Kalbar Banjir Program Raja Rempah? Rp4,17 Miliar Bibit Lada Untuk 3 Kabupaten

Ilustrasi Lada

PONTIANAK—Lada kebanyakan orang menyebutnya merica. Lada termasuk jenis rempah-rempah. Lada juga disebut sebagai rajanya rempah-rempah atau King of Spice. Nah di Tiga Kabupaten di Kalimantan Barat (Sambas, Kubu Raya dan Kabupaten Sintang) bakalan memperoleh kucuran benih (bibit) tanaman lada senilai Rp4,17 miliar. Wow fantastis.

Berdasarkan LPSE Pemprov Kalbar tahun 2020 dengan status tender sudah selesai, program Pengadaan Benih Tanaman Lada tahun 2020, tersebar pada 3 Kabupaten. Untuk Kabupaten Sambas nilai pengadaan benih tanaman lada nilainya fantastis mencapai Rp1,9 Miliar. Di Kabupaten Kubu Raya sendiri nilainya mencapai Rp1,8 miliar.

Nah nilai pengadan terkecil sebesar Rp479,8 juta berada di Kabupaten Sintang, tetapi lebih fokusnya untuk rehabilitasi tanaman lada.

Lada sendiri adalah rempah-rempah yang paling banyak digunakan dalam masakan di dunia. Lada menjadi barang perdagangan dunia. Itu sebabnya lada disebut rajanya rempah-rempah atau King of Spice.

Lada dengan nama latin Peper Nigra. Buah lada berbentuk bulat kecil, kira-kira 1-2 milimeter garis tengahnya. Buah lada memiliki rasa pedas, hangat, dan sedikit pahit. Untuk menjadi bumbu, buah lada diolah sehingga menghasilkan lada putih dan lada hitam.

Lada putih digunakan dalam bentuk bubuk antara lain dalam sayur sop, tumis sayur, saus stik, dan semur. Sementara lada hitam digunakan dalam bentuk butiran yang dicampur dalam masakan berupa daging dengan saus lada hitam.

Pohon lada adalah tanaman rambat. Bila menemukan tiang ia tumbuh merambat ke atas. Bila tidak, tanaman ini akan tumbuh menjalar di pemukaan tanah.

Batangnya kecil. Panjangnya bisa mencapai 15 meter. Namun, di perkebunan lada, para petani akan memotong batang lada hingga sekitar 2,5 – 3 meter. Lada memiliki batang berbuku-buku atau beruas. Jarak antara buku sekitar 4 – 7 cm. Dari tiap buku muncul akar lekat antara 10 – 25 buah. Fungsinya untuk melekatkan batang pada tiang atau tanah.

Lada adalah tanaman yang berkembang biak dengan biji. Namun, kebanyakan petani lebih suka menanam lada dari setek. Setelah tanaman lada tumbuh dan memiliki banyak sulur, petani akan mengikat sulur pada tiang panjat dengan menggunakan tali. Tiang panjat itu terbuat dari kayu dengan ketinggian antara 2, 5 – 3 meter.

Lada mulai dapat dipanen setelah berumur sekitar 3 tahun. Buah lada berbentuk rangkaian.Satu rangkai bisa berisi puluhan butir buah lada yang tersusun rapi.

Buah lada yang siap panen, tangkainya berubah agak kuning. Sedangkan sebagian buahnya sudah ada yang berwarna kuning atau merah yang berarti telah masak

Pengadaan fantastis bibit tanaman lada pada 3 Kabupaten di Kalbar selain mendapat pujian, juga kritikan. Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafy memandang seandainya benar, bahwa pengadaan tanaman pertanian untuk ketahanan pangan masyarakat lebih penting, jika mengacu kepada prioritas di tengah pandemi Covid-19.

”Lada penting, tetapi lebih penting adalah tanaman padi untuk kesiapan ketahanan pangan warga Kalbar,” ucapnya singkat.(den)

loading...