Kalbar Tanam Bawang Putih

PONTIANAK – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat akan mengembangkan tanaman bawang putih pada tahun ini. Kepala Bidang Hortikultura Dinas PTPH Kalbar, Endang Kusmayanti mengatakan areal demplot itu memiliki luas 25 hektare.  Daerah pengembangan bawang putih sendiri yakni di Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang.

Menurutnya, kawasan ini layak menjadi lokasi penanaman lantaran syarat untuk menanam bawang putih perlu di daerah perbukitan. “Desa Pisak memiliki ketinggian sekitar 400 meter dari permukaan laut. Dengan kondisi itu kami optimistis pengembangan bawang putih akan berhasil. Pengembangan bawang putih tersebut hanya di Kabupaten Bengkayang, bahkan se-Kalimantan, hanya Kabupaten Bengkayang yang mendapatkan program,” katanya.

Secara umum ia menjelaskan bahwa Kecamatan Tujuh Belas memiliki empat desa yakni Desa Pisak, Desa Kamuh, Desa Sinar Tebudak dan Desa Bengkilu memiliki potensi besar untuk pengembangan hortikultura. “Potensi tanaman hortikultura untuk pengembangan komoditas hortikultura sangat besar di kecamatan tersebut. Oleh karena itu terus kita dorong dan bantu dengan program,” papar dia.

Menurutnya, pengembangan komoditas ini sudah dilakukan sejak tahun lalu. Namun baru dieksekusi tahun ini. “Sebenarnya pengembangan 25 hektare bawang putih tahun ini merupakan dari tahun anggaran 2019. Hal itu karena lelang baru selesai akhir tahun,” ungkapnya.

Komoditas bawang putih sendiri menjadi perbincangan hangat bulan ini. Harganya melambung tinggi di pasar-pasar tradisional. Imbas dari wabah virus corona di Tiongkok. Negara ini adalah penghasil bawang putih terbesar di dunia dan menjadi penyumbang impor Indonesia yang sangat dominan. Kendati baru berencana, isu Kementerian Pertanian yang ingin menghentikan sementara impor pangan dari Tiongkok langsung membuat harga bahan pokok di dalam negeri, termasuk Pontianak bergejolak.

Pantauan Pontianak Post di Pasar Flamboyan Kota Pontianak saat ini harga bawang putih meroket hingga Rp60.000 per kilogram. Padahal beberapa hari lalu komoditas untuk bumbu dapur ini hanya setengah dari angka tersebut. Kendati demikain harga komoditas yang masih dipasok oleh lokal dan perdagangan antar-pulau masih stabil. Bahkan cenderung turun.

Kenaikan harga juga mencolok terjadi pada daging ayam, kisaran harga normal empat hari sebelumnya Rp23.000 per kilogram. Namun sekarang harga menjadi naik kisaran harga Rp30.000 per kilogram. (ars)

loading...