Kabut Asap Rugikan Sektor Bisnis

kabut asap

DIPERPANJANG: Warga membawa anaknya menggunakan motor saat kabut semakin pekat kemarin. Libur sekolah diperpanjang, karena kualitas udara menunjukkan level tidak sehat. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Pontianak, Acui Simanjaya mengatakan, bencana kabut asap sudah menyebabkan kerugian ekonomi di berbagai sektor bisnis. Selain itu, kerugian di sektor nonbisnis dinilai lebih parah. Banyak tanaman yang rusak, hewan yang mati dan tingkat udara terpolusi parah akibat pembakaran lahan, serta anak-anak sekolah yang diliburkan. Kerugian kesehatan juga meningkat., terutama pada infeksi saluran pernapasan akut.

“Agak sulit menghitung semua kerugian ekosistem tersebut dalam satuan moneter. Namun yang pasti kerugian tersebut akan cukup sulit diperbarukan lagi di kemudian hari, lantaran butuh waktu dan proses yang lama,” ungkap dia.

Di bisnis perhotelan dan restoran, jumlah tamu berpotensi menurun. “Kami pengusaha perhotelan, restoran dan rumah makan sangat merasa dirugikan dengan kabut asap ini. Penurunan permintaan kamar cukup tinggi, terutama dari tamu luar Pontianak yang tidak bisa terbang ke sini,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kalbar, Yuliardi Qamal.

Menurutnya, para pelaku pembakar lahan harus dihukum berat. Dia bahkan menyebut pembakar yang menyebabkan bencana kabut asap ini dan para pendukungnya sebagai kriminal. “Ini tidak bisa disebut bencana alam karena terjadi rutin setiap tahun. Ini ada sekelompok orang yang hanya mencari gampang, membakar lahan untuk land clearing,” ungkapnya.

Hotel Mercure Pontianak, salah satu hotel yang mengalami penurunan permintaan kamar. “Memang okupansi menurun dibandingkan tahun lalu. Akibat kabut yang saya rasa orang lebih memilih dirumah dari pada keluar. Namun penurunan juga sudah terjadi di awal tahun, karena harga tiket pesawat yang tinggi,” kata General Manager Mercure Pontianak, Arman Widianto.

Akibat cuaca buruk kabut asap, sejumlah rute penerbangan dari dan menuju Pontianak mengalami gangguan. Tidak sedikit jadwal penerbangan harus ditunda hingga bahkan dilakukan pembatalan keberangkatan (cancel). Salah satunya adalah pesawat Lion Air JT 714 tujuan Jakarta-Pontianak.

Pesawat Lion Air JT 714 itu seharusnya berangkat pada pukul 13.50. Namun setelah tiga jam menunggu, akhirnya pihak maskapai membatalkan keberangkatan dan meminta calon penumpang untuk melakukan perubahan jadwal keberangkatan (reschedule).

“Perhatian, untuk pelanggan Lion Air JT 714 tujuan Pontianak yang seharusnya diberangkatkan pada hari ini (Minggu (15/9), pukul 13.50, kami batalkan. Untuk itu, silahkan melakukan reschedule di konter kami di lantai I,” ungkap seorang operator.

Setelah mendapatkan penjelasan pihak operator, calon penumpang pun menuju lantai I Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk melakukan perubahan jadwal keberangkatan maupun pengembalian biaya pembelian tiket.

Antrean pun mengular. Bahkan, sempat terjadi ketegangan antara calon penumpang dengan pihak maskapai karena tidak ada pemisahan rute penerbangan.

“Ini gimana. Saya tujuan Balikpapan katanya suruh ke sini. Sudah sampai di sini, malah suruh ke sana. Kenapa tidak ada kejelasan,” teriak salah satu calon penumpang protes. (ars/arf)

Read Previous

Disdikporapar Libatkan Stakeholder dan Media

Read Next

Menilik Lebih Dekat Operasi Bedah Jantung di Kalbar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular