Kalbar Berpeluang Tambah Medali di PON XX Papua

PAPUA – Beberapa cabang olahraga Kontingen Kalimantan Barat masih memiliki asa untuk berpeluang meraih medali disisa perhelatan  Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang bakal berakhir 15 Oktober mendatang. Satu emas, empat perak dan empat perunggu yang diraih saat ini diprediksi bisa bertambah melalui cabor unggulan Kalbar.

Satu emas yang dipersembahkan Veddriq melalui cabang olahraga panjat tebing betul-betul mengibarkan Akcaya di tanah merah. Nyala emas itu, ikut menular dengan rentetan empat medali perak dan empat medali perunggu.

Masing-masing dari cabang olahraga angkat besi dua perak, muaythai satu perak dan judo satu perak. Sedangkan untuk medali anggar dua perunggu, angkat besi satu perunggu dan satu lagi menembak.

Peluang medali masih tersisa dari kontingen Kalimantan Barat. Di cabang olahraga angkat berat, Lilis dan Aini masih menyisakan peluang medali. Kemudian untuk cabang olahraga tarung derajat, Novi yang turun di kelas 50,1-54 kg berhasil masuk ke babak final, usai mengalahkan atlet tuan rumah Papua Yuliana Wospakrik.

Dia akan bertanding di final pada Selasa mendatang. Berhadapan dengan atlet dari Jawa Barat Sri Nurhayati. Jika di final ia berhasil meraih emas. Artinya Kalbar bisa menambah koleksi emas. Dan besar kemungkinan memperbaiki peringkat dari yang saat ini di urutan 25, meningkat ke beberapa peringkat lebih tinggi.

Jika melihat hasil capaian perolehan medali kontingen Kalbar di PON Jabar lalu, tentu Raihan medali Kalbar jauh lebih banyak didapat di tanah Parahiyangan. Total Kalbar berhasil mendapatkan 22 medali. Dengan rincian enam emas, delapan perak dan enam belas perunggu.

Keenam emas yang diraih di PON Jabar, diraih dari cabor anggar, bilyard, tarung derajat.

Jika melihat capaian saat ini, tentu prestasi medali yang diraih Kalbar justru menurun. Usai perhelatan pesta olahraga Akbar nasional ini, evaluasi harus dilakukan KONI Kalbar serta Disporapar Kalimantan Barat, dalam upaya perbaikan dan pembinaan olahraga di daerah.

Persoalan anggaran turut berpengaruh pada peningkatan prestasi olahraga disetiap daerah. Informasi yang didapat Pontianak Post, Kalbar mengalokasikan Rp 15 milar buat menatap PON Papua tahun ini. Dipotong Rp 10 miliar dari ajuan awal sebesar Rp 25 miliar.

Jika dibanding daerah lain, angka itu masih jauh. Seperti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelontorkan Rp 410 miliar, sedangkan Jabar, juara umum PON sebelumnya menggelontorkan Rp 256 miliar.

Untuk bonus peraih medali, tampaknya Jakarta begitu memanjakan para atletnya. Rp 140 miliar disiapkan DKI Jakarta buat atlet peraih medali.

Papua malah lebih ngeri. Gubernurnya lantang menyuarakan bagi atlet peraih medali emas akan diberikan Rp 1 milyar. Melihat janji manis provinsi peduli olahraga, Kalbar ikut ketiban musibah. Satu atlet penyumbang emas Kalbar di cabor biliar justru pindah dan memperkuat Papua. PON Papua tinggal beberapa hari. Tentunya, harapan masyarakat, Kalbar masih bis memberikan tambahan medali untuk memperbaiki posisi peringkat saat ini. (iza)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!