Jumlah UMKM Kalbar Nyaris 200 Ribuan

FOTO : DOKUMEN PONTIANAK POST

PONTIANAK – Pemerintah Kalimantan Barat terus berupaya menyempurnakan data UMKM di provinsi ini. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalbar, Ansfridus J Andjioe menyebut jumlah UMKM Kalbar terus bertumbuh, kendati dalam masa pandemi. Hingga Mei 2021 total Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalbar sudah mencapai hampir dua ratus ribu pelaku. Angka tersebut didominasi pelaku usaha mirko sebanyak 166 ribu, mikro kecil 14 ribu, dan usaha menengah 1.486.

“Namun yang sudah memiliki izin sendiri baru 13.827 pelaku usaha,” ujarnya, kemarin.

Secara persebaran, Kota Pontianak menjadi daerah yang paling banyak memiliki pelaku UMKM. Total UMKM di Pontianak mencapai 39.868 orang. Sementara bila melihat jenis usaha, sektor kuliner menjadi yang paling mendominasi.

“Pelaku usaha kuliner pelakunya sebanyak 51.791 orang di Kalbar,” kata dia.

Terkait program pendampingan, hingga Mei 2021 Dinas Koperasi dan UKM Kalbar sudah menyasar 900 pelaku UMKM. Pelaku UMKM terus dibina sehingga semakin maksimal dalam menghasilkan produk dan pemasarannya.

“Pelatihan atau pedampinggan terus kita tingkatkan. Dengan demikian pelaku UMKM semakin baik dan mampu bersaing. Apalagi di masa pandemi Covid-19 bisa bertahan,” katanya.

Untuk realisasi anggaran di Dinas Koperasi dan UKM Kalbar menurutnya hingga 27,43 persen. Pihaknya terus memaksimalkan penyerapan anggaran sehingga terus mendorong pertumbuhan ekonomi. “Pagu anggaran Dinas Koperasi dan UKM Kalbar sebesar Rp2.133.340.000. Realisasi sudah mencapai Rp585.340.000 atau sudah mencapai 27,43 persen,” sebutnya.

Pandemi covid-19 sendiri memberikan dampak pada sektor UMKM di Kalbar. Kepala Bank Indonesia Kalbar Agus Chusaini menyebut, sektor UMKM dimana setidaknya 98% UMKM Kalbar mengalami penurunan omzet.

Sementara itu, Gubernur Sutarmidji mengatakan anjloknya sektor UMKM turut berperan dalam perlambatan ekonomi provinsi ini. Pasarnya saat ini sekitar 70 persen PDRB provinsi ini disumbang dari sektor UMKM. Dia pun meminta semua pihak untuk mendukung UMKM lantaran perannya yang begitu dominan. “Semua sektor di Kalbar terus digerakkan, sehingga pelaku usaha UMKM bisa masuk dalam segala hal, termasuk sektor kerajinan, kuliner dan sebagainya,” kata dia.

Dia menyebut, UMKM menjadi sektor yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pada masa pandei Covid-19.   “Di masa pandemi UMKM ini perlu ditingkatkan, karena UMKM yang bisa berkembang. Karena (usaha) yang besar-besar itu masih menunggu ini,”  pungkasnya. (ars)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!