Kajati Kalbar Apresiasi Jumat Berbagi IAD Kalbar

PONTIANAK-Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Dr. Masyhudi, SH, MH turut mengapresiasi gerakan Jumat Berbagi yang diinisiasi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Kalimantan Barat.

Pandemi Covid-19 masih menghantui Indonesia. Ekonomi masyarakat ikut terdampak. Melalui gerakan Jumat Berbagi,  Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Kalimantan Barat yang diketuai Ratu Masyhudi  memberikan bantuan untuk masyarakat yang terdampak.

Jumat (3/9), Ratu Masyhudi bersama anggota IAD Wilayah Kalbar menjalankan aksi sosial ini.  Sasaran kali ini para ojek online yang saat itu sedang beraktivitas menjalankan tugasnya melayani masyarakat. Di masa pandemi ini, protokol kesehatan juga diperhatikan, terutama penggunaan masker untuk menghindari penularan covid-19. Kali ini bantuan yang diberikan  dalam bentuk voucher bahan bakar kendaraan dan uang tunai.

IAD Wilayah Kalbar menyusuri dua titik lokasi yang menjadi tempat mangkalnya para ojek online ini. Lokasi pertama yang dikunjungi di Jalan Urai Bawadi. Sejak pagi, sudah ada beberapa pekerja berjaket hiijau sedang menunggu pesanan para pembeli. Mereka tampak sibuk dengan telepon genggam miliknya. Berharap orderan segera masuk, dan bisa membawa pundi-pundi rupiah untuk keluarganya.

Masyhudi turut berpartisipasi langsung bersama Ketua IAD Wilayah Kalbar, Ratu Masyhudi membagikan bantuan berupa voucher dan uang tunai yang sasaran kali ini para pekerja ojek online.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan semangat kepada masyarakat bahwa Kejaksaan Tinggi Kalbar turut perihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini. Melalui bantuan ini diharapkan dapat menambah semangat, khususnya para pekerja ojek online ini dalam mencari rezeki.

Gerakan Jumat Berbagi, kata Masyhudi turut menghidupkan kembali semangat bergotong royong masyarakat Indonesia. Membantu semampunya, untuk orang-orang di sekitar kita. “Semoga bantuan ini dapat memberikan semangat kepada mereka dalam mencari rezeki untuk keluarga,” katanya Jumat (4/9).
Di masa pandemi covid-19 ini, juga penerapan PPKM beberapa waktu lalu, kata Masyhudi ikut berdampak pada pendapatan pekerja ojek online. Tidak banyak masyarakat yang keluar rumah untuk menggunakan jasa mereka. Dilain sisi mereka harus berjuang untuk memenuhi nafkah keluarga. “Semoga ojek online ini tetap eksis dalam mencari rezeki,” ungkapnya.

Yudi Kristianto, sudah empat tahun menjalani pekerjaannya sebagai ojek online. Di situasi pandemi ini, kata dia ikut terdampak pada penghasilannya. Dia dan teman-temannya berterima kasih adanya bantuan ini. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Sekarang kan masa pandemi, pendapatan berkurang. Untuk bantuan kali ini berupa bensin, otomatis kami tidak lagi mengeluarkan biaya untuk bensin hari ini,” katanya senang.
Pekerja ojek online lainnya, Ahmad Husdi juga merasa senang mendapatakan bantuan ini. “Alhamdulillah terima kasih. Dengan kondisi pandemi saat ini, masih ada yang mau membantu,” pungkasnya. (mrd)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!