Jembatan Melano Ditabrak Ponton

jembatan melano
JEMBATAN MELANO: Jembatan Melano di Kecamatan Simpang Hilir yang melintas di atas Sungai Melano tampak dari kejauhan.
jembatan melano
Fender pengamanan Jembatan Melano yang ditabrak oleh ponton pengangkut bauksit. ISTIMEWA

Perusahaan Pengangkut Bauksit Bertanggung Jawab

TELUK MELANO – Ponton Bg Widermarine 2305 yang ditarik tugboat TB. WideMarine 5 dengan Assit TB Rita 111 telah menabrak tiang fender pengamanan Jembatan Melano, Kecamatan Simpang Hilir, Kamis (3/10) lalu. Ponton pengangkut bauksit tersebut menyebabkan beberapa tiang peyangga jembatan miring, serta besi penyambung fender ke tiang putus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, ponton tersebut telah membuat kerusakan pada fender ke-3 pada titik F7 dan F12 yang menggali patah bagian tengah tiang, serta kerusakan seluruh pengaku fender yang patah. Kepala Desa Teluk Melano Asnawi mengungkapkan bahwa jembatan tersebut menjadi satu-satunya penghubung ke pusat ibukota Kayong Utara dan menjadi kegiatan ekonomi sehari-hari masyarakat setempat.

“Jadi pada tanggal 3 Oktober 2019, sekitar jam delapan malam, telah terjadi musibah yang disebabkan oleh tugboat salah satu perusahan yang awalnya mau keluar dari Sungai Melano, terjadikan tabrakan dan mengakibatkan fender tiang jembatan itu rusak berdasarkan hasil pemeriksana dari (Dinas) PUPR Provinsi Kalimatan Barat,” kata Asnawi, Rabu (9/10) di Teluk Melano.

Kejadian seperti ini pun, diakui dia, bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, perusahaan bauksit yang beroperasi di Kayong Utara kerap membuat ulah. Beberapa waktu lalu, diungkapkan dia bagaimana jaringan listrik bawah air milik PLN yang membentang di bawah jembatan yang sama, juga putus dihantam jangkar salah satu ponton. Akibatnya, disebutkan dia, tiga kecamatan di Kayong Utara mengalami pemadaman total untuk waktu yang cukup lama.

Untuk diketahui mengenai berita acara pemeriksaan lapangan Jembatan Melano pada 7 Oktober lalu, telah disepakai bersama, dengan disaksikan oleh Muspika, pihak perusahaan, serta Dinas PUPR Provinsi Kalbar. Dalam pertemuan tersebut disepakai tiga poin, yaitu telah terjadi kerusakan fender yang disebabkan tertabraknya oleh ponton pengakut bauksit. Kemudian pihak perusahaan dalam hal ini PT. CMI, Tbk, PT. LSJ, dan PT. Widhi Satria Jaya Lines bersedia mengganti seluruh kerusakan akibat kerusakan tersebut. Proses penggantian kerusakan tersebut dipastikan diawasi oleh Dinas PUPR Provinsi Kalbar. (dan)

loading...