Jiran Butuh Pisang Kalbar

EKSPOR PERDANA: Ekspor perdana buah pisang sebanyak 10 ton, dilepas secara langsung oleh Kepala Barantan, Ali Jamil (baju putih) ditemani stakeholder terkait, di Depo Icon, Pontianak, Jumat (30/8). SITI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Peluang ekspor pisang Pontianak ke Malaysia terbuka lebar. Pasalnya, permintaan komoditas tersebut di negeri Jiran cukup besar. Hal tersebut diungkapkan Pimpinan CV Royal Mehar, Enggi Nazilla, usai menghadiri ekspor perdana pisang kepok, Jumat (30/8) di Depo Icon Pontianak.

“Permintaan pisang Kalbar dari negara luar seperti Malaysia cukup tinggi. Setiap pekan, mereka bahkan minta sebanyak 300 ton,” ungkapnya.

Enggi merupakan eksportir pertama yang mengekspor pisang kepok ke luar negeri. Malaysia adalah tujuan mereka. Dari permintaan, diungkapkan dia sebanyak 300 ton perpekan dari negara tersebut. Sayangnya, perusahaannya baru mampu memenuhi 50 ton saja. Pisang-pisang tersebut, dikatakan dia, berasal dari Kubu Raya dan Mempawah. Pihaknya saat ini tengah mencari pemasok pisang lainnya, guna memenuhi permintaan yang masih kurang. “Ke depan kami berharap dapat menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan pasar. Kami juga berencana untuk mengekspor pisang dalam bentuk olahan atau setengah jadi,” kata dia.

Sementara Kepala Balai Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, menyebut, tahun lalu kontribusi buah pisang Kalbar sebesar 44.462 ton, atau 0,64 persen dari total produksi nasional. Selama tahun 2018 tersebut pula, kata dia, provinsi ini telah mengirimkan buah pisang sebanyak 1.594 ton ke daerah lain di tanah air. “Namun buah pisang tersebut belum mampu untuk di ekspor ke luar negeri,” kata dia.

Dia menambahkan, Kementerian Pertanian saat ini mendorong ekspor pertanian dengan menggagas sejumlah terobosan kebijakan strategis, mulai dari peningkatan volume, frekuensi, tumbuhnya produk pertanian, negara ekspor baru, serta meningkatkan jumlah pelaku usaha baru. Salah satu program untuk mewujudkan hal ini, kata dia, adalah program Agro Gemilang.

Kepala Karantina Pertanian Pontianak, Dwi Susilo, menuturkan, melalui program Agro Gemilang, pihaknya bersama dengan instansi terkait, serta eksportir pertanian, akan mengupayakan peningkatan kualitas buah pisang, sehingga dapat memenuhi pasar global. Karantina Pertanian sendiri, jelas dia, menjadi penjamin kesehatan dan keamanan buah pisang yang ditandai dengan terbitnya Sertifikat Kesehatan Tumbuhan, sesuai dengan persyaratan negara tujuan.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kalbar, Heronimus Hero, mengungkapkan, ada beberapa kawasan yang tercatat memiliki produksi buah pisang yang paling banyak di Kalbar, di antaranya Mempawah, Kubu Raya, Singkawang, dan Bengkayang. Melihat adanya potensi ekspor buah pisang ke Jiran tersebut, Hero mengatakan, bakal lebih meningkatkan budidaya dan pengembangan buah tersebut. “Kita bisa terapkan metode kultur jaringan untuk mendukung perbanyakan buah pisang ini,” tutur dia.

Selain itu, menurut dia, perlu dicarikan kawasan yang potensial untuk pengembangan buah tersebut. “Harapannya nanti ada satu hamparan pohon pisang seluas puluhan hektare yang digunakan untuk budidaya pisang. Tentu saja hal ini akan lebih baik lagi jika ada investornya,” pungkas dia. (sti)

Read Previous

Aksi Simpatik Tolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Read Next

Maria Gantikan Akim, PDIP Kuasai Parlemen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *