Junjung Tinggi Persamaan Demi Kerukunan Indonesia

LAILATUL IJTIMA: Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menghadiri Lailatul Ijtima di kediaman Ketua PCNU Kota Pontianak, H Ahmad Faruki. PROKOPIM UNTUK PONTIANAK POST

Lailatul Ijtima Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Pontianak

Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kota Pontianak menggelar Lailatul Ijtima di kediaman Ketua PCNU Kota Pontianak, H Ahmad Faruki, Gang H Abdurrohim Pontianak Timur, Rabu (11/3) malam.

RAMSES TOBING, Pontianak

WAKIL Wali Kota Pontianak, Bahasan turut menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, Lailatul Ijtima ini digelar dalam rangka memupuk tali silaturahmi serta mensyiarkan faham ahlus sunnah wal jamaah.

Ia juga menekankan pentingnya memahami perbedaan dan menjunjung tinggi persamaan demi kerukunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Masyarakat harus bersama-sama menjaga kerukunan dan menjunjung toleransi antar umat seagama dan antar beragama untuk memperkokoh persatuan bangsa,” ujarnya.

Bahasan menambahkan, hal tersebut mutlak dilakukan sebab Indonesia negara majemuk yang terdiri dari berbagai agama, suku, budaya dan bahasa yang berbeda-beda. Kemajemukan itulah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang tidak dimiliki negara lain. “Ini harus terus kita jaga demi keutuhan NKRI,” tutur Bahasan.

Dirinya menekankan pentingnya memahami ideologi Pancasila secara dasar untuk mencegah terjadinya gesekan sosial, agama serta masalah pemahaman kebangsaan. Ideologi Pancasila itu memberikan kebebasan terhadap semua agama di Indonesia untuk meyakini keyakinannya.

“Mari saling menjaga toleransi masing-masing dan diberikan pula kebebasan beribadah. Begitu juga sebaliknya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bahasan juga mengajak masyarakat untuk menyaksikan pemutaran Film Jejak Langkah 2 Ulama. Menurutnya, banyak hal yang bisa dipetik dari film yang menceritakan dua tokoh pendiri organisasi besar Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah. Dari kisah film tersebut, masyarakat bisa mengetahui dan memahami makna perbedaan antar umat seagama dan beragama.

“Dengan harapan tetap dan wajib menjunjung tinggi persamaan yang ada demi terjaganya toleransi yang telah berjalan dengan baik di Kota Pontianak serta Kalbar,” harapnya.

Film Jejak Langkah 2 Ulama merupakan karya kolaborasi antara Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur dengan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Muhammadiyah.

Film tersebut menceritakan dua tokoh pendiri organisasi besar Indonesia, yaitu Hadratusyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. (mse/r)

Read Previous

Dua Warga Terduga Pelaku Bakar Lahan Ditangkap Polisi

Read Next

Tanggapi Informasi Soal Dana Hibah, Anggota Dewan Siapkan Langkah Hukum