Kami Dalam Bahaya, Kasus ISPA Melonjak

kabut asap

Kabut asap semakin pekat. Kualitas udara memburuk. Senin (16/9) pukul 16.00, kondisi udara di Pontianak masuk dalam kategori berbahaya. Kesehatan warga terancam. Kabut asap telah menyebabkan peningkatan penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Jika kabut asap tak bisa ditangani, penderita ISPA diprediksi akan terus bertambah.
—-
KEPALA Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harrison menyebutkan sebanyak 6.025 penderita Inspeksi Pernapasan Akut (ISPA) di 14 kabupaten/kota. “Data ini yang kami terima dari puskesmas di kabupaten/kota,” kata Harrison di Pontianak, kemarin.

Harrison melanjutkan jumlah kasus itu tercatat hingga Minggu – 37. Tepatnya dari tanggal 8 hingga 14 September 2019. Kasus ini mulai mencuat ketika kabut asap mulai mendera. Kasus ISPA paling tinggi terjadi di Pontianak, Sambas dan Sintang.

Ia menegaskan pihaknya sudah mengingatkan dinas kesehatan kabupaten/kota hingga puskesmas untuk sebaik mungkin melakukan penanganan terhadap pasien ISPA. Apalagi mereka yang terkena penyakit dari berbagai latar usia. Anak-anak hingga usia dewasa dan lansia.

Sementara itu, Pemerintah Kota Pontianak langsung melakukan antisipasi penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan menempatkan sejumlah rumah oksigen di puskesmas dan Dinas Kesehatan Pontianak.

“Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Kesehatan langsung menempatkan rumah oksigen di tujuh titik. Enam di antaranya di Puskesmas,” kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, kepada Pontianak Post, Senin malam.

Rumah oksigen tersebut berada di Puskesmas Kampung Dalam, Puskesmas Alianyang, Puskesmas Kampung Bangka, Puskesmas Siantan Hilir, Puskemas Gang Sehat dan Puskesmas Perum I. Satu tambahan rumah oksigen ada di Dinkes.

Di rumah oksigen itu, lanjut dia, masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan akibat ISPA akan dilayani dengan cepat. Dari informasi Kadis Kesehatan Pontianak, diakuinya saat ini telah terjadi peningkatan kasus ISPA di Kota Pontianak. Dengan adanya rumah oksigen diharapkan masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan dapat terbantu.

Hari ini, Selasa (17/9) Edi dijadwalkan turun meninjau rumah-rumah oksigen tersebut. Menurutnya, selain penggunaan masker, ISPA bisa dicegah dengan meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat. Perbanyak minum air putih hangat dan mengonsumsi makanan bergizi. Konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh. “Masyarakat kalau tidak penting penting benar ada baiknya tidak keluar malam,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak, Sidiq Handanu menerangkan, tujuan rumah oksigen adalah sebagai pertolongan pertama apabila ada warga yang mengalami sesak nafas. Rumah oksigen itu disediakan Nebulizer. “Bilamana ada yang mengalami sesak nafas yang diakibatkan asma dampak dari asap, silakan dibawa ke rumah oksigen yang ada di layanan kesehatan yang ditunjuk,” jelasnya.

Apabila kondisi pasien semakin parah sesak nafasnya, lanjut Sidiq, maka segera dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi atau rumah sakit terdekat. “Jadi rumah oksigen itu disediakan sebagai pertolongan pertama,” tuturnya.

Sidiq juga menyebutkan, Puskesmas Siantan Hilir sudah melayani 24 jam. Sedangkan di Dinkes Kota Pontianak, dua petugas tenaga kesehatan akan stand by memberikan layanan 118 (nomor telepon layanan ambulans).

Khusus untuk kemarin, ada beberapa Puskesmas yang menyediakan fasilitas persalinan juga ditugaskan untuk siaga melayani pasien yang terpapar asap. Untuk Puskesmas di Kampung Bangka dan Perumnas I, diakui pelayanan memang belum bisa optimal karena keterbatasan tenaga. “Mungkin besok baru bisa kita minta bantuan dari Poltekkes dan Fakultas Kedokteran Untan untuk membantu petugas medis kita,” ungkap Sidiq.

Menurutnya, kondisi udara terkini memang sudah dalam kondisi tidak sehat. Untuk itu pihaknya mengantisipasi bilamana kondisi tersebut terus berlanjut. “Kita semua berdoa mudah-mudahan segera turun hujan agar kondisi udara di Pontianak berangsur normal kembali,” pungkasnya.
Sekolah Diliburkan

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harrison mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika pun harus melakukan aktivitas di luar maka harus menggunakan masker. Kemudian untuk rumah, masyarakat sebaiknya memasang kain yang lembab pada ventilasi.

“Apalagi anak-anak sekolah diliburkan dan mereka harusnya di rumah saja. Belajar saja di rumah dan jangan sampai main keluar rumah saat kondisi seperti sekarang,” pesan Harrison.

“Kekhawatiran itu anak-anak malah sesak napas akibat kabut asap seperti sekarang, sehingga ketika terkena ISPA maka mesti segera ditangani,” sambungnya. Ia pun mengingatkan agar masyarakat tetap mengedepankan pola hidup bersih dan sehat misalnya membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan.

Di lain tempat, Dinas Pendidikan Kalbar memperpanjang libur untuk jenjang pendidikan SMA/SMK karena asap yang membuat kualitas udara semakin buruk. Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Suprianus Herman saat dikonfirmasi membenarkan bahwa libur diperpanjang. Informasi libur ini sudah disampaikan ke pihak-pihak satuan pendidikan.

Libur pun diperpanjang hingga hari Rabu (18/9) dan dimulai Senin (16/9). Aktivitas belajar mengajar di sekolah akan dimulai lagi Kamis (19/9). “Sudah disampaikan dan edaran resmi menyusul,” kata Suprianus Herman melalui pesan elektroniknya ke Pontianak Post pagi kemarin.

Ia menjelaskan libur diperpanjang karena melihat kabut asap yang semakin pekat. Meski libur, Suprianus mengimbau supaya anak anak tetap di rumah saja. Para guru sebaiknya memberikan tugas mandiri kepada anak anak. “Era digital ini tidak harus tatap muka supaya murid tetap melakukan aktivitas pembelajaran di rumah,” pesan Suprianus. Sementara bagi daerah yang kondisi udaranya baik, proses belajar mengajar tetap dilaksanakan.

Bagikan Masker

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harrison menyatakan, pihaknya juga sudah membagikan masker ke 14 kabupaten/kota. Jumlahnya mencapai 50 ribuan masker. “Sudah kami kirim ke kabupaten/kota yang membutuhkan masker,” tambah Harrison.

Dinkes Kalbar, lanjut dia, juga mengajuan bantuan masker ke Kementerian Kesehatan. Jumlahnya mencapai 300 ribu masker. Hingga saat ini sudah 100 ribu masker yang diterima Dinas Kesehatan Kalbar.

“Tahap pertama dan kemudian akan dikirim lagi,” sambung Harrison.

Sejumlah lembaga non pemerintah kemarin turun ke jalan untuk membagi-bagikan masker. Misalnya seperti dilakukan Forum Bela Negara (FBN) dalam program peduli lingkungan sehat. Sebanyak 50 anggota FBN membagikan masker di bundaran digulis, jalan ahmad yani, dan sejumlah lokasi lain. (mse/iza)

Read Previous

45 Anggota DPRD Pontianak Dilantik

Read Next

Asap Karhutla Picu Hipoksia, Bahaya Bagi Jantung dan Pembuluh Darah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular