Kanim Putussibau Awasi Administratif WNA

PUTUSSIBAU – Kantor Imigrasi Klas III Putussibau melakukan pengawasan administratif terhadap warga negara asing (WNA) di Kapuas Hulu, Rabu (29/7). Pengawasan langsung dilakukan oleh tim Subseksi Pengawasan Keimigrasian.

“Tim pengawasan pada kesempatan ini mendatangi kantor GIZ (Deutsche Gesellschalt Fur Internationale Zusammenarbelt) dan homebase Yayasan Misi Masyarakat Pedalaman Kabupaten Kapuas Hulu,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau, Ali Hanafi.

Dijelaskannya, kegiatan pengawasan administratif ini dilakukan untuk mendata WNA yang memiliki Izin Tinggal Terbatas di Kecamatan Putussibau Utara dan Putussibau Selatan.

“Selain melakukan pendataan, kegiatan ini juga untuk mengingatkan penjamin WNA untuk memperpanjang ITAS WNA yang akan habis masa berlakunya pada tahun ini,” ucap Hanafi.

Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap keberadaan WNA di Kabupaten Kapuas Hulu. Kasubsi Teknologi Informasi, Intelijen, dan Penindakan Keimigrasian, Angga Adwiyantara, mengungkapkan, setidaknya ada 42 orang WNA, yang saat ini terdaftar di Imigrasi Kelas III Putussibau.

Menurut Angga, 42 WNA tersebut tersebar di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Putussibau Utara sebanyak tujuh orang, di Kecamatan Bunut Hulu (23 orang), Kecamatan Putussibau Selatan (satu orang), Kecamatan Kalis (sembilan orang), dan Kecamatan Badau, satu orang.

“WNA tersebut kebanyakan bekerja di perusahaan tambang, yayasan, perusahaan kayu, dan perkebunan sawit,” katanya.

Dikatakan Angga, WNA yang berada di Kapuas Hulu tersebut didominasi oleh warga negara Tiongkok, yakni sebanyak 23 orang. Sementara WNA lainnya di antaranya, sebut dia, berasal dari Jerman sebanyak tujuh orang, Amerika (tujuh orang), Malaysia (dua orang), dan Austria, satu orang. “Mereka ini sudah mempunyai izin, baik izin sementara, maupun izin tetap,” terangnya.

Terkait pengawasan WNA di Kabupaten Kapuas Hulu itu sendiri, Angga memaparkan bahwa pihaknya selalu rutin melakukan pemeriksaan. Mereka mendatangi langsung lokasi pekerjaan mereka, untuk men-update data yang ada. “Terkadang WNA yang bekerja di perusahaan, biasanya perusahaan itu yang melapor. Karena jangan sampai ketika ditindak baru melapor,” tegasnya.

Angga mengimbau kepada masyarakat Kapuas Hulu, agar dapat melaporkan jika ada WNA yang mencurigakan. Di mana, untuk memudahkan masyarakat melaporkan  keberadaan orang asing tersebut, Imigrasi Putussibau sudah memiliki aplikasi pelaporan orang asing.

“Jika ingin lebih cepat melapornya, dapat lapor ke person imigrasi sendiri atau datang langsung ke kantor kami,” jelasnya.

Angga juga mengingatkan kepada pengusaha hotel dan penginapan agar wajib lapor jika menerima tamu WNA. “Sesuai pasal 72 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, bagi pemilik tempat usaha penginapan maupun hotel, wajib lapor jika ada WNA yang menginap,” pungkasnya. (dRe)

 

 

loading...