Jembatan Gantung Lintang Tambuk Terseret Banjir; Wabup: Segera Diganti Pemerintah Pusat

Jembatan Gantung Lintang Tambuk Terseret Banjir; Wabup: Segera Diganti Pemerintah Pusat

NANGA MAU – Wakil Bupati (Wabup) Sintang Askiman mendapat kepastian mengenai penggantian jembatan gantung yang putus di Desa Lintang Tambuk, Kecamatan Kayan Hilir, akibat diterjang banjir. Hal tersebut disampaikan Wabup saat terjun langsung ke lokasi banjir di kecamatan tersebut, belum lama ini.

“Bahkan sudah ada kepastian dari Pemerintah Pusat bahwa jembatan gantung ini akan diganti pada tahun 2020 ini juga dengan jembatan rangka baja,” ucap Askiman. Kepastian tersebut diperoleh Wabup usai melaporkan putusnya jembatan gantung ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.

Selain jembatan, Askiman juga meninjai rumah warga yang bergeser dan roboh di beberapa desa. Bahkan, ada juga sekolah yang didapati dia terendam banjir.

“Saya minta BPBD, Dinas Perkim, Dinas PU, untuk menyiapkan langkah rekonstruksi terhadap kerusakan akibat banjir ini. Ada juga sekolah yang terendam banjir. Pasti banyak dokumen sekolah yang hilang dan rusak. Saya minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang segera lakukan langkah untuk membantu sekolah dan siswa yang dokumen mereka hilang atau rusak akibat banjir ini,” tegas Askiman.

Dirinya berharap, masyarakat bisa tetap tabah akan musibah ini. Pemerintah dipastikan dia sudah bergerak dalam menghadapi dampak dari banjir ini. “Kita pasti akan lalui musibah dan cobaan ini. Kepada masyarakat untuk tetap semangat, kita akan gotong royong membangun kembali,” pungkasnya.

Sebelumnya salah satu tumenggung adat Desa Lintang Tambuk, Zakaria menuturkan, jembatan yang menghubungkan Desa Lintang Tambuk ke Desa Temian dan Tanjung Lalau diterjang banjir dan hanyut sejak banjir besar melanda mereka, Sabtu (11/7) kemarin.

“Pagi itu sekitar jam sembilan terdengar suara gemuruh. Ternyata jembatan gantung kami sudah putus dan hanyut. Jembatan ini juga akses menuju ke kampung diseberang sana yakni Temiang dan Tanjung Lalau,” cerita Zakaria.

Jembatan yang dibangun sejak 2002 itu, dijelaskan dia, telah berusia kurang lebih 18 tahun. Mobilisasi masyarakat, diakui Zakaria, memang mengandalkan jembatan ini sebagai penghubung ke pusat kecamatan.

“Keberadaan jembatan ini sangat penting karena menghubungkan transportasi warga kami ke pusat kecamatan Kayan Hulu. Kami berharap jembatan gantung ini bisa dibangun kembali,” harapnya. (fds)

loading...