Jokowi: Tujuh Dari 10 Pedagang Tolak Divaksin
Selama Ramadan Vaksinasi Digelar Malam Hari

MENUNGGU GILIRAN: Pedagang Blok A Pasar Tanah Abang antre suntik vaksin Rabu (17/2). Total ada 9 ribu pedagang di pasar tersebut yang akan divaksin. Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui sosialisasi mengenai vaksin Covid-19 masih kurang. Dia pernah melakukan survei ke pedagang pasar dan menemukan banyak yang tidak ingin disuntik vaksin.

“Ternyata dari yang kita lakukan ke pedagang pasar dari 10 yang kita tanya yang mau divaksin ada tiga, yang tujuh enggak mau,” ujar Presiden dalam video yang diunggah di akun Sekretariat Presiden, Sabtu (20/2).

Namun demikian, Jokowi mengatakan saat proses vaksinasi di Tanah Abang yang dilakukan beberapa waktu lalu, masyarakat sudah banyak yang ingin disuntik vaksin.

“Tapi waktu saya di Tanah Abang semuanya berbondong-bondong karena begitu satu berani, yang lain berani, kemudian yang lain mengikuti. Dan waktu saya masuk juga bersorak-sorak karena senang divaksin dan bukan ketemu presiden,” katanya.

“Mungkin psikologisnya yang dulunya enggak mau menjadi mau,” tambahnya. Jokowi mengatakan, masyarakat tidak ingin divaksin karena belum ada contoh orang lain. Namun, setelah ada orang lain divaksin maka masyarakat juga akan mengikutinya.

Jokowi menuturkan pemerintah sudah melakukan sosialisasi di televisi dan media sosial. Namun masyarakat banyak yang tidak mengikutinya sehingga kampanye dari mulut ke mulut sangat penting.

“Karena kita jelasin juga di medsos mereka enggak buka medsos. Kita jelasin di TV mereka pas enggak lihat TV. Itu juga sulit kadang-kadang,” pungkasnya.

Jokowi juga mengungkapkan pelaksanaan vaksinasi pada bulan Ramadan atau puasa akan dilakukan pada malam hari. Sementara bagi masyarakat yang non-muslim akan dilakukan siang hari.

“Bulan puasa kita tetap akan melakukan vaksinasi di malam hari, untuk daerah-daerah yang non-muslim dilakukan siang hari, dan akan kita lakukan terus di bulan puasa,” ujar Jokowi.

Ia menegaskan distribusi vaksin bakal dilakukan secara merata ke seluruh daerah di Indonesia. Berdasarkan hitung-hitungan target pemerintah adalah melakukan vaksinasi kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Jadi memerlukan vaksin itu sebanyak 426 juta,” katanya.

Menurutnya, Indonesia sudah mendapatkan komitmen mendapatkan vaksin dengan total 426 juta. Namun belum diketahui kapan keseluruhan vaksin tersebut tiba ke Indonesia. “Tapi sekali lagi komitmen yang terus akan kita kejar akan segera bisa kita ambil barangnya,” ungkapnya.

Jokowi berujar, Indonesia dalam mendapatkan vaksin berlomba-lomba dengan 512 negara lain. Namun ia bersyukur Indonesia sudah mendapatkan komitmen vaksin sebanyak 426 juta.

“Karena ini rebutan 512 negara jadi bukan sesuatu yang gampang,” pungkasnya.(jp)

error: Content is protected !!