Jika Memang Harus Libur, Silakan Diliburkan

MASIH BERSEKOLAH: Sejumlah anak di Kota Sukadana baru saja pulang dari sekolah usai mengikuti proses belajar mengajar di sekolahnya. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

SUKADANA – Wakil Bupati (Wabup) Kayong Utara Effendi Ahmad menyarankan agar sekolah-sekolah yang ada di Kayong Utara dapat mengambil kebijakan meliburkan siswa-siswabta. Namun, dia juga berharap agar kebijakan tersebut harus sesuai dengan kondisi kabut asap di masing-masing wilayah. Tentunya, menurut dia, hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan pada jenjang TK, SD, SMP negeri/swasta.

“Masing-masing sekolah silakan menganlisa. Kalau memang kira-kira bahaya, terlebih menyangkut masalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) sebaiknya diliburkan. Karena beberapa daerah melakukan hal yang sama,” terang Wabup saat ditemui di Sukadana, Selasa (10/9).

Dia juga berpesan kepada masyarakat Kayong Utara agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, hal tersebut dikhawatirkan dia dapat menambah kepekatan kabut asap. “Bahkan untuk yang merokok pun hati-hati ketika membuang puntung rokok. Karena khawatir akan merambat dan terjadi hal-hal tidak diinginkan. Karena yang belum dipadamkan juga bisa merambat,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Muhammad Jamaludin I Sukadana Maria Fransisca berpesan kepada masyarakat agar dapat mengurangi aktivitas di luar rumah, demi melihat kondisi kabut asap yang terjadi saat ini. Sebab, diingatkan dia, paparan asap lebih banyak terjadi saat sedang berada di luar rumah.

Selain itu, kalau memang kebijakan meliburkan aktivitas belajar di Sekolah, ia berharap agar para orang tua dapat mengawasi anak-anaknya untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. “Karena, meskipun sekolah diliburkan, kalau orang tua tidak menjaga anaknya, dan membiarkan beraktivitas di luar rumah, malahan ini sama saja. Lebih baik dipastikan anak-anak di dalam rumah,” kata dia.

Sementara kalau memang anak-anak masih sekolah seperti biasa, harapan dia agar setelah aktivitas belajar mengajar, segera pulang ke rumah. “Kalau memang kenyataannya sekarang, banyak sekolah meliburkan, tetapi anak-anak main diluar rumah. Akhirnya itu tidak sesuai dengan tujuannya,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa di Kayong Utara sendiri saat ini telah menangani beberapa warga yang mengalami gangguan saluran perapasan. Bahkan, dia menambahkan, beberapa di antaranya sampai harus ditangani oleh Instalasi Gawat Darurat (IGD). Meski demikian, jumlah pengidap ISPA, berdasarkan mereka yang harus dirawat inap di rumah sakit yang dipimpinnya, tak mengalami peningkatan singnifikan. “Tetapi bukan berarti tidak ada. Sebab, walau bagaimana pun kabut asap ini berdampak yang terdapat alergi ataupun yang tidak sensitif pun karena terpapar setiap hari pasti mengganggu pernapasan juga,” katanya.

Dikatakan dia, belakangan ini pasien yang dirawat lebih dominan dialami anak seusia muda, sedangkan untuk seusia tua lebih dominan pasien ulangan, dengan orang yang sama. Selama terjadinya karhutla dalam 2 bulan terakir belum bisa dipastikan dia berapa jumlah pasien yang ditangani di rumah sakait tersebut. Tetapi, sambung dia, saat ini untuk peningkatan yang cukup besar belum begitu terlihat. “Kalau untuk saat ini pasien yang mengalami gangguan pernapasan belum begitu meningkat,” ungkapnya. (dan)

Read Previous

30 Menit Hujan Guyur Delapan Kabupaten/Kota

Read Next

Salah Satu Malam Terhebat Nadal

Tinggalkan Balasan

Most Popular