Kakeibo Seni Mengatur Keuangan Asal Jepang

Perkembangan teknologi membuat siapapun memperoleh banyak kemudahan, termasuk mengelola uang melalui aplikasi. Meski begitu, tetap saja mencatat pemasukan dan pengeluaran secara manual dinilai lebih efektif. Salah satunya melalui teknik kakeibo.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak, Ari Widiati, MM mengatakan kakeibo adalah salah satu cara untuk mengatur keuangan yang ditujukan untuk membantu perempuan dalam mengurus keuangan rumah tangganya.

“Fokusnya nemang pada perempuan yang biasanya bertugas mengontrol keuangan. Dimana perempuan dinilai lebih teliti dan cermat,” kata Ari.

Ari Widiati // Dosen FEBI IAIN Pontianak

Ari menuturkan dalam sistem keuangan kakeibo perempuan membentuk dan mengarahkan banyak perubahan pola makan dan teknologi yang terjadi di dapur Jepang pasca perang.

“Metode ini dilakukan dengan mencatat atau menulis secara rinci pemasukan dan pengeluaran secara manual,” tuturnya.

Ari menjelaskan kakeibo terbagi atas empat kategori, yakni pengeluaran primer, pengeluaran sekunder, kultur dan pengeluaran ekstra. Hal ini yang membedakan kakeibo dengan sistem keuangan pada umumnya. Pengeluaran primer adalah pengeluaran dasar yang wajib dilakukan. Jika pengeluaran primer ini tak terpenuhi, dapat mengganggu aktivitas harian seperti biaya transportasi, makan, listrik, cicilan rumah dan lainnya.

Pengeluaran sekunder adalah pengeluaran yang sifatnya tak wajib dipenuhi dan biasanya berupa pilihan. Pengeluaraan ini dapat ditunda kapan saja. Misalnya, pembelian pakaian, ponsel, hangout dan lainnya. Kultur adalah pengeluaran yang bersifat menyenangkan (fun) untuk diri sendiri. Biasanya pengeluaran kultur ini dilakukan untuk menambah wawasan seperti membeli buku, menonton film, konser dan lainnya.

“Pengeluaran ekstra adalah pengeluaran tambahan yang sifatnya mendadak atau tak terduga seperti membeli obat-obatan, ke bengkel dan lainnya,” tambah Ari.

Ari menyatakan keempat kategori tersebut dikelompokkan dan dipisahkan serta dimasukkan ke dalam amplop. Setiap pengeluaran selalu ditulis atau dicatat serta dianalisa dan dievaluasi setiap minggu.

Umumnya, lanjut Ari, metode pengaturan keuangan yang kerap dilakukan adalah mengatur antara pendapatan dan pengeluaran, serta mengelompokkannya mana untuk kebutuhan yang bersifat pokok dan kebutuhan sekunder.

“Dievaluasi perbulan tetapi tak serinci metode kakeibo. Pengaturan uang secara umum bisa dilakukan oleh laki-laki dan wanita,” ucap ibu tiga anak ini.

Metode kakeibo ini dapat dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Mengelola keuangan dengan metode ini akan membuat seseorang lebih bijak dalam membeli suatu barang yang akan dipakai atau dikonsumsi.

Terlebih saat pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan metode keuangan kakeibo lebih rinci dibanding metode keuangan pada umumnya. Apalagi setiap perempuan juga mempunyai waktu banyak di rumah ditengah pandemi.

Namun, sebelum menerapkan metode kakeibo ini, Ari mengungkapkan harus memperhatikan beberapa hal, yakni rajin mencatat semua transaksi dan membiasakan belanja secara tunai.

“Tak lupa mengubah perilaku kebiasaan berbelanja yang tidak sesuai rencana. Serta, teratur dan disiplin,” sambungnya.

Ari mengingatkan di akhir bulan usahakan meluangkan waktu untuk meninjau pengeluaran dan sisa uang yang dimiliki. Cara ini berguna untuk mengetahui berhasil tidaknya metode kakeibo ini. Selain itu, juga akan tahu seberapa patuh diri terhadap aturan keuangan yang sudah ditetapkan sendiri. Nantinya kondisi keuangan ini bisa jadikan patokan untuk menentukan langkah di bulan selanjutnya.

“Supaya berhasil, Anda harus memiliki komitmen dan berani jujur pada diri sendiri,” pesan Ari. **

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!