Jembatan Pararel di Entikong Putus

PUTUS: Salah satu akses ruas jalan yang dihubungkan oleh jembatan di Entikong yang terputus setelah diguyur hujan lebat, Minggu (17/5) malam lalu. ISTIMEWA

ENTIKONG – Hujan lebat yang menguyur wilayah perbatasan di Kecamatan Entikong, Minggu (17/5) malam, mengakibatkan jembatan pararel perbatasan Entikong menuju ke Kabupaten Landak dan Bengkayang putus total. Hal tersebut dipastikan Kepala Polsek (Kapolsek) Entikong, AKP Novrial Alberti Kombo saat menjelaskan mengenai putusnya jembatan yang berada di jalan pararel perbatasan itu.

“Menyikapi adanya jembatan yang berada di jalan pararel perbatasan Kecamatan Entikong, kami dari Polsek Entikong langsung menurunkan anggota ke lokasi untuk meninjau langsung kodisinya,” ungkapnya, Senin (18/5) di Entikong.

“Setelah anggota meninjau langsung ke TKP bahwa kondisi jembatan penghubung di jalan pararel perbatasan Desa Entikong Menuju ke Desa Pala Pasang Kabupaten Sanggau tersebut kondisinya putus total,” tambahnya.

“Putusnya jembatan penghubung jalan pararel perbatasan tersebut diduga kuat akibat tersumbatnya gorong gorong,” katanya lagi.

Sementara itu Camat Entikong Suparman berjanji akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sanggau, agar segera untuk di tindaklanjuti. “Tentunya kami dari pihak Kecamatan Entikong akan segera berkoordinasi dengan Instansi terkait agar segera di tindaklanjuti,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa hujan deras telah mengguyur wilayah Entikong, sehingga menyebabkan banjir melanda dua dusun di Desa Entikong. Untuk membantu evakuasi warga, Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang langsung menurunkan personil untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir. Banjir pada Minggu (17/5) malam pukul 19.20 WIB menyebabkan sedikitnya 54 rumah warga di Dusun Entikong dan Dusun Benuan terendam banjir lebih kurang setinggi satu meter. Setelah hujan lebat yang turun sejak sore hari di wilayah Entikong dan sekitarnya.

Dansatgas Pamtas Yonif R 641/Bru, Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan terkait banjir dari warga setempat di Pos Kotis. Selanjutnya, Dankima Satgas Yonif R-641, Kapten Inf. Agus Arifin, beserta 14 anggota dengan perlengkapan pelampung dan tali berangkat ke lokasi untuk membantu warga yang terkena banjir. Kukuh menambahkan, hanya dalam waktu dua jam curah hujan dapat membuat debit air di Sungai Sekayam melimpah sehingga puluhan rumah di wilayah dua dusun tersebut terendam banjir. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil warga berupa perabot rumah tangga dan peralatan elektronik yang tidak sempat diselamatkan ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” katanya ketika itu. (sgg)

Read Previous

Jarot Tak Permasalahkan Penilaian Cornelis

Read Next

Praktik Pungli Bansos Lansia