Jemaah Mulai Alami Dehidrasi

BERTEDUH: Para jemaah calon haji asal Kota Pontianak berkumpul di bawah tenda untuk berlindung dari teriknya sinar matahari. B SALMAN/PONTIANAKPOST

Suhu yang cukup panas membuat jemaah calon haji berisiko mengalami dehidrasi. Kekurangan cairan pada tubuh ini bisa fatal. Haji tahun lalu tercatat 130 orang meninggal karena dehidrasi.

Laporan SALMAN BUSRAH, Madinah

TIM Promotif Preventif, Kemenkes RI terus melakukan sosialisasi dengan mendatangi hotel-hotel tempat penginapan jemaah. Mereka memberikan edukasi kepada jemaah betapa berisikonya jika mengalami dehidrasi.

“Siapa sekarang yang mulai gatal-gatal? Kulit merah dan kering? Hidung mimisan? Bibir pecah-pecah?” kata Esni, SKM, MKM dari Tim Promosi Preventif, Kemenkes RI saat pertemuan dengan jemaah Kloter 14 BTH asal Kota Pontianak pada Selasa (23/7) sore di Hotel Taiba Arac Suites, Madinah.

Hampir semua jemaah mengangkat tangan atas penyakit yang disebut Esni.  “Itu karena cuaca yang sangat panas,” lanjutnya. Saat ini Suhu Madinah mencapai 44 derajat. Dipaparkan Esni, dengan cuaca yang panas ini jemaah sangat berisiko mengalami bibir pecah-pecah, kulit kering dan gatal, kaki melepuh, mimisan, tenggorokan kering dan batuk.

Untuk mengatasinya diperlukan peran aktif jemaah. Seperti bibir pecah-pecah dapat dicegah dengan menggunakan pelembab bibir, sesering mungkin konsumsi buah dan sayur yang cukup, dan sering membasahi bibir dengan air minum.
Kulit gatal-gatal, lanjut Esni karena suhu panas dan kering. Karena itu jemaah diminta sering menyemprotkan air di daerah yang terkena panas dan gunakan pelembab kulit.

“Kalau mimisan dapat diatasi dengan sering membasahi masker dan menyemprotkan air dengan semprotan ke arah wajah,” jelas Esni. Masker yang diberikan agar digunakan. Begitu juga semprotan. Selalu dibawa kemana pun pergi.
Esni mengingatkan para jemaah agar memperbanyak minum air, makan buah dan sayuran serta istirahat yang cukup supaya tetap sehat. Perjalanan haji masih panjang.

Oralit yang cukup banyak diberikan kepada jemaah diharapkan agar digunakan. Satu sachet oralit bisa dimasukkan dalam botol berisi 600 ml. “Usahakan satu hari habiskan dua botol air,” ujarnya. Jangan sampai oralit yang diberikan tidak dipakai. Esni juga mengingatkan jangan minum air hanya karena merasa harus. Minum harus dilakukan secara rutin atau terus-menerus.

Apa gejala awal dehidrasi? Esni menyebutkan ciri-cirinya. Air seni mulai berwarna kuning. Kepala mulai pusing. “Kalau sudah seperti itu segera lakukan banyak minum air. Jangan tunda lagi. Kalau perlu segera temui dokter,” jelasnya. Tak kalah penting, lanjut Esni, adalah menjaga diri dari sengatan sinar matahari secara langsung. Gunakan payung, topi atau penutup kepala lainnya. Selalu gunakan alat pelindung diri. *

Read Previous

Lorenzo Kembali Tunda Mengaspal

Read Next

Politik Nasi Goreng ala Mega

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *