Kades Inggis Pimpin Warga Tolak PETI

TOLAK: Rapat yang digelar bersama warga dan perwakilan penambang, Senin (5/4/) kemarin di Balai Dusun Tanjung Priok. Foto: istimewa.

SANGGAU – Alasan geografis dan sosial menjadi dua hal yang dibahas dalam rapat sejumlah warga terkait dengan penolakan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Dusun Tanjung Priok, Kecamatan Mukok. Rapat tersebut dipimpin Kepala Desa Inggis, Sunardi.

“Rapat dihadiri warga Dusun Tanjung Priok. Dari penambang yang hadir lima orang. Mereka (dari penambang) hanya mendengarkan,” ujar Kades Inggis, Selasa (6/4).

Pada rapat yang digelar di Balai Dusun Tanjung Priok itu diperoleh kesepakatan menolak aktivitas PETI di wilayah dimaksud. Berita Acara (BA) rapat tersebut ditandantangani langsung Kades Inggis, Sunardi dan BPD Inggis, Jamil Han. BA juga ditembuskan kepada Bupati Sanggau, Kapolres Sanggau, Dandim 1204 Sanggau dan Kajari Sanggau.

“Alasan penolakan warga ada dua yakni alasan geografis dan sosial,” ujar Sunardi.

Kades menjelaskan, alasan geografis antara lain berkenaan dengan potensi tanah longsor, tumbangnya pohon-pohon di pinggir sungai, lokasi yang mendekati pemukiman warga, serta pencemaran limbah. Sedangkan alasan sosial yakni potensi perselisihan warga dengan para pengurus, dan adanya gejolak serta pertikaian di masyarakat.

“Kami tidak mau di kampung kami ribut terus masalah ini. Jadi keputusan warga menolak aktivitas PETI di Dusun Tanjung Priok,” tegasnya. (sgg)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!