Jumlah Hewan Kurban Menurun

PONTIANAK – Jumlah hewan kurban pada Iduladha 2020 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.  Ridwansyah, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar menyampaikan, berdasarkan data yang dihimpun timnya, jumlah hewan kurban tahun ini di 14 kabupaten kota mencapai  6.435 ekor terdiri atas 3.958  ekor sapi dan 2.477  ekor kambing. Sedangkan pada 2019, jumlah hewan kurban mencapai  6.513 ekor terdiri atas 4.121 ekor sapi dan  2.392 ekor kambing.

Dalam pelaksanaan pemotongannya, Ridwansyah meminta panitia untuk memperhatikan protokol kesehatan, baik saat pemotongan maupun pendistribusian. Sementara itu, Iduladha bertepatan dengan hari Jumat, menyebabkan banyak masjid yang memilih melakukan pemotongan hewan pada hari ini, Sabtu (1/8).

“Panitia tetap menerapkan jaga jarak fisik, “ tegasnya.

Ridwansyah menjelaskan dalam pemotongan hewan kurban hendaknya dilakukan di area yang luas. Hanya dihadiri panitia dan pekurban, mengatur jarak antarpanitia. Pendistribusiannya langsung ke rumah mustahik atau yang menerima hewan kurban.

Selain itu juga menerapkan kebersihan personal panitia. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan awal, mengukur suhu tubuh oleh petugas. Menempatkan panitia di pos masing-masing yakni tim potong, pengulitan dan cacah.

Panitia harus memakai masker, baju lengan panjang dan sarung tangan. Tidak menyentuh mata, mulut, hidung telinga. Sering mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, panitia mengindari berjabat tangan atau kontak langsug serta memperhatikan etika batuk, bersin, dan meludah. Panitia membersihkan diri mandi seelum bertemu anggota keluarga.

“Juga terpenting menjaga kebersihan alat yang digunakan dalam memotong hewan kurban,” pungkasnya.

Di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pontianak, warga binaa mengikuti salat Iduladha dengan hikmad. Seluruh panitia pelaksanaan salat, adalah warga binaan. Mulai dari imam salat hingga penceramah.

Kekhususan perayaan Idul adha bertambah, dengan dilaksanakannya pemotongan hewan. Lima ekor sapi dan sembilan ekor kambing. Seluruh hewan kurban itu adalah kurban dari warga binaan itu sendiri.

Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak, Farhan Hidayat membenarkan, Lapas menyembelih lima ekor sapi dan sembilan ekor kambing. “Satu ekor sapi kami serahkan untuk warga Kelurahan Sungai Beliung yang terkena musibah. Satu ekor kambing kami serahkan ke Istana Kadariah,” kata Farhan.

Dia menjelaskan, seluruh hewan tersebut merupakan kurban dari warga binaan. Kurban itu adalah bentuk kesadaran mereka. “Mereka menyadari bahwa kurban adalah kegiatan ibadah,” ucapnya.

Farhan berharap, moment Iduladha dapat meningkatkan keimanan warga binaan. Ketika nantinya mereka kembali ke masyarakat menjadi lebih baik. Dapat bersosialisasi dan dapat diterima.

“Harapannya warga binaan ini ketika keluar, jangan dipandang sebelah mata. Mereka kami bekali dengan keterampilan, gunakanlah jasanya. Berikan peluang dan kepercayaan,” harapnya.

Farhan menilai, dukungan masyarakat dan semua pihak terhadap keberadaan mantan warga binaan sangat diperlukan. Mereka membutuhkan ruang kepercayaan, sehingga dapat menjalani kehidupan layakanya warga lainnya.

Sementara itu, warga binaan Lapas Kelas 2A Pontianak, Iwan mengaku, Iduladha harus menjadi moment intropeksi diri. Menyadari semua kesalahan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum. Iwan mengatakan, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Tetapi manusia yang baik adalah yang tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Saya dan kawan-kawan tentu ingin menjadi manusia yang lebih baik. Bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.(adg/mrd)

loading...