Jurusan Teknologi Pertanian Polnep Gelar PPM Nilai Tambah Jagung Manis

polnep

NILAI TAMBAH: Pelatihan diversifikasi olahan jagung manis dari Teknologi Pertanian Polnep memberikan nilai tambah bagi komoditas utama Sedau, Singkawang. IST

JURUSAN Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menggelar pengabdian pada masyarakat (PPM) di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Sabtu, 21 September 2019. PPM mengusung judul usaha peningkatan nilai tambah jagung manis melalui diversifikasi olahannya. Pembiayaan kegiatan bersumber dari DIPA Polnep tahun anggaran 2019.

Kegiatan dipusatkan di kediaman Ridah, ketua Kelompok Wanita Tani Jujur Akur Sukses-Bersama (KWT JAS-B). Peserta yang terdiri dari wanita tani dan remaja putri di KWT JAS-B mendapatkan materi terkait potensi lokal dan transfer teknologi tepat guna (TTG), pelatihan pengolahan jagung manis.

PPM dibuka langsung Lurah Sedau, Darwis SH. Ia menyambut baik kegiatan yang mengangkat produk sesuai komoditas pertanian utama KWT JAS-B. “Transfer TTG akan meningkatkan keterampilan dan wawasan peserta dalam mengolah jagung manis. Ini dapat jadi modal awal memulai usaha rumah tangga. Besar harapan agar kegiatan ini bisa berkelanjutan, tidak berhenti di sini saja,” ujarnya.

Ledy Purwandani STP MSc, Ketua Tim Pelaksana PPM menyampaikan, PPM memang ditujukan untuk mengangkat komoditas utama Sedau, yaitu jagung manis. Komoditas tersebut dapat dijadikan potensi strategis dalam diversifikasi olahan pangan sehat, sehingga peserta menjadi inovatif dan produktif dalam pemanfaatan potensi daerah.

“Kami kenalkan diversifikasi olahan, seperti susu jagung, keripik jagung, puding jagung, bolu kukus jagung, dan jelly jagung. Olahan ini dapat diaplikasikan di rumah dengan peralatan sederhana. Selain jagung manis, komoditas lain pun dapat diolah menjadi berbagai olahan pangan sehat untuk keluarga,” katanya.

Ridah, ketua KWT JAS-B menyampaikan, anggotanya sudah ada yang pernah menerima pelatihan pengolahan jagung manis menjadi pangan sehat, seperti susu jagung dan manisan kering jagung. “Tapi, peserta yang hadir hari ini, sebagian besar belum pernah dapat pelatihan pengolahan jagung manis menjadi olahan pangan sehat,” ujarnya.

Menurutnya, melalui keterampilan tersebut, peserta dapat membuat camilan sehat untuk keluarga, bisa pula sebagai modal awal usaha rumah tangga. “Produk yang dihasilkan ini, selain umur simpannya panjang, juga memiliki citarasa khas. Pun dikemas menarik, sehingga bernilai jual. Besar harapan kami, ada pelatihan sejenis untuk komoditas lain. Di sini, kami juga membudidayakan keladi dan nanas,” pungkasnya. (ser)

Read Previous

(Jelang) Seabad Pers Kalimantan Barat

Read Next

IDCamp Siapkan SDM Industri Digital di Pontianak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular