Kanwil Kemenkumham Siap Berinovasi Hadapi Kenormalan Baru

RAKOR : Kepala Kanwil Kemenkumham Kalbar Pramella Yunidar Pasaribu didampingi sejumlah kepala divisi dan beberapa pejabat struktural saat mengikuti rapat koordinasi, Senin (29/6). ISTIMEWA

Kepala Kantor Wilayah  (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalimantan Barat (Kalbar) Pramella Yunidar Pasaribu, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Semester I Tahun 2020, Senin (29/6). Kegiatan yang digelar secara virtual se-Indonesia ini dibuka langsung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna H Laoly.

Dalam kesempatan tersebut Pramella Yunidar Pasaribu mengatakan dengan mengikuti Rakor Pengendalian Capaian Kinerja ini, Kanwil Kemenkumham Kalbar harus bisa menyelaraskan dengan tatanan kehidupan di era kenormalan baru. Itu karena kondisi pandemi Covid-19 membuat semua pihak, termasuk Kanwil Kemenkumham harus mampu beradaptasi. Mulai dari kinerja pelayanan dan lain sebagainya.

“Artinya kita tetap harus bersemangat dan mampu mempersembahkan inovasi-inovasi yang memang ini adalah merupakan pengembangan daripada kompetensi setiap ASN yang ada di Kanwil Kemenkumham Kalbar beserta jajarannya di UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi,” ungkap Pramella. Sementara itu Menkumham RI Yasonna H Laoly mengajak seluruh jajarannya untuk senantiasa kompak, gotong royong, kolaborasi dan bersinergi dalam hal apapun terkait pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian. “Saya minta seluruh jajaran untuk terus introspeksi dan memantaskan diri untuk mendukung kemajuan organisasi,” katanya.

Sedikitnya ada lima poin penting yang diharapkan harus menjadi perhatikan jajarannya ke depan, pertama kondiai kenormalan baru menuntut untuk merubah pola kerja dan merubah mindset ke arah digital. Birokrasi Digital, menurutnya sudah menjadi kewajiban bagi semua. Karena itu seluruh ASN harus mau dan mampu mengikuti pola kerja baru yang seluruhnya menggunakan pemanfaatan teknologi informasi.

“Saya ucapkan terima kasih atas kinerja yang telah dicapai semester I ini, memang belum maksimal tetapi saya yakin pada semester 2 nanti capaian kinerja dan realisasi anggaran akan naik secara signifikan sesuai dengan yang telah direncanakan. Dan terus bekerja menuju kondisi normal dengan tetap menggunakan protokol kesehatan, jangan terlalu paranoid dengan pandemi covid19, karena kecemasan yang berlebihan justru akan menurunkan sistem imun manusia,” pesannya.

Kedua ia berpesan kepada Sekjen, Irjen, Para Dirjen dan para Kepala Badan terus melakukan pembinaan, monitoring, pengawasan dan eavaluasi mulai dari pusat sampai ke daerah. Ia meminta harus lebih memberdayakan Kepala Kantor Wilayah, karena bagaimana pun Kakanwil adalah wakil menteri di daerah dan pemegang komando lapangan di wilayah. “Loyalitas harus tegak lurus kepada pimpinan, jangan menimbulkan persoalan baru bagi Kementerian Hukum dan HAM,” katanya.

Ketiga ia meminta terus dilakukan kerjasama dengan stakeholders dan berikan pelayanan kepada publik secara cepat dan tepat sasaran. Terua mencari terobosan dan inovasi kalau hingga jemput bola. Ia mencontoh seperti yang dilakukan Ditjen Kekayaan Intelektual yang membuat kebijakkan loket pelayanan virtual (LOKVIT).

Keempat Menkumham berharap anggaran yang ada segera dibelanjakan secara akuntabel. Terutama untuk belanja modal, karena dengan membelanjakan APBN akan mendorong program padat karya di sektor konstruksi dan mempercepat proses pemulihan ekonomi dimasa pandemi ini. “Namun tetap memperhatikan aspek akuntabilitas dan ketrersedian waktu dan sumber daya yang ada dan dimiliki,” ucapnya.  Kelima terkait teknologi informasi, ia meminta segera diwujudkan kebijakan Presiden tentang satu data agar disajikan pada dashboard pimpinan yang diatur hak aksesnya. “Dan pastikan seluruh perangkat dan piranti baik hardware maupun software telah dilengkapi sertifikasi dan melalui mekanisme pengadaan yang akuntabel dan transparan. Pengadaan Sarana Prasarana berbasis TI hendaknya berdasarkan kebutuhan organisasi bukan kebutuhan lainnya, dan pengadaan tersebut harus melalui rekomendasi Komisi TI Kementerian,” pungkasnya.(bar/r)

loading...