Kampong Bakol Angkat Ekonomi Warga Lewat Anyaman

MENGANYAM : Juliansyah (kanan) berfoto bersama seorang pengrajin yang sedang menganyam pandan, di Desa Sungai Belidak, Kabupaten Kubu Raya. JULIANSYAH FOR PONTIANAKPOST

SUNGAI KAKAP – Destinasi wisata di Kabupaten Kubu Raya semakin berkembang saja. Tak hanya wisata alam, pengembangan wisata di kabupaten itu juga berbasiskan  pemberdayaan masyarakat desa. Seperti destinasi wisata Kampong Bakol di Desa Sungai Belidak, Kabupaten Kubu Raya. Destinasi wisata ini menampilkan hasil kerajinan anyaman pengrajin setempat, sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

“Yang dihasilkan oleh para pengrajin di sini adalah bakol atau besek. Ada juga kerajinan lainnya seperti tikar anyaman pandan atau daun nipah tempat tisu, tas dan lain sebagainya,” ungkap Pemuda Desa Sungai Belidak, Juliansyah, Rabu (24/2).

Juliansyah merupakan inisiator lahirnya Kampong Bakol. Dinamai Kampong Bakol karena di desa tersebut banyak pengrajin anyaman, terutama yang menghasilkan besek atau bakul. Namun orang setempat lebih sering menyebutnya bakol.

Destinasi wisata ini telah diresmikan oleh Bupati Kubu Raya pada November tahun 2020 yang lalu. Sudah berjalan lebih dari tiga bulan, menurut Juliansyah, permintaan besek semakin banyak saja. “Bakol yang sudah diproduksi dalam jangka waktu kurang lebih empat bulan yang sudah berjalan sekitar 5000 pcs,” tuturnya.

Kampong Bakol menerapkan sistem membeli langsung anyaman yang dihasilkan oleh para pengrajin. Hasil anyaman itu nantinya akan dipasarkan. Pihaknya juga siap menerima pesanan sesuai dengan keinginan pelanggan. Pengerjaannya nanti menggunakan prinsip kerja sama, yang tak hanya melibatkan pengrajin di Desa Sungai Belidak, tetapi sewaktu-waktu melibatkan pengrajin desa lain apabila banyak permintaan. “Penganyam masyarakat Desa Sungai Belidak dan bekerja sama juga dengan penganyam di desa lain di Kubu Raya,” tuturnya.

Para pengrajin menurutnya mendapat penghasilan yang lebih besar sejak Kampong Bakol berdiri. Terlebih, berbagai pihak juga turut memberikan dukungan untuk mengembangkan usaha sekaligus destinasi wisata ini. Dukungan itu di antaranya datang dari Dekranasda, serta Dinas Koperasi dan UMKM Kubu Raya. “Dampak ekonominya adalah menambah penghasilan masyarakat walaupun memang tidak besar tetapi tetap dapat disyukuri,” tuturnya.

Pihaknya saat ini terus mengembangkan usaha dan destinasi wisata di desa itu. Salah satunya adalah dengan mengembangkan wisata air, yang tentunya akan terintegrasi dengan wisata Kampong Bakol. “Saat ini kami juga sedang menjalin kerjasama dengan pihak terkait dalam pengembangan wisata alam maupun wisata air yang bisa kita berdayakan di Desa Sungai Belidak,” pungkas dia. (sti)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!