Kaleidoskop BKKBN Kalbar 2019;  Dari Meja Makan, Kampung KB hingga Berbuah Penghargaan

Gaung kembali ke meja makan kembali digelorakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) keseluruh wilayah Indonesia. Gerakan tersebut adalah upaya bersama untuk mengingatkan kembali keluarga Indonesia akan pentingnya meluangkan waktu untuk berkomunikasi bersama keluarga.

BKKBN Kalimantan Barat sendiri, sepanjang 2019 terus menggelorakan pesan tersebut. Bahkan ketika teman-teman BKKBN tugas ke daerah terpencil tertinggal hingga ke perbatasan negara tetangga, pesan itu selalu disampaikan kepada masyarakat.

Tingginya pernikahan remaja di Kalimantan Barat, salah satunya terjadi karena kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Selain itu faktor wilayah pendidikan dan perekonomian mempengaruhi hal tersebut terjadi.

 

Dari data BKKBN 2012 mencatat seribu wanita umur 15-19 tahun, 104 dari 1000 wanita pernah melahirkan. Data tersebut mengejutkan dan jadi cambuk BKKBN Kalbar untuk terus berbenah melakukan penurunan dan melampaui angka nasional. Hingga data terbarunya, angka tersebut telah turun menjadi 63 per seribu wanita.

Dalam upaya menurunkan angka pernikahan usia dini, BKKBN Kalbar pun melakukan banyak langkah positif. Salah satunya dengan pembentukan Kampung KB. Dari data BKKBN Kalbar, tercatat telah dibentuk 338 Kampung KB di Kalbar.

Keberadaan Kampung KB memang tidak sepenuhnya sesuai harapan BKKBN. Karena berdasarkan pemantauannya, beberapa Kampung KB masih stagnan. Namun tak ditutupi, ada banyak Kampung KB yang setelah dibentuk menunjukkan progres positif. Sebut saja Kampung KB di Riam Tapang Kabupaten Kapuas Hulu.

Daerah yang dulunya terisolir dan sangat sulit ditempuh ini, setelah ditetapkan menjadi Kampung KB kini mulai menjadi maju. Dari Kampung KB juga sebagai jembatan SOPD lain untuk bahu membahu memajukan tempat tersebut.

Di Kampung KB juga miliki banyak layanan. Tujuan pembentukan Kampung KB untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Keinginan Gubernur Kalbar membentuk Desa Mandiri tampaknya juga berjodoh untuk disinergikan bersama Kampung KB.

Angin segar juga berhembus ke BKKBN Kalbar. Tepatnya pada peringatan Hari Keluarga Nasional Kalimantan Barat yang dilangsungkan di Kabupaten Sambas, Agustus lalu. Disitu Ayah dan Bunda GenRe Kalimantan Barat yaitu Gubernur Kalbar Sutarmidji bersama istri menobatkan 14 kepala daerah Kabupaten Kota di Kalbar menjadi Ayah dan Bunda GenRe ditiap daerahnya. Dengan terbentuknya Ayah dan Bunda GenRe ditiap daerah, menandakan bahwa penguatan pondasi program KKBPK perlahan akan mengakar ke semua keluarga di Kalimantan Barat.

Tak hanya itu, gaung dan sosialisasi program kependudukan dan keluarga berencana juga menyasar ke kalangan remaja. Beragam sosialisasi dengan bentuk kegiatan menyenangkan nyatanya mampu membuat remaja bergerak dan menjauhi seks bebas, narkoba dan tidak pada nikah muda.

Demam film Dua Garis Biru yang menceritakan tentang dua pasangan remaja menikah di usia muda, juga diambil BKKBN sebagai momentum sosialisasi. Dengan menonton bersama remaja diharap cerita suram sepasang kekasih yang menikah muda dapat menjadi contoh agar remaja tidak melakukannya.

Selain itu, BKKBN Kalbar juga menjangkau program KKBPK pada kegiatan-kegiatan Pramuka. Dengan konsennya dibidang Pramuka, ke tiga pejabat BKKBN menerima penghargaan pada kegiatan Perkemahan Wirakarya daerah Kalbar Oktober lalu di Mempawah. Kepala BKKBN Kalbar, Kusmana dikegiatan itu menerima penghargaan sebagai pembina Pramuka gerakan saka Keluarga Berencana.

Kerja BKKBN Kalbar sepanjang 2019 bisa dikatakan mentereng. Sinergi BKKBN Kalbar bersama media mentasbihkan beberapa penghargaan didapat dari BKKBN pusat.

Dua penghargaan dengan raihan berita on line terbanyak dan foto terbaik, serta beberapa kategori yang masuk nominasi menandakan BKKBN Kalbar tak main-main dalam mensosialisasikan semua programnya ke masyarakat.

Kado indah juga didapat BKKBN Kalbar di akhir tahun ini. Di ajang Apresiasi Duta GenRe dan Jambore Ajang Kreatifitas GenRe Indonesia 2019, tiga penghargaan didapat. Radliatul Adawiyyah Duta GenRe Kalbar berhasil meraih
Juara IV Duta GenRe Indonesia Putri 2019, Juara Favorit Duta GenRe Indonesia Putri 2019 dan The Best 28 Days Challange Duta GenRe Indonesia Putri 2019. Kemudian Adinda Aisyah Nidyani, Duta GenRe Kalimantan Barat asal Kabupaten Sanggau menjadi The Best Program PIK-R “Voice Your Right Inspirative Movement. Terakhir Florensia Lanriska, Duta GenRe Kalimantan
Barat asal Kabupaten Bengkayang terpilih sebagai Best Video Foto Hunt Pro PN Ketahanan
Remaja Indonesia 2019.

Di 2020 kerja berat telah menunggu BKKBN Kalbar. Salah satu program paling dekat adalah pendataan keluarga. Apa yang telah dilakukan di 2019 ini menjadi refleksi BKKBN untuk lebih baik di 2020.(iza)