Kampanye Ekonomi, Stunting dan Narkoba

KEBERSAMAAN: WKRI Cabang Kristus Raja Katedral Sintang penuhi galeri motor bandong bersama Sekda Sintang. HUMAS PEMKAB FOR PONTIANAK POST

SINTANG-Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah bersama Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Kristus Raja Katedral Sintang melakukan kampanye untuk kesehatan masyarakat dan yang ada di Sintang.

“Ditengah kondisi ekonomi yang memang belum stabil karena harga karet yang belum baik, tetapi ibu-ibu anggota WKRI tetap semangat dalam berkumpul dan berorganisasi,” ucap Yosepha dihadapan anggota WKRI Cabang Sintang.

Ia juga mengajak, anggota WKRI Katedral Sintang untuk bersama elemen masyarakat lain untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Sintang. Terutama ibu muda harus mempersiapkan diri khususnya menghadapi kehamilan.

“Perhatikan asupan gizi ibu hamil yang cukup sehingga tidak banyak ditemukan bayi yang tumbuh tidak sesuai dengan umurnya. Perhatikan gizi ibu hamil sampai bayi usia 2 tahun,” pesan Yosepha.

Tak hanya itu, Yosepha melanjutkan, perlu juga masyarakat saat ini aktif dalam mencegah dah menyalahgunakan narkoba dan penyebaran virus HIV/AIDS.

“Saya juga mengajak ibu-ibu anggota WKRI untuk melakukan langkah nyata untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas serta penyebaran HIV AIDS. Dimulai didalam keluarga kita masing-masing,” tambahnya.

Melanjutkan apa yang disampaikan oleh Sekda Sintang, Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam menumbuhkembangkan anak. Apalagi saat ini, kebutuhan dan tantangan hidup tinggi.

“Saat itu, Ibu-ibu sudah menyetujui untuk mendidik  anak-anak sesuai ajaran agama Katolik. Pendidikan keimanan itu sangat penting dan harus dimulai dari rumah. Caranya banyak seperti berdoa dirumah, berdoa menghadapi tantangan hidup. Orang tua itu harus menjadi guru utama dan pertama bagi anak anak,” pesan Uskup Sintang ini.

Itu sebab, lanjut Samuel, organisasi WKRI bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang lain. Apalagi bisa diterapkan di lingkungan dimana anggota WKRI tinggal. Sebab, Samuel merasa, bahwa melalui organisasi tugas pemberdayaan tentu menjadi lebih ringan.

“Anggota WKRI harus bisa menjadi contoh bagi ibu-ibu lain. Ibu-ibu harus mendorong anak-anaknya bersekolah dan menjadi terampil. Sekolah harus ditempuh sambil meningkatkan keterampilan supaya anak-anak siap menghadapi persaingan hidup. Dorong anak belajar secara formal sekaligus non formal. Memikiki keterampilan sangat penting saat ini. Anggota WKRI harus bisa mengambil peranannya,” tambahnya. (fds)

 

error: Content is protected !!