Kalbar Calon Pilot Project Pengembangan Biomassa
Manfaatkan Limbah Batang Sawit

PONTIANAK – Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi calon pelaksanaan kegiatan percontohan (pilot project) nasional untuk pengembangan biomassa energi. Limbah batang sawit bakal dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam mewujudkan energi terbarukan tersebut.

Gubernur Kalbar diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Adi Yani mengatakan, potensi limbah batang kelapa sawit di Kalbar diperkirakan mencapai sebesar satu juta batang kelapa sawit pada tahun 2020.

“Potensi terbesar berada di Kabupaten Sanggau, Landak, dan Bengkayang,” ungkapnya, saat kegiatan Rakornis Pembahasan Rancangan Provinsi Kalimantan Barat sebagai Calon Pilot Project Nasional Untuk Pengembangan Biomassa Energi, Jumat (30/4).

Dia memandang, Kalbar memiliki potensi yang sangat besar dalam memanfaatkan limbah batang sawit sebagai sumber energi biomassa, berupa pelet biomassa (biopellet) yang dapat berfungsi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan karena keunggulannya yaitu bersifat mudah terdegradasi dan dapat diperbaharui.

Lebih jauh dia menjelaskan, Kalbar pada saat ini pasokan energi listrik sebagian besar masih tergantung pada pembangkit listrik tenaga disel (PLTD). Besarnya ketergantungan pada sumber energi bahan bakar minyak (BBM), mengakibatkan membengkaknya anggaran belanja negara untuk subsidi BBM. Hal ini semakin menyadarkan berbagai kalangan di tanah air bahwa ketergantungan terhadap BBM secara perlahan perlu dikurangi.

“Ini faktor pendorong pengembangan teknologi dan sekaligus tantangan untuk mencari sumber energi terbarukan yang belum dimanfaatkan secara optimal,” katanya.

Inovasi pemanfaatan limbah batang kelapa sawit merupakan salah satu solusi dan wujud nyata dari pembangunan yang berwawasan lingkungan. Pemanfaatan limbah batang kelapa sawit juga secara langsung akan membantu Pemerintah Nasional untuk memenuhi kekurangan pasokan listrik di desa.

Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Heronimus Hero menyebut, ada banyak pohon sawit tua yang perlu diremajakan. Pohon-pohon tua yang akan ditebang untuk diganti tanaman yang baru tersebut menyisakan masalah, yakni limbah batang sawit. Selama ini, limbah batang sawit yang telah ditebang itu justru dibiarkan membusuk.

Hero mengatakan, tahun ini target peremajaan yang diberikan Allah 12 ribu hektare. Perkiraannya, masih ada sekitar 80 ribu hektare lahan sawit yang perlu diremajakan. Akan hal Ini, dirinya memandang Kalbar berpotensi menghasilkan energi biomassa yang bersumber dari limbah batang sawit ini.

“Satu hektare bisa didapat 120 ton batang sawit. Dan ini potensi besar, sebab selama ini limbah ini jarang dimanfaatkan,” tuturnya.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Kalbar, Purwati menyambut baik upaya mewujudkan energi alternatif melalui pengembangan biomassa dari limbah batang kelapa sawit. Dia menyebut saat ini sudah ada pengusaha yang siap menampung limbah batang sawit untuk kemudian diolah menjadi energi biomassa. Namun tentu saja untuk merealisasikan hal ini perlu kajian dari berbagai aspek, salah satunya dari aspek ekonomi.

“Kita nanti akan menghitung, berapa ongkos produksi, seperti biaya angkutnya ke pabrik pengolahan, berapa nilai ekonomi yang didapat dan lain sebagainya,” kata dia. (sti)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!