless, dimana santunan langsung ditransfer ke rekening korban/ahli waris korban melalui virtual account dan juga segala transaksi pembayaran dilakukan secara cashless. Agar pelayanan yang diberikan lebih maksimal, Jasa Raharja telah bekerja sama dengan bank pemerintah sehingga pembayaran bisa dilakukan pada hari Sabtu/ Minggu/ hari libur.(iza)

error: Content is protected !!